Trash of the Count Family Book II 548 : Kehancuran yang Mengerikan
Cale yang tidak bisa
mengendalikan tubuhnya yang gemetar, terus memuntahkan darah merah kehitaman
tanpa henti.
—Ah, bagaimana
ini.
—Aku benar-benar
tidak sanggup melihatnya.
—Hei. Berarti
orang itu bukan karakter palsu di dalam game, tapi orang sungguhan, kan?
—Tentu saja. Dia
orang sungguhan.
—Wah, aku bisa
gila.
—Aku kehabisan
kata-kata. Rasanya aku cuma, cuma ingin menangis, tapi tidak bisa. Aku merasa
aku tidak boleh menangis.
—Bukannya orang
itu harus dibawa ke rumah sakit?
—Situasinya
sedang tidak memungkinkan, kan. Bukannya orang-orang tidak tahu.
Saat itu.
“Hoeekkk.”
Cale memuntahkan
segumpal darah merah kehitaman yang jauh lebih banyak dari sebelumnya, dan...
—Ah.
Kolom komentar seolah
berhenti sejenak, tak ada satu pun pesan yang muncul.
“Ah, aaaah~”
Sang Crazy Attention
Seeker gemetar hebat.
Gunungan daging yang
menjijikkan dan memuakkan.
Imoogi cahaya merah
keemasan yang membakar gunung yang sedang runtuh itu berguncang hebat, lalu
melonjak ke arah langit.
Dan,
Kwaaaaaaa------!
Meledak.
Sesaat, malam seolah
menghilang.
Seolah tercipta langit
berwarna merah keemasan yang berbeda dari matahari.
[Kuaaaaakh---]
Jeritan Han Taek Soo terdengar.
Ratapan raksasa yang
seolah mengguncang seluruh langit.
[Jadi begini...
sepuluh ribu tahunku begini saja!]
Ratapannya terdengar.
Sesaat, bulu kuduk
berdiri.
Di antara cahaya merah
keemasan yang meledak, sesuatu yang hitam mulai mengepul.
“A-jangan-jangan...”
Sang Crazy Attention
Seeker sesaat merasa ketakutan.
Apakah setelah semua
ini Han Taek Soo masih belum bisa dikalahkan?
Lalu bagaimana ini?
Tangannya gemetar
hebat.
Tanpa sadar, dia
menoleh ke arah Cale.
“...”
Namun, tidak ada
keraguan di wajah Cale.
Meski darah terus
mengalir deras, tidak ada sedikit pun ketakutan di matanya.
Saat menyadari hal
itu, getaran sang Crazy Attention Seeker berhenti,
Dan di dalam kepala
Cale, terdengar suara yang hanya bisa didengar olehnya.
[ Han Taek Soo,
bukan hanya kamu yang sudah bertahan lama. ]
Waktu yang lebih dari
sepuluh ribu tahun.
Waktu yang terus
berlanjut sejak zaman kuno.
[ Aku juga sudah
bertahan. ]
Fire of Destrcution.
Kekuatan yang sudah
ada sejak zaman kuno.
Apa yang terkandung di
dalamnya sama dalamnya dengan milik Han Taek Soo.
Keinginan untuk
menyelamatkan dunia yang tercemar Mana Mati, atau lebih tepatnya, keinginan
untuk membakar dan menghancurkan keberadaan yang membuat dunia tempatnya hidup
menjadi neraka.
Itu tidak kurang dari
waktu yang telah dilalui Han Taek Soo.
[ Dan aku
mempertaruhkan nyawaku. ]
Dan Fire of
Destrcution telah mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Membara dengan megah
dan mengakhiri hidupnya.
Bagaimana mungkin
jejak kehidupan itu kurang dari milik Han Taek Soo?
Seseorang yang
bertekad membakar dirinya sendiri, tekad dari orang yang mewarisi kekuatan itu.
