Trash of the Count Family Book II 548 : Kehancuran yang Mengerikan


Cale yang tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang gemetar, terus memuntahkan darah merah kehitaman tanpa henti.

—Ah, bagaimana ini.

—Aku benar-benar tidak sanggup melihatnya.

—Hei. Berarti orang itu bukan karakter palsu di dalam game, tapi orang sungguhan, kan?

—Tentu saja. Dia orang sungguhan.

—Wah, aku bisa gila.

—Aku kehabisan kata-kata. Rasanya aku cuma, cuma ingin menangis, tapi tidak bisa. Aku merasa aku tidak boleh menangis.

—Bukannya orang itu harus dibawa ke rumah sakit?

—Situasinya sedang tidak memungkinkan, kan. Bukannya orang-orang tidak tahu.

Saat itu.

“Hoeekkk.”

Cale memuntahkan segumpal darah merah kehitaman yang jauh lebih banyak dari sebelumnya, dan...

—Ah.

Kolom komentar seolah berhenti sejenak, tak ada satu pun pesan yang muncul.

“Ah, aaaah~”

Sang Crazy Attention Seeker gemetar hebat.

Gunungan daging yang menjijikkan dan memuakkan.

Imoogi cahaya merah keemasan yang membakar gunung yang sedang runtuh itu berguncang hebat, lalu melonjak ke arah langit.

Dan,

Kwaaaaaaa------!

Meledak.

Sesaat, malam seolah menghilang.

Seolah tercipta langit berwarna merah keemasan yang berbeda dari matahari.

[Kuaaaaakh---]

Jeritan Han Taek Soo terdengar.

Ratapan raksasa yang seolah mengguncang seluruh langit.

[Jadi begini... sepuluh ribu tahunku begini saja!]

Ratapannya terdengar.

Sesaat, bulu kuduk berdiri.

Di antara cahaya merah keemasan yang meledak, sesuatu yang hitam mulai mengepul.

“A-jangan-jangan...”

Sang Crazy Attention Seeker sesaat merasa ketakutan.

Apakah setelah semua ini Han Taek Soo masih belum bisa dikalahkan?

Lalu bagaimana ini?

Tangannya gemetar hebat.

Tanpa sadar, dia menoleh ke arah Cale.

“...”

Namun, tidak ada keraguan di wajah Cale.

Meski darah terus mengalir deras, tidak ada sedikit pun ketakutan di matanya.

Saat menyadari hal itu, getaran sang Crazy Attention Seeker berhenti,

Dan di dalam kepala Cale, terdengar suara yang hanya bisa didengar olehnya.

[ Han Taek Soo, bukan hanya kamu yang sudah bertahan lama. ]

Waktu yang lebih dari sepuluh ribu tahun.

Waktu yang terus berlanjut sejak zaman kuno.

[ Aku juga sudah bertahan. ]

Fire of Destrcution.

Kekuatan yang sudah ada sejak zaman kuno.

Apa yang terkandung di dalamnya sama dalamnya dengan milik Han Taek Soo.

Keinginan untuk menyelamatkan dunia yang tercemar Mana Mati, atau lebih tepatnya, keinginan untuk membakar dan menghancurkan keberadaan yang membuat dunia tempatnya hidup menjadi neraka.

Itu tidak kurang dari waktu yang telah dilalui Han Taek Soo.

[ Dan aku mempertaruhkan nyawaku. ]

Dan Fire of Destrcution telah mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Membara dengan megah dan mengakhiri hidupnya.

Bagaimana mungkin jejak kehidupan itu kurang dari milik Han Taek Soo?

Seseorang yang bertekad membakar dirinya sendiri, tekad dari orang yang mewarisi kekuatan itu.

Hati seseorang yang memikul kehidupan banyak orang di pundaknya, bukan hanya demi bertahan hidup sendirian.

[ Han Taek Soo. ]

Cahaya merah keemasan itu bergerak.

Dan menyelimuti bagian hitam milik Han Taek Soo.

[ Kamu tamat. ]

Kwaaaaaaa---

Sekali lagi, ledakan terjadi diiringi suara gemuruh.

Imoogi cahaya api itu meledakkan dirinya sendiri dan hancur menjadi cahaya merah keemasan kecil, menjadi cahaya yang tak terhitung jumlahnya.

Dan cahaya api itu membakar habis bahkan keberadaannya.

[Kuaaaaaa-----]

Jeritan Han Taek Soo perlahan mereda.

