Postingan

Featured post

Trash of the Count Family Book II 587 – Ketika Seseorang Bodoh

Gambar
Cale, atau yang saat ini adalah Kim Rok Soo, mendongakkan kepalanya. Baik perawakan tubuh maupun wajahnya, saat ini dia sama sekali bukan Cale Henituse. Dia menatap satu per satu rekan-rekannya. "Tuan Cale—" Choi Han menatapnya dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa cemas. "……" "……" Rekan-rekan yang lain tidak banyak bicara. Beacrox memperhatikan tangan, postur tubuh, dan setiap jengkal penampilan Kim Rok Soo sebelum akhirnya memalingkan wajahnya dengan ekspresi acuh tak acuh ke arah Incheon. Naga Kuno, Eruhaben, menatap Kim Rok Soo dalam diam. Setelah beberapa saat didera keraguan, dia akhirnya membuka mulut. "Hidupmu pasti sangat malang." Setelah mengatakan itu, dia memalingkan kepalanya. "Tuan Muda." Tepat pada saat itu, Mary memanggil Kim Rok Soo. Di dalam jubah hitamnya, di antara bayang-bayang yang membuat wajahnya sulit terlihat, sepasang matanya tampak berkelebat samar. Tatapan mata yang sepenuhnya ...

Trash of the Count Family Book II 856 – Ketika Seseorang Bodoh

Gambar
Sraaaa— Angin berembus. Eruhaben merasakan embusan angin yang menerpa dirinya yang kini telah berdiri tegak. 'Melakukan sesuka hati.' 'Kembali menjadi muda.' 'Bertindak sesuai temperamen.' Dan, menjadi layaknya seekor Naga. Bukan sembarang Naga, melainkan sosok yang mencerminkan sang Naga Kuno, Eruhaben. "Benar juga." Ya, itu benar. Jika dia menahan diri dan tidak bertindak sesuai temperamennya lalu malah jatuh sakit, itu akan sangat merepotkan. Terutama di tempat bernama alam bawah sadar ini, sebuah tempat yang memberikan pengaruh besar pada hati seseorang. 'Bayangan hati yang seperti ini tidaklah baik—' Bukan, bukan begitu. Dia bahkan tidak seharusnya memikirkan hal semacam itu lagi. "Wah." Naga Kuno Eruhaben melepaskan desahan penuh kekaguman. "Karena sudah menua, pikiranku jadi terlalu banyak." Ya. Pikirannya telah menjadi terlalu banyak. Seiring bertambahnya hal yang dia ketahui, as...

Trash of the Count Family Book II 585 – Ketika Seseorang Bodoh

Gambar
Cale mengeluarkan sebuah kotak transparan dari dalam kantong sub-ruangnya. Hummmm─ Hummm~ Beliung yang membusuk itu bergetar halus. (tl/n : beliung/kapak itu benda yang sama.) "Ah." Pria tua yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang penunjuk jalan itu melepaskan desahan pendek penuh kekaguman. Tak. Tak. Sambil mengarahkan tongkatnya di depan, dia berjalan dengan tepat ke arah kapal tempat Cale berada. Cale memperhatikan hal itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah kotak. Kemudian dia mengangkatnya. "Hmm." Sambil mengembuskan napas pendek, Cale membuka kotak tersebut. Klik. "Sudah kuduga." Tepat pada momen ketika desahan kecil lolos dari mulutnya... "Eh?" Dewa Kematian tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Mary, sang Necromancer, juga ikut terkagum-kagum. "Ada bau harum yang tercium." Benda Suci Beliung yang tadinya memancarkan bau busuk yang sangat menyengat, entah bagaimana sekarang jus...