Hati seseorang yang
memikul kehidupan banyak orang di pundaknya, bukan hanya demi bertahan hidup
sendirian.
[ Han Taek Soo. ]
Cahaya merah keemasan
itu bergerak.
Dan menyelimuti bagian
hitam milik Han Taek Soo.
[ Kamu tamat. ]
Kwaaaaaaa---
Sekali lagi, ledakan
terjadi diiringi suara gemuruh.
Imoogi cahaya api itu
meledakkan dirinya sendiri dan hancur menjadi cahaya merah keemasan kecil,
menjadi cahaya yang tak terhitung jumlahnya.
Dan cahaya api itu
membakar habis bahkan keberadaannya.
[Kuaaaaaa-----]
Jeritan Han Taek Soo
perlahan mereda.
Bagian hitam itu
perlahan menghilang.
Yang tersisa hanyalah
abu kelabu.
Api yang sesaat
mengubah langit malam menjadi merah keemasan itu telah membakar semuanya,
berubah menjadi abu yang tersisa, lalu turun satu per satu dari langit.
Saat itulah.
[Uaaaaa----]
[Aaaah, aaaaaah---]
[Heu, aaaaaah----]
Suara tangisan
terdengar.
Tak terhitung
jumlahnya.
Setiap tangisan yang
berbeda meledak keluar.
Kugugugu~-
Tanah berguncang.
Bukan, lantai yang
menopang gunung bernama Han Taek Soo mulai hancur.
Lantai keras yang
menyentuh punggung Cale.
Tempat yang berlumuran
darah itu.
Makam bagi
makhluk-makhluk yang dimakan oleh Han Taek Soo dan terpaksa menjadi tubuhnya.
Makhluk-makhluk yang
memohon diselamatkan, yang mengeluh kesakitan, dan meneriakkan berbagai hal
yang berbeda, semuanya mulai menangis.
Namun, yang terkandung
dalam tangisan itu bukanlah keputusasaan dan penderitaan.
“Ah, ini-”
Mendengar suara
tangisan itu, air mata sang Crazy Attention Seeker tanpa sadar mengalir.
Tidak ada lagi rasa
jijik atau muak.
Emosi yang terkandung
dalam tangisan itu bisa dirasakan.
Rasa lega dan
kesedihan.
Saat semua makhluk
hidup merasakannya,
“Ah~”
—Ah.
—Wah.
—Bisa gila
rasanya.
Lantai yang hancur.
Gumpalan daging yang
belum sempat terbakar mulai runtuh dan berjatuhan ke segala arah.
Kugugugu~-
Daging-daging itu
seketika membusuk bersama kematian Han Taek Soo.
Seolah itu adalah
hukum alam.
Di antara benda-benda
yang membusuk itu, lantai pun terungkap.
Yang terlihat adalah
sesuatu yang merah seperti darah.
Lantai-lantai itu satu
per satu berubah menjadi butiran kecil.
Butiran kecil itu,
semuanya adalah satu kehidupan.
Butiran-butiran
berwarna darah itu membubung ke langit.
Abu kelabu yang turun
ke bawah dan butiran merah yang naik ke langit.
Keduanya sama sekali
tidak memancarkan cahaya.
Sebaliknya,
pemandangan yang diciptakan oleh kedua warna itu tampak suram dan menyedihkan.
“Ah, benar-benar—”
Namun, sang Crazy
Attention Seeker tidak bisa menghentikan air matanya.
Tuduk.
Abu kelabu menyentuh
pipinya.
Dia bahkan tidak
terpikir untuk mengusap abu itu.
Dia hanya berusaha
merekam pemandangan yang terlihat dari balik air matanya ke dalam matanya
dengan segala cara.
“......”
Sisa daging membusuk
dan berubah seperti tanah.
Rasa jijik sebelumnya
telah hilang, hanya tersisa rasa iba pada sisa-sisa daging tersebut.
Semua tentang Han Taek
Soo menghilang,
Yang tersisa hanyalah
jalan hitam yang tercetak jelas.
