Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 26, 2025

Trash of the Count Family II 494 : Dewa Kematian

Gambar
Tatapan Cale yang diarahkan ke Ron sekilas tampak sangat mirip dengan seorang anak laki-laki kecil yang hendak dimarahi oleh ayahnya. Dan Ron pun tentu menyadarinya. Meski Cale sendiri tampaknya tidak menyadarinya. “Benar-benar sama,” ucap Ron. “Hah?” Ron menuangkan kembali anggur ke dalam gelasnya, lalu duduk di samping Beacrox dan di hadapan Cale sebelum berbicara lagi. “Tatapan kamu sekarang… persis seperti tatapan yang kamu berikan padaku ketika masih kecil—tepat sebelum kamu dimarahi.” Benar. Ketika masih kecil, Tuan Mudanya ini tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu di hadapan sang Count—tidak, di hadapan Duke Henituse. Namun, di hadapan dirinya, ekspresi seperti itu kadang muncul. Dan itu persis seperti ekspresi Beacrox ketika membuat masalah. Ron tidak mungkin tidak mengenalinya. Ia tahu betul bagaimana Tuan Muda memandang dirinya kala itu. “Dan waktu itu, aku pura-pura tidak tahu.” Meski Tuan Muda di depannya belum meneguk anggurnya, dan tida...

Trash of the Count Family Book II 493 : Dewa kematian

Gambar
“...Sang Penyelamat?” Begitu tatapan Kepala Administrator kota yang memanggilnya dengan hati-hati bertemu dengan mata Cale— ‘Baiklah.’ Dia sudah memutuskan. ‘Mari hindari yang terburuk.’ Pemandangan di mana kekuatan Dewa Iblis memberkahinya seolah merestui Cale yang melakukan ritual pemurnian di depan banyak iblis—itu adalah sesuatu yang harus dihindari. Alih-alih memasukkan kembali lencana itu ke dalam sakunya, Cale menggantungkannya secara asal pada bajunya agar terlihat, lalu membuka mulutnya. “Terima kasih atas sambutannya.” Senyum lembut dan hangat untuk mencapai tujuannya muncul begitu saja di bibirnya. — Manusia, kenapa kau senyum begitu? Barusan mau gila, sekarang malah senyum seperti mau menipu seseorang! Cale mengabaikan kata-kata Raon dengan ringan. Karena sekarang— ‘Waktu!’ Mulai sekarang, waktu adalah hal yang paling penting. “Syukurlah! Semua warga kota kami telah menantikan kedatangan Sang Penyelamat—” “Ya. Aku mengerti perasaan itu.” Cale...

Trash of the Count Family Book II 492 : Dewa Kematian

Gambar
Sebenarnya, Cale tetap berbicara dengan tenang dan perlahan kepada Dewa Iblis. Ia berharap percakapan itu tidak terdengar oleh orang-orang di sekitarnya maupun para iblis, jika memungkinkan. “……” “……” Namun para pendeta—yang mengetahui seluruh kejadian yang berlangsung di dalam kuil maupun situs peninggalan—dan para prajurit hebat dengan kemampuan fisik luar biasa, termasuk Clopeh, serta Raja Iblis terakhir— Mereka semua, tanpa terkecuali, mendengar kata ini. ‘Berikan.’ ‘Sedikit saja.’ Perlu diketahui, tidak seorang pun dapat mendengar suara Dewa Iblis. “Ah. Betapa merepotkan.” Namun, suara Cale terdengar begitu jelas. “...Uh—” Salah satu prajurit yang tengah bersiaga tanpa sadar mengernyitkan dahi dan membuka mulutnya. Ekspresinya memancarkan keterkejutan, kebingungan, serta amarah sekaligus. Dewa Iblis. Bagaimana mungkin seseorang menampilkan sikap begitu lancang di hadapan sosok yang begitu agung dan luhur? Sekalipun ia adalah Sang Penyelamat— Pfft....

How to Protect the Heroine’s Older Brother Episode 15

Gambar
* * * Saat mengambil seorang wanita, Lante Agriche mempertimbangkan berbagai persyaratan. Yang dimaksud di sini ialah dia tidak hanya memiliki wanita yang begitu cantik hingga hatinya hancur. Kenyataannya, ibu-ibu aku adalah wanita yang tidak memiliki banyak kesamaan. Kecantikannya beragam, mulai dari wanita yang mempesona seperti ibu aku hingga wanita yang sepucat karung. Kepribadian wanita-wanita itu beragam, ada yang berani dan murah hati bagaikan singa betina, hingga yang pendiam dan pasif bagaikan tanaman rumah kaca. Sampai sekarang, aku hanya berpikir, ‘Selera orang ini tidak mungkin diketahui,’ tetapi ternyata tidak demikian. Akhirnya, aku menyimpulkan bahwa Lante Agriche mengambil wanita-wanita dengan segala macam bakat sebagai istrinya, seolah-olah sedang melakukan berbagai eksperimen genetika. Tapi kupikir alasan ibuku menarik perhatiannya pastilah karena ‘kecantikannya’. Bukan hak putriku untuk mengatakan hal-hal seperti itu, tetapi itulah satu-satunya hal ...