Trash of the Count Family Book II 525 : Lautan Keputusasaan
Cahaya itu turun tanpa suara. ——! Jelas terlihat seperti petir, tetapi warnanya berbeda—merah keemasan, bukan kilat biasa. Tak terhitung banyaknya cahaya merah keemasan menghantam laut. Langit dipenuhi awan gelap. Laut tertutup warna abu-abu dan biru tua. Seolah seluruh dunia berubah menjadi kelabu, seakan berada di ambang kehancuran. Namun cahaya merah keemasan itu turun, seakan menghubungkan langit dan laut. “Ah.” Tanpa sadar, orang-orang memejamkan mata. Cahaya itu terlalu jelas, terlalu indah, hingga mata refleks tertutup. “Ah—” Namun setelah sekejap berlalu dan mata kembali terbuka, yang keluar dari mulut mereka hanyalah seruan kagum. “…Api.” Itu adalah api. Di laut. Yang jelas-jelas menyala di atas permukaan air laut itu—adalah api. Satu demi satu. Di tempat-tempat yang dihantam petir merah keemasan, api kecil mulai menyala. Tampak seperti api unggun kecil, tetapi api yang berkelip merah keemasan itu sungguh indah. “Eh?” Saat melihat api ...