Hanya jalan yang
dibuat oleh api yang tersisa dengan jelas di segala arah tanpa menghilang.
Kheookk.
Saat itu, mendengar
suara di telinganya, sang Crazy Attention Seeker buru-buru mengarahkan
kameranya.
Hoeeekkk!
Cale memuntahkan darah
tanpa henti.
Darahnya benar-benar
tidak mau berhenti.
Karena area mulutnya
terlalu basah, dia mengangkat tangannya untuk mengusap darah, tapi sayangnya
tangannya terlalu gemetar dan tak bertenaga, sehingga dia akhirnya menyerah.
‘Sudah beres.’
Namun, mata Cale
tampak jernih.
Blink. Blink.
Tentu saja matanya
terus terpejam dan terbuka seolah dia bisa pingsan kapan saja,
Tapi bagaimanapun,
sorot matanya jelas.
‘Rasanya seperti
mau hidup lagi.’
Tekanan yang diberikan
oleh Han Taek Soo dan banyak makhluk di dalamnya.
Ditambah dengan
usahanya mengendalikan Fire of Destrcution yang mengamuk tak terkendali sebisa
mungkin.
Setelah terbebas dari
semua itu, Cale merasa jauh lebih baik.
Jureureuk jureuk.
Meski darah mengalir,
tubuhnya terasa lebih nyaman dari sebelumnya dan dia tidak merasakan sakit.
Terbebas dari keadaan
yang seolah menghimpitnya, rasanya sangat menyegarkan.
“Heh-”
Tanpa sadar tawa
keluar dari mulutnya.
—Wah, dia ketawa
barusan?
—Astaga,
berdarah-darah tapi masih bisa tertawa seperti itu!
—Pasti dia
tersenyum karena lega sudah menyelamatkan semua orang. Sang Penyelamat Api!
—Lihat wajah
gilanya itu. Makin bersinar karena kena darah.
—Orang ini
berbahaya, ya?
Semua orang melihat
hal itu.
—Hei. Sebenarnya
aku lagi ngetik begini, tapi rasanya beneran terharu? Bangga? Tersentuh? Nggak
tahu deh bilangnya apa, rasanya mau gila.
—Aku juga, wah,
siapa yang tahu apa yang bakal Han Taek Soo lakuin ke depannya?
Namun Cale sudah
melupakan mereka.
Dia tidak punya
pilihan lain.
“Choi, Han-”
“Ya.”
“Ayo pergi.”
“...”
Choi Han melihat darah
Cale yang tak hanya membasahi punggungnya, tapi juga mengalir ke lengannya.
Dia tahu betul ke mana
Cale mengajaknya pergi.
Kantor pusat
Transparent.
“Masih belum selesai—”
Kata-kata yang
diucapkannya samar-samar sambil memuntahkan darah.
“...”
Choi Han memejamkan
matanya erat-erat.
“Pergi ke mana maksud kamu!
Ke mana kamu mau pergi! kamu harus ke rumah sakit sekarang!”
Sang Crazy Attention
Seeker yang bergegas mendekat, berbicara dengan panik kepada Cale yang
digendong Choi Han.
Blink, blink.
Namun, Cale menahan
matanya yang terpejam lebih cepat dari sebelumnya, dengan susah payah
membukanya dan melanjutkan kata-katanya tanpa melihat kamera di tangan sang Crazy
Attention Seeker.
“Ini belum selesai~”
“Tapi darahnya...”
“Aku tidak apa-apa.”
Dia benar-benar tidak
apa-apa.
Dia hanya tidak tahu
berapa lama dia harus pingsan, tapi untuk saat ini dia baik-baik saja.
‘Ya. Tidak apa-apa.’
Lebih baik dari yang
dia kira.
‘Aku sudah
menggunakan kekuatan sampai batas tanpa memikirkan apa yang terjadi nanti,
bukankah ini sangat baik?