Bagian hitam itu perlahan menghilang.

Yang tersisa hanyalah abu kelabu.

Api yang sesaat mengubah langit malam menjadi merah keemasan itu telah membakar semuanya, berubah menjadi abu yang tersisa, lalu turun satu per satu dari langit.

Saat itulah.

[Uaaaaa----]

[Aaaah, aaaaaah---]

[Heu, aaaaaah----]

Suara tangisan terdengar.

Tak terhitung jumlahnya.

Setiap tangisan yang berbeda meledak keluar.

Kugugugu~-

Tanah berguncang.

Bukan, lantai yang menopang gunung bernama Han Taek Soo mulai hancur.

Lantai keras yang menyentuh punggung Cale.

Tempat yang berlumuran darah itu.

Makam bagi makhluk-makhluk yang dimakan oleh Han Taek Soo dan terpaksa menjadi tubuhnya.

Makhluk-makhluk yang memohon diselamatkan, yang mengeluh kesakitan, dan meneriakkan berbagai hal yang berbeda, semuanya mulai menangis.

Namun, yang terkandung dalam tangisan itu bukanlah keputusasaan dan penderitaan.

“Ah, ini-”

Mendengar suara tangisan itu, air mata sang Crazy Attention Seeker tanpa sadar mengalir.

Tidak ada lagi rasa jijik atau muak.

Emosi yang terkandung dalam tangisan itu bisa dirasakan.

Rasa lega dan kesedihan.

Saat semua makhluk hidup merasakannya,

“Ah~”

—Ah.

—Wah.

—Bisa gila rasanya.

Lantai yang hancur.

Gumpalan daging yang belum sempat terbakar mulai runtuh dan berjatuhan ke segala arah.

Kugugugu~-

Daging-daging itu seketika membusuk bersama kematian Han Taek Soo.

Seolah itu adalah hukum alam.

Di antara benda-benda yang membusuk itu, lantai pun terungkap.

Yang terlihat adalah sesuatu yang merah seperti darah.

Lantai-lantai itu satu per satu berubah menjadi butiran kecil.

Butiran kecil itu, semuanya adalah satu kehidupan.

Butiran-butiran berwarna darah itu membubung ke langit.

Abu kelabu yang turun ke bawah dan butiran merah yang naik ke langit.

Keduanya sama sekali tidak memancarkan cahaya.

Sebaliknya, pemandangan yang diciptakan oleh kedua warna itu tampak suram dan menyedihkan.

“Ah, benar-benar—”

Namun, sang Crazy Attention Seeker tidak bisa menghentikan air matanya.

Tuduk.

Abu kelabu menyentuh pipinya.

Dia bahkan tidak terpikir untuk mengusap abu itu.

Dia hanya berusaha merekam pemandangan yang terlihat dari balik air matanya ke dalam matanya dengan segala cara.

“......”

Sisa daging membusuk dan berubah seperti tanah.

Rasa jijik sebelumnya telah hilang, hanya tersisa rasa iba pada sisa-sisa daging tersebut.

Semua tentang Han Taek Soo menghilang,

Yang tersisa hanyalah jalan hitam yang tercetak jelas.

Hanya jalan yang dibuat oleh api yang tersisa dengan jelas di segala arah tanpa menghilang.

Kheookk.

Saat itu, mendengar suara di telinganya, sang Crazy Attention Seeker buru-buru mengarahkan kameranya.

Hoeeekkk!

Cale memuntahkan darah tanpa henti.

Darahnya benar-benar tidak mau berhenti.

Karena area mulutnya terlalu basah, dia mengangkat tangannya untuk mengusap darah, tapi sayangnya tangannya terlalu gemetar dan tak bertenaga, sehingga dia akhirnya menyerah.

‘Sudah beres.’

Namun, mata Cale tampak jernih.

Blink. Blink.

Tentu saja matanya terus terpejam dan terbuka seolah dia bisa pingsan kapan saja,

Tapi bagaimanapun, sorot matanya jelas.

‘Rasanya seperti mau hidup lagi.’

Tekanan yang diberikan oleh Han Taek Soo dan banyak makhluk di dalamnya.

Ditambah dengan usahanya mengendalikan Fire of Destrcution yang mengamuk tak terkendali sebisa mungkin.

Setelah terbebas dari semua itu, Cale merasa jauh lebih baik.

Jureureuk jureuk.

