Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 10, 2026

Trash of the Count Family Book II 575 : Campur Aduk

Gambar
“Tomat hijau~! Matahari menyapa mereka~” Putra Mahkota Alberu Crossman—bukan, Pak Guru Alberu yang bertanggung jawab atas Kelas Batu—sedang bernyanyi. “Wah! Beacrox kecil, tomat hijau~?” “...Ma, ta, ha, ri, me, nya, pa, me, re, kaaa.” “Pintar sekali~! Tepuk tangan!” Prok prok prok. Cale ikut bertepuk tangan untuk saat ini. Beacrox kecil terus-menerus mengusap wajahnya yang penuh dengan lemak pipi tembam menggunakan sarung tangan putihnya. “Mary kecil, mau coba menyanyikan baris berikutnya?” “Tomat hijau yang tersenyum riang~ berubah menjadi merah!” Wah, Mary pandai menyanyi. Cale mengacungkan jempolnya. Mary bertepuk tangan mengikuti irama sambil menundukkan kepalanya yang tertutup jubah sebagai tanda terima kasih. Mary kecil masih mengenakan jubah, namun dia tampak sangat senang. Melihat pemandangan itu, bayangan Mary di mimpi sebelumnya seolah memudar, membuat senyum tipis tersungging di bibir Cale tanpa sadar. Prok prok prok. Di tengah suara tepuk tan...

Trash of the Count Family Book II 574 : Campur Aduk

Gambar
Mimpi adalah sebuah dunia di mana segala hal—masa lalu, masa depan, imajinasi, dan sisi batin—bercampur aduk menjadi satu. Itulah yang dikatakan oleh Dewa Kematian. Tes. Tes. Sial. Cale bangkit berdiri sambil mencengkeram pinggangnya. “Huu.” Dia mengembuskan napas pendek. Sakit. Rasa sakitnya terasa sangat nyata. Dia memejamkan mata. Dia mengingat kata-kata Dewa Kematian. “Cale, kau harus menyadari terlebih dahulu bahwa dunia ini bukan kenyataan melainkan mimpi.” Mulai saat itu, ‘rekan-rekan’ yang lain juga bisa menyadari bahwa mereka berada di dalam mimpi. “Begitu menyadarinya, mereka semua akan mencarimu.” Katanya itu adalah hal yang pasti terjadi. Karena Cale adalah pemilik mimpi ini. Bagaimanapun juga, selama Cale bergerak di dalam mimpi, dia pasti akan bertemu dengan rekan-rekannya. ‘Kasus Nomor 871.’ Cale dengan cepat memahami situasi saat ini. Dia memanggil rekaman ingatan di kepalanya. ‘Sebelum Ketua Tim Lee Soo Hyuk tiba.’ Saat ini, ‘a...

Trash of the Count Family Book II 573 : Demi Saat Itu

Gambar
“Tidak boleh.” Cale berkata dengan tegas, dan... “!” “!” “…….!” Pupil mata anak-anak rata-rata usia 10 tahun itu bergetar. On, Hong, dan Raon. Ketiganya menatap Cale dengan penuh harap, namun Cale tidak bergeming sedikit pun. “Ehehe!” Saat itu, terdengar suara tawa. Anak-anak rata-rata usia 10