Wadahku tidak
hancur.
Nyawaku juga tidak
terancam.
Paling hanya
pingsan sebentar.’
Muntah darah sedikit,
Hal seperti ini. Dia
bisa menahannya kapan saja.
‘Sial.
Sepertinya aku
tambah kuat?’
Cale tersenyum puas.
Sekarang sepertinya
dia sudah punya level yang cukup untuk melawan Kaisar Dua atau Kaisar Satu.
Ada untungnya memakan
emas dan permata.
“......”
Cale yang gemetar
sambil tersenyum mengatakan dia baik-baik saja.
Melihat pemandangan
itu, sang Crazy Attention Seeker kehilangan kata-katanya.
“Ayo pergi.”
Choi Han membuka
matanya yang terpejam.
Dia tidak bisa menolak
keinginan Cale.
“Tuan Muda Cale!”
Saat itu, Rosalyn
mengeluarkan alat komunikasi video.
“Ada pesan dari Tuan
Raon!”
Saat pandangan Cale
dan Choi Han beralih ke arahnya,
Rosalyn memunculkan
jendela pesan.
<Manusia! Han Seo
Hyung diculik!>
Hm?
Cale menahan
kesadarannya yang seolah mau pingsan.
Ada yang aneh dengan
pesan Raon.
<Han Seo Hyung
minta tolong, tapi tidak bisa diselamatkan!>
Apa lagi maksudnya
ini?
<Anak buah Kaisar
Dua membawanya pergi!>
Kalau ini dia paham.
“?”
Saat keraguan muncul
di wajah Cale,
Lantai 17 kantor pusat
Transparent,
Raon mencatat
perkataan yang disampaikan Putra Mahkota.
“Tolong sampaikan pada
Cale bahwa kantor pusat aman.”
“Baik, Putra Mahkota!”
Huuk, huuk.
Alberu terengah-engah.
Melihat hal itu, Raon
mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
Kwaaang!
Saat Alberu memecahkan
jendela lorong dan mencapai koridor lantai 17,
“Sudah kuduga. Fived
Colored Blood tidak akan tinggal diam.”
Alberu Crossman
mengarahkan Pedang Matahari yang masih memancarkan cahaya ke arah Wind, anak
buah Kaisar Dua.
Jeobeok, jeobeok.
Enam bawahan lain yang
berdiri di belakang Wind juga ikut menatap.
“Uaaaaakh---”
Kedua kelompok itu
berhadapan dengan gumpalan daging yang runtuh di tengah, sisa-sisa Han Seo
Hyung.
Nyaaaaong!
Nyaaong.
“Mary, kami datang!”
Anak-anak rata-rata
usia 10 tahun menyusul masuk melalui jendela lorong dan berdiri di samping
Mary.
Ku-ung.
Dan Naga Emas raksasa
menatap mereka tajam dari luar jendela.
Seolah siap
mengayunkan cakar depannya yang besar untuk menghancurkan lantai 17 kapan saja.
“...Ah, ini
benar-benar tidak mudah, ya.”
Meski begitu, Wind,
anak buah Kaisar Dua, tetap tenang.
Bahkan terlihat
santai.
Wajar saja.
—Putra Mahkota, kita
kalah jumlah!
Musuh berjumlah 7
orang termasuk Wind.
Kemungkinan besar
semuanya adalah Wanderer yang telah membangkitkan Kekuatan Unik.
“Ya. Ini tidak akan
mudah.”
Alberu berkata dengan
tenang di depan musuh.
“Karena kita pasti
akan melindungi Sistem.”
Melihat bagaimana Cale
Henituse bertarung di luar sana, setidaknya ini harus mereka pertahankan.
Dan anak buah Kaisar
Dua adalah...
‘Musuh yang harus
kita hadapi suatu saat nanti.’
Meskipun mereka lebih
kuat.
Grrttt.
Tangan Alberu yang
memegang pedang mengerat.
Posturnya memancarkan
ketegangan yang siap menyerang kapan saja.
“Ehm. Mau bagaimana
lagi.”
Sebaliknya, Wind
melangkah maju dengan santai.
Hwiiii—
Angin berputar di
sekelilingnya.
On yang tahu bagaimana
angin itu berubah, melangkah maju.
Seuseuseu—
Kabut mulai menyebar
di sekitar.
Racun Hong pun
bercampur ke dalam kabut seolah itu hal yang wajar.
Hwiiii—
Raon juga memanggil
angin.
Seolah siap
menerbangkan kabut beracun itu bersama angin ke arah Wind dan enam musuhnya
kapan saja.
Pft.
Wind terkekeh, lalu
mengangkat kedua tangannya.
“Nah, sekarang...”
Berbeda dengan nada
bicaranya yang santai,
“Mari kita mulai
bekerja.”
Begitu kata-kata itu
keluar dari mulutnya,
“!”
Mata Alberu
membelalak.
Pandangannya tertuju
melewati bahu Wind.
Hwiiii---
Angin raksasa yang
diciptakan Wind berubah menjadi tangan dan menerjang mereka.
Seolah hendak
menghempaskan semuanya sekaligus dan menuju Sistem di ujung lorong.
Melihat hal itu,
Alberu melompat.
Bukan ke arah belakang
tempat Sistem berada.
Melainkan ke depan.
‘Han Seo Hyung!’
Satu-satunya jejak
yang tersisa dari Han Taek Soo.
‘Mereka mengincar
Han Seo Hyung!’
Bukan Wind, melainkan
beberapa musuh di belakangnya yang sedang menatap Han Seo Hyung.
Bukan menatap Sistem
di balik bahu Alberu.
Begitu melihat hal
itu, instingnya bereaksi.
‘Target mereka
bukan Sistem!’
‘Han Seo Hyung,
bajingan itu!
Benar saja,
meskipun Han Taek Soo mati, selama Han Seo Hyung masih ada, Han Taek Soo yang
baru bisa saja muncul lagi!’
Melihat keluarga
Transparent yang diserap ke dalam tubuh Han Taek Soo, dan teringat pada anak
terakhirnya, Han Seo Hyung, Alberu menyimpulkan bahwa akhir sebenarnya dari
gumpalan daging ini adalah dengan menghabisi Han Seo Hyung juga.
Uuung---
Pedang yang
memancarkan cahaya matahari bergerak.
Hwiiii---
Namun tangan angin itu
terus merangsek maju.
Menjadi dinding
raksasa...
‘Kekuatan Unik
Kelas Transparent--?’
Ini pertama kalinya
Alberu menghadapi langsung Kekuatan Unik Kelas Transparent, satu tingkat di
bawah Kelas Fived Colored.
Saat menghadapi
kekuatan itu, Alberu sadar bahwa dia tidak bisa mengalahkan tangan angin yang
menjadi dinding ini.
“...!”
Saat itulah.
“Uaaaaaa---!”
Gumpalan daging yang
runtuh, sisa-sisa Han Seo Hyung.
Dia melihat dua
kekuatan melesat ke arahnya.
‘Tuan Eruhaben!’
Salah satunya adalah
debu emas.
Eruhaben sang Naga
Kuno tidak mungkin melewatkan apa yang ditangkap oleh Alberu.
Penilaian dari
pengalamannya bertahun-tahun lebih cepat dari Alberu.
Debu emas langsung
melesat ke arah Han Seo Hyung, sementara wujud aslinya berubah kembali ke wujud
Polimorf dan melesat ke arah musuh.
Dan satu kekuatan
lagi.
‘Pohon!’
Akar pohon melesat ke
arah Han Seo Hyung.
Cabang pohon yang
menjulur dari salah satu Wanderer di belakang Wind.
‘Cepat!’
Namun Eruhaben lebih
cepat.
“Uaaaaaa---!”
Han Seo Hyung yang
meratap aneh, seolah melihat semua kejadian itu, menatap tepat ke arah Alberu.
“!”
Dari balik daging yang
meleleh, wajah Han Seo Hyung muncul.
Wajah bergetar yang
nyaris tidak bisa mempertahankan bentuknya itu membuka mulut.
“Tolong... selamatkan
aku...”
Apa?
Wajah Alberu menegang.
“Aku, aku, aku akan
menjadi manusia-”
Namun, Wanderer
lainnya sudah bergerak.
Musuh yang melihat
debu emas Eruhaben langsung bereaksi.
Sangat cepat dan
akurat.
‘Air—’
Semburan air melesat,
‘Api.’
Air dan api menuju
wujud asli Eruhaben,
Pajik!
Tanah yang melonjak
dari lantai koridor menjadi dinding dan menahan debu emas Eruhaben.
Kekuatan mereka
semuanya adalah Kelas Transparent.
‘Jangan-jangan—’
Wajah Alberu menegang
kaku.
7 bawahan Kaisar Dua.
Termasuk Wind, 7
bawahan.
7 Wanderer yang
menggunakan angin, api, air, tanah, dan lain-lain.
Masing-masing dari
mereka memiliki Kelas Transparent.
Menyadari betapa
kuatnya musuh yang harus dikalahkan untuk melawan 7 bawahan Kaisar Dua, Alberu
menggigit bibirnya.
Dia menghentikan
langkah majunya.
Itu adalah keputusan
sepersekian detik.
Dan bukan hanya dia
yang membuat keputusan itu.
“Harus buat perisai!”
Raon langsung membuat
perisai.
On, Hong, dan Mary
segera mengambil posisi bertahan.
“Sial!”
Eruhaben buru-buru
membuat perisai dan menahan api dan air yang mendekat.
Kwaaaaa---
Diiringi suara
gemuruh, tubuhnya terhempas ke belakang.
“Uwaaaa, selamatkan---”
Han Seo Hyung yang
terjerat cabang pohon ditarik ke arah Wanderer di belakang Wind.
Uuung---
Lingkaran teleportasi
sudah aktif di atas mereka.
“Fufu, keputusan yang
bagus.”
Wind berkata sambil
mengeluarkan ponsel dari sakunya.
Han Taek Soo sudah
berakhir, dan Cale Henituse akan datang ke sini.
“...Sepertinya akan
sulit mendapatkan Sistem.”
Dia tersenyum ke arah
musuh yang bersembunyi di balik perisai.
“Tanpa Cale Henituse,
kalian bukan apa-apa, kan?”
Bersamaan dengan
kata-katanya, lingkaran teleportasi aktif.
Uuung---
Cahaya terang
menyelimuti mereka.
Saat itu, Wanderer di
belakang Wind buka suara.
“Ini tidak akan mudah.”
Suara kecil itu hanya
terdengar oleh para Wanderer dan Wind.
“Hm?”
Ada sesuatu di mata
Wind saat dia bertanya balik.
Lalu suara lain
terdengar dari belakang.
“Dia menghindari
tanahku.”
Tuduk.
Han Seo Hyung,
gumpalan daging yang saling menempel.
Sebagian dari gumpalan
itu jatuh ke lantai.
Di permukaan potongan
daging itu, terdapat debu emas.
Pandangan Wind beralih
ke Eruhaben yang terlempar.
“Uuh, hidup, hidup...”
Tak ada satu pun
Wanderer yang mendengarkan ucapan Han Seo Hyung.
“...”
Dengan tatapan dingin,
Wind menatap Eruhaben yang kembali mendekat, sebelum akhirnya...
Paaat!
Menghilang bersama
cahaya terang.
Setelah teleportasi
selesai, tak ada satu pun Wanderer yang tersisa di sana.
“...Tuan Eruhaben.”
Alberu juga menatap
gumpalan daging di lantai sambil buka suara.
“Apa kamu menyadari
sesuatu?”
Pertarungan dalam
sekejap.
Di tengah pertarungan
itu, sang Naga yang telah hidup lama menghindari dan menembus Kekuatan Unik
Kelas Transparent dan menyadari cara untuk mencapai targetnya, meskipun
hanya sebagian.
“Aku sedikit paham
sekarang.”
Eruhaben
menyunggingkan senyum sinis.
Senyum yang cukup
arogan.
“Kekuatan Unik ini,
mirip dengan Atribut Naga.”
Heavenly Demon,
satu-satunya anggota kelompok Cale yang membangkitkan Kekuatan Unik.
“Aku harus bicara
dengan Heavenly Demon.”
Setelah itu, mungkin
akan ada jalan keluar.
“Bisakah kamu menjadi
lebih kuat?”
“Mungkin?”
Ketika Alberu bertanya
apakah dia juga bisa menjadi lebih kuat, Eruhaben memberikan jawaban yang meski
tidak pasti, tapi bernada positif. Alberu pun mengangguk.
“Ayo kita bereskan ini
dulu.”
Setelah itu, Raon
langsung menghubungi Rosalyn.
Cale melihat pesan
yang dikirim Raon.
<Intinya, kantor
pusat Transparent sekarang aman! Putra Mahkota menyuruhku menyampaikannya!>
Mereka kehilangan Han
Seo Hyung seutuhnya.
Anak terakhir Han Taek
Soo belum tamat.
Namun mereka berhasil
melindungi Sistem.
Setidaknya mereka
telah melindungi New World dan Bumi 3.
<Manusia, tenanglah
dan istirahat dulu!>
Namun pesan terakhir
Raon tidak tersampaikan pada Cale.
Hueekk!
Cale kembali
memuntahkan darah.
Memang tidak sakit.
Hanya saja,
‘Wah...’
Sekarang
benar-benar...
‘Ini batasnya.’
Dia tidak bisa menahan
matanya yang terus terpejam.
“Ah, tidak boleh-”
Cale bergumam
mengucapkan sesuatu, namun suaranya tertutup oleh darah yang tumpah seperti air
bah.
“Tuan Muda Cale!”
Rosalyn memanggilnya,
namun Cale tetap...
[ Hiks, darahnya
keluar terus. ]
Mendengar suara kakek
cengeng yang mengurus regenerasi,
[ Kalau begini, pas
bangun pun bakal terus berdarah, bisa anemia nanti, hiks. Gawat. ]
Cale tetap,
Pingsan.
Kedua tangannya yang
kehilangan tenaga terkulai lemas ke bawah.
Jureuk.
Darah terus mengalir
dari mulutnya.
Tentu saja, semua itu
masih disiarkan secara langsung.
Baik di Bumi 3, maupun
di New World.
Pemandangan Cale yang
pingsan sambil terus mengeluarkan darah tersiarkan secara utuh.
****
Lalu Cale membuka
matanya.
Langit-langit rumah
sakit memasuki pandangannya.
Rasanya cukup
menyegarkan, seolah baru saja tidur nyenyak.
Hueekkk.
Dan dia masih
memuntahkan darah merah kehitaman.
“Manusia ini bangun
setelah 3 jam! Tapi dia masih berdarah! Berdarah setiap satu jam! Sungguh ajaib
dia masih hidup dengan darah sebanyak ini! Walau tidak boleh takjub, tapi ini
benar-benar menakjubkan! Ini tidak masuk akal!”
Mendengar suara Raon
yang menangis tersedu-sedu, Cale menyadari kenyataan.
[ Hiks, efek
sampingnya terlalu besar. Kamu harus terus berdarah selama sekitar 5 hari.
Hiks. ]
Si cengeng masih saja
menangis.
“Ah.”
Harga dari bertindak
tanpa memikirkan konsekuensi benar-benar besar.
.

Komentar
Posting Komentar