Meski darah mengalir, tubuhnya terasa lebih nyaman dari sebelumnya dan dia tidak merasakan sakit.

Terbebas dari keadaan yang seolah menghimpitnya, rasanya sangat menyegarkan.

“Heh-”

Tanpa sadar tawa keluar dari mulutnya.

—Wah, dia ketawa barusan?

—Astaga, berdarah-darah tapi masih bisa tertawa seperti itu!

—Pasti dia tersenyum karena lega sudah menyelamatkan semua orang. Sang Penyelamat Api!

—Lihat wajah gilanya itu. Makin bersinar karena kena darah.

—Orang ini berbahaya, ya?

Semua orang melihat hal itu.

—Hei. Sebenarnya aku lagi ngetik begini, tapi rasanya beneran terharu? Bangga? Tersentuh? Nggak tahu deh bilangnya apa, rasanya mau gila.

—Aku juga, wah, siapa yang tahu apa yang bakal Han Taek Soo lakuin ke depannya?

Namun Cale sudah melupakan mereka.

Dia tidak punya pilihan lain.

“Choi, Han-”

“Ya.”

“Ayo pergi.”

“...”

Choi Han melihat darah Cale yang tak hanya membasahi punggungnya, tapi juga mengalir ke lengannya.

Dia tahu betul ke mana Cale mengajaknya pergi.

Kantor pusat Transparent.

“Masih belum selesai—”

Kata-kata yang diucapkannya samar-samar sambil memuntahkan darah.

“...”

Choi Han memejamkan matanya erat-erat.

“Pergi ke mana maksud kamu! Ke mana kamu mau pergi! kamu harus ke rumah sakit sekarang!”

Sang Crazy Attention Seeker yang bergegas mendekat, berbicara dengan panik kepada Cale yang digendong Choi Han.

Blink, blink.

Namun, Cale menahan matanya yang terpejam lebih cepat dari sebelumnya, dengan susah payah membukanya dan melanjutkan kata-katanya tanpa melihat kamera di tangan sang Crazy Attention Seeker.

“Ini belum selesai~”

“Tapi darahnya...”

“Aku tidak apa-apa.”

Dia benar-benar tidak apa-apa.

Dia hanya tidak tahu berapa lama dia harus pingsan, tapi untuk saat ini dia baik-baik saja.

‘Ya. Tidak apa-apa.’

Lebih baik dari yang dia kira.

‘Aku sudah menggunakan kekuatan sampai batas tanpa memikirkan apa yang terjadi nanti, bukankah ini sangat baik?

Wadahku tidak hancur.

Nyawaku juga tidak terancam.

Paling hanya pingsan sebentar.’

Muntah darah sedikit,

Hal seperti ini. Dia bisa menahannya kapan saja.

‘Sial.

Sepertinya aku tambah kuat?’

Cale tersenyum puas.

Sekarang sepertinya dia sudah punya level yang cukup untuk melawan Kaisar Dua atau Kaisar Satu.

Ada untungnya memakan emas dan permata.

“......”

Cale yang gemetar sambil tersenyum mengatakan dia baik-baik saja.

Melihat pemandangan itu, sang Crazy Attention Seeker kehilangan kata-katanya.

“Ayo pergi.”

Choi Han membuka matanya yang terpejam.

Dia tidak bisa menolak keinginan Cale.

“Tuan Muda Cale!”

Saat itu, Rosalyn mengeluarkan alat komunikasi video.

“Ada pesan dari Tuan Raon!”

Saat pandangan Cale dan Choi Han beralih ke arahnya,

Rosalyn memunculkan jendela pesan.

<Manusia! Han Seo Hyung diculik!>

Hm?

Cale menahan kesadarannya yang seolah mau pingsan.

Ada yang aneh dengan pesan Raon.

<Han Seo Hyung minta tolong, tapi tidak bisa diselamatkan!>

Apa lagi maksudnya ini?

<Anak buah Kaisar Dua membawanya pergi!>

Kalau ini dia paham.

“?”

Saat keraguan muncul di wajah Cale,

Lantai 17 kantor pusat Transparent,

Raon mencatat perkataan yang disampaikan Putra Mahkota.

“Tolong sampaikan pada Cale bahwa kantor pusat aman.”

“Baik, Putra Mahkota!”

Huuk, huuk.

Alberu terengah-engah.

Melihat hal itu, Raon mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

Kwaaang!

Saat Alberu memecahkan jendela lorong dan mencapai koridor lantai 17,

“Sudah kuduga. Fived Colored Blood tidak akan tinggal diam.”

Alberu Crossman mengarahkan Pedang Matahari yang masih memancarkan cahaya ke arah Wind, anak buah Kaisar Dua.

Jeobeok, jeobeok.

Enam bawahan lain yang berdiri di belakang Wind juga ikut menatap.

“Uaaaaakh---”

Kedua kelompok itu berhadapan dengan gumpalan daging yang runtuh di tengah, sisa-sisa Han Seo Hyung.

Nyaaaaong!

Nyaaong.

“Mary, kami datang!”

Anak-anak rata-rata usia 10 tahun menyusul masuk melalui jendela lorong dan berdiri di samping Mary.

Ku-ung.

Dan Naga Emas raksasa menatap mereka tajam dari luar jendela.

Seolah siap mengayunkan cakar depannya yang besar untuk menghancurkan lantai 17 kapan saja.

“...Ah, ini benar-benar tidak mudah, ya.”

Meski begitu, Wind, anak buah Kaisar Dua, tetap tenang.

Bahkan terlihat santai.

Wajar saja.

—Putra Mahkota, kita kalah jumlah!

Musuh berjumlah 7 orang termasuk Wind.

Kemungkinan besar semuanya adalah Wanderer yang telah membangkitkan Kekuatan Unik.

“Ya. Ini tidak akan mudah.”

Alberu berkata dengan tenang di depan musuh.

“Karena kita pasti akan melindungi Sistem.”

Melihat bagaimana Cale Henituse bertarung di luar sana, setidaknya ini harus mereka pertahankan.

Dan anak buah Kaisar Dua adalah...

‘Musuh yang harus kita hadapi suatu saat nanti.’

Meskipun mereka lebih kuat.

Grrttt.

Tangan Alberu yang memegang pedang mengerat.

Posturnya memancarkan ketegangan yang siap menyerang kapan saja.

“Ehm. Mau bagaimana lagi.”

Sebaliknya, Wind melangkah maju dengan santai.

Hwiiii—

Angin berputar di sekelilingnya.

On yang tahu bagaimana angin itu berubah, melangkah maju.

Seuseuseu—

Kabut mulai menyebar di sekitar.

Racun Hong pun bercampur ke dalam kabut seolah itu hal yang wajar.

Hwiiii—

Raon juga memanggil angin.

Seolah siap menerbangkan kabut beracun itu bersama angin ke arah Wind dan enam musuhnya kapan saja.

Pft.

Wind terkekeh, lalu mengangkat kedua tangannya.

“Nah, sekarang...”

Berbeda dengan nada bicaranya yang santai,

“Mari kita mulai bekerja.”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya,

“!”

Mata Alberu membelalak.

Pandangannya tertuju melewati bahu Wind.

Hwiiii---

Angin raksasa yang diciptakan Wind berubah menjadi tangan dan menerjang mereka.

Seolah hendak menghempaskan semuanya sekaligus dan menuju Sistem di ujung lorong.

Melihat hal itu, Alberu melompat.

Bukan ke arah belakang tempat Sistem berada.

Melainkan ke depan.

‘Han Seo Hyung!’

Satu-satunya jejak yang tersisa dari Han Taek Soo.

‘Mereka mengincar Han Seo Hyung!’

Bukan Wind, melainkan beberapa musuh di belakangnya yang sedang menatap Han Seo Hyung.

Bukan menatap Sistem di balik bahu Alberu.

Begitu melihat hal itu, instingnya bereaksi.

‘Target mereka bukan Sistem!’

‘Han Seo Hyung, bajingan itu!

Benar saja, meskipun Han Taek Soo mati, selama Han Seo Hyung masih ada, Han Taek Soo yang baru bisa saja muncul lagi!’

Melihat keluarga Transparent yang diserap ke dalam tubuh Han Taek Soo, dan teringat pada anak terakhirnya, Han Seo Hyung, Alberu menyimpulkan bahwa akhir sebenarnya dari gumpalan daging ini adalah dengan menghabisi Han Seo Hyung juga.

Uuung---

Pedang yang memancarkan cahaya matahari bergerak.

Hwiiii---

Namun tangan angin itu terus merangsek maju.

Menjadi dinding raksasa...

‘Kekuatan Unik Kelas Transparent--?’

Ini pertama kalinya Alberu menghadapi langsung Kekuatan Unik Kelas Transparent, satu tingkat di bawah Kelas Fived Colored.

Saat menghadapi kekuatan itu, Alberu sadar bahwa dia tidak bisa mengalahkan tangan angin yang menjadi dinding ini.

“...!”

Saat itulah.

“Uaaaaaa---!”

Gumpalan daging yang runtuh, sisa-sisa Han Seo Hyung.

Dia melihat dua kekuatan melesat ke arahnya.

‘Tuan Eruhaben!’

Salah satunya adalah debu emas.

Eruhaben sang Naga Kuno tidak mungkin melewatkan apa yang ditangkap oleh Alberu.

Penilaian dari pengalamannya bertahun-tahun lebih cepat dari Alberu.

Debu emas langsung melesat ke arah Han Seo Hyung, sementara wujud aslinya berubah kembali ke wujud Polimorf dan melesat ke arah musuh.

Dan satu kekuatan lagi.

‘Pohon!’

Akar pohon melesat ke arah Han Seo Hyung.

Cabang pohon yang menjulur dari salah satu Wanderer di belakang Wind.

‘Cepat!’

Namun Eruhaben lebih cepat.

“Uaaaaaa---!”

Han Seo Hyung yang meratap aneh, seolah melihat semua kejadian itu, menatap tepat ke arah Alberu.

“!”

Dari balik daging yang meleleh, wajah Han Seo Hyung muncul.

Wajah bergetar yang nyaris tidak bisa mempertahankan bentuknya itu membuka mulut.

“Tolong... selamatkan aku...”

Apa?

Wajah Alberu menegang.

“Aku, aku, aku akan menjadi manusia-”

Namun, Wanderer lainnya sudah bergerak.

Musuh yang melihat debu emas Eruhaben langsung bereaksi.

Sangat cepat dan akurat.

‘Air—’

Semburan air melesat,

‘Api.’

Air dan api menuju wujud asli Eruhaben,

Pajik!

Tanah yang melonjak dari lantai koridor menjadi dinding dan menahan debu emas Eruhaben.

Kekuatan mereka semuanya adalah Kelas Transparent.

‘Jangan-jangan—’

Wajah Alberu menegang kaku.

7 bawahan Kaisar Dua.

Termasuk Wind, 7 bawahan.

7 Wanderer yang menggunakan angin, api, air, tanah, dan lain-lain.

Masing-masing dari mereka memiliki Kelas Transparent.

Menyadari betapa kuatnya musuh yang harus dikalahkan untuk melawan 7 bawahan Kaisar Dua, Alberu menggigit bibirnya.

Dia menghentikan langkah majunya.

Itu adalah keputusan sepersekian detik.

Dan bukan hanya dia yang membuat keputusan itu.

“Harus buat perisai!”

Raon langsung membuat perisai.

On, Hong, dan Mary segera mengambil posisi bertahan.

“Sial!”

Eruhaben buru-buru membuat perisai dan menahan api dan air yang mendekat.

Kwaaaaa---

Diiringi suara gemuruh, tubuhnya terhempas ke belakang.

“Uwaaaa, selamatkan---”

Han Seo Hyung yang terjerat cabang pohon ditarik ke arah Wanderer di belakang Wind.

Uuung---

Lingkaran teleportasi sudah aktif di atas mereka.

“Fufu, keputusan yang bagus.”

Wind berkata sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Han Taek Soo sudah berakhir, dan Cale Henituse akan datang ke sini.

“...Sepertinya akan sulit mendapatkan Sistem.”

Dia tersenyum ke arah musuh yang bersembunyi di balik perisai.

“Tanpa Cale Henituse, kalian bukan apa-apa, kan?”

Bersamaan dengan kata-katanya, lingkaran teleportasi aktif.

Uuung---

Cahaya terang menyelimuti mereka.

Saat itu, Wanderer di belakang Wind buka suara.

“Ini tidak akan mudah.”

Suara kecil itu hanya terdengar oleh para Wanderer dan Wind.

“Hm?”

Ada sesuatu di mata Wind saat dia bertanya balik.

Lalu suara lain terdengar dari belakang.

“Dia menghindari tanahku.”

Tuduk.

Han Seo Hyung, gumpalan daging yang saling menempel.

Sebagian dari gumpalan itu jatuh ke lantai.

Di permukaan potongan daging itu, terdapat debu emas.

Pandangan Wind beralih ke Eruhaben yang terlempar.

“Uuh, hidup, hidup...”

Tak ada satu pun Wanderer yang mendengarkan ucapan Han Seo Hyung.

“...”

Dengan tatapan dingin, Wind menatap Eruhaben yang kembali mendekat, sebelum akhirnya...

Paaat!

Menghilang bersama cahaya terang.

Setelah teleportasi selesai, tak ada satu pun Wanderer yang tersisa di sana.

“...Tuan Eruhaben.”

Alberu juga menatap gumpalan daging di lantai sambil buka suara.

“Apa kamu menyadari sesuatu?”

Pertarungan dalam sekejap.

Di tengah pertarungan itu, sang Naga yang telah hidup lama menghindari dan menembus Kekuatan Unik Kelas Transparent dan menyadari cara untuk mencapai targetnya, meskipun hanya sebagian.

“Aku sedikit paham sekarang.”

Eruhaben menyunggingkan senyum sinis.

Senyum yang cukup arogan.

“Kekuatan Unik ini, mirip dengan Atribut Naga.”

Heavenly Demon, satu-satunya anggota kelompok Cale yang membangkitkan Kekuatan Unik.

“Aku harus bicara dengan Heavenly Demon.”

Setelah itu, mungkin akan ada jalan keluar.

“Bisakah kamu menjadi lebih kuat?”

“Mungkin?”

Ketika Alberu bertanya apakah dia juga bisa menjadi lebih kuat, Eruhaben memberikan jawaban yang meski tidak pasti, tapi bernada positif. Alberu pun mengangguk.

“Ayo kita bereskan ini dulu.”

Setelah itu, Raon langsung menghubungi Rosalyn.

Cale melihat pesan yang dikirim Raon.

<Intinya, kantor pusat Transparent sekarang aman! Putra Mahkota menyuruhku menyampaikannya!>

Mereka kehilangan Han Seo Hyung seutuhnya.

Anak terakhir Han Taek Soo belum tamat.

Namun mereka berhasil melindungi Sistem.

Setidaknya mereka telah melindungi New World dan Bumi 3.

<Manusia, tenanglah dan istirahat dulu!>

Namun pesan terakhir Raon tidak tersampaikan pada Cale.

Hueekk!

Cale kembali memuntahkan darah.

Memang tidak sakit.

Hanya saja,

‘Wah...’

Sekarang benar-benar...

‘Ini batasnya.’

Dia tidak bisa menahan matanya yang terus terpejam.

“Ah, tidak boleh-”

Cale bergumam mengucapkan sesuatu, namun suaranya tertutup oleh darah yang tumpah seperti air bah.

“Tuan Muda Cale!”

Rosalyn memanggilnya, namun Cale tetap...

[ Hiks, darahnya keluar terus. ]

Mendengar suara kakek cengeng yang mengurus regenerasi,

[ Kalau begini, pas bangun pun bakal terus berdarah, bisa anemia nanti, hiks. Gawat. ]

Cale tetap,

Pingsan.

Kedua tangannya yang kehilangan tenaga terkulai lemas ke bawah.

Jureuk.

Darah terus mengalir dari mulutnya.

Tentu saja, semua itu masih disiarkan secara langsung.

Baik di Bumi 3, maupun di New World.

Pemandangan Cale yang pingsan sambil terus mengeluarkan darah tersiarkan secara utuh.

****

Lalu Cale membuka matanya.

Langit-langit rumah sakit memasuki pandangannya.

Rasanya cukup menyegarkan, seolah baru saja tidur nyenyak.

Hueekkk.

Dan dia masih memuntahkan darah merah kehitaman.

“Manusia ini bangun setelah 3 jam! Tapi dia masih berdarah! Berdarah setiap satu jam! Sungguh ajaib dia masih hidup dengan darah sebanyak ini! Walau tidak boleh takjub, tapi ini benar-benar menakjubkan! Ini tidak masuk akal!”

Mendengar suara Raon yang menangis tersedu-sedu, Cale menyadari kenyataan.

[ Hiks, efek sampingnya terlalu besar. Kamu harus terus berdarah selama sekitar 5 hari. Hiks. ]

Si cengeng masih saja menangis.

“Ah.”

Harga dari bertindak tanpa memikirkan konsekuensi benar-benar besar.

.

Dukung translator disini : 
Donasi disini : THR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Daftar Novel Children of the Holy Emperor