Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 4, 2026

Trash of the Count Family Book II 525 : Lautan Keputusasaan

Gambar
Cahaya itu turun tanpa suara. ——! Jelas terlihat seperti petir, tetapi warnanya berbeda—merah keemasan, bukan kilat biasa. Tak terhitung banyaknya cahaya merah keemasan menghantam laut. Langit dipenuhi awan gelap. Laut tertutup warna abu-abu dan biru tua. Seolah seluruh dunia berubah menjadi kelabu, seakan berada di ambang kehancuran. Namun cahaya merah keemasan itu turun, seakan menghubungkan langit dan laut. “Ah.” Tanpa sadar, orang-orang memejamkan mata. Cahaya itu terlalu jelas, terlalu indah, hingga mata refleks tertutup. “Ah—” Namun setelah sekejap berlalu dan mata kembali terbuka, yang keluar dari mulut mereka hanyalah seruan kagum. “…Api.” Itu adalah api. Di laut. Yang jelas-jelas menyala di atas permukaan air laut itu—adalah api. Satu demi satu. Di tempat-tempat yang dihantam petir merah keemasan, api kecil mulai menyala. Tampak seperti api unggun kecil, tetapi api yang berkelip merah keemasan itu sungguh indah. “Eh?” Saat melihat api ...

Trash of the Count Family Book II 524 : Lautan Keputusasaan

Gambar
Suara tangisan yang ganjil itu membekukan hati semua orang. Grrrooooaaaa— Kkhhaaaaaaargh— Seolah seluruh tubuh tiba-tiba tenggelam dalam laut yang dingin, perasaan seperti jantung akan membeku. Syaaaaa— Tak terlihat dan tak dapat disentuh, namun tangisan itu menumpang angin yang menyapu hutan, tanah, dan manusia sekaligus. Sesuatu dengan wujud yang tak dapat dipahami. “A… ah?” “…Ah. Ugh…” Tubuh mengeras. Bulu kuduk berdiri. Jantung terasa seperti membeku. Dan— “Kenapa… kenapa jadi begini?” Perut terasa mual. Ingin menangis. Tidak—takut. Tidak, ini ketakutan yang lebih dalam. “Huk, huk.” Napas seseorang menjadi sesak. Dia—Jenderal 12, mantan pengguna—mengangkat kepalanya menatap langit. ========== —Hei. Kenapa Jenderal 12 begitu? —Wajahnya serius banget? —Tidak. Apa yang terjadi di langit sana? —Hei, lihat orang lain di layar juga. NPC atau user, ekspresi mereka semua aneh. —Kalian lihat siaran lain? —Kenapa? —Orang-orang yang ngga...

Trash of the Count Family Book II 523 : Lautan Keputusasaan

Gambar
“Celaka.” Dewa Kematian yang selama ini bersembunyi, tiba-tiba berdiri tegak. Pandangan matanya terangkat ke langit. Langit yang sebelumnya dipenuhi gemuruh, kini sunyi senyap. “Pak Kepala Departemen, ada apa?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh Choi Jung Soo, yang memanggil jabatan saat bekerja. Dewa Kematian—yang sedang berinkarnasi di tubuh Jenderal Agung—menjawab dengan wajah tanpa ekspresi. “Tidak merasakannya?” Ekspresi yang biasa ia perlihatkan saat mengeksekusi kematian. Melihat itu, Choi Jung Soo langsung menutup mulutnya. “……!” Sesaat kemudian, pandangannya jatuh ke lengannya sendiri. Seluruh tubuhnya meremang. “Pak Kepala Departemen… apa yang sedang terjadi?” Dewa Kematian tidak menjawab. Ia hanya menutup mata, lalu berkata, “Asisten Choi. Ketua Tim Lee. Pergilah selamatkan orang-orang.” Ekspresi Choi Jung Soo dan Lee Soo Hyuk berubah. “Aku akan tetap bersembunyi dengan baik.” Dewa Kematian berbicara dengan suara serius tanpa sedikit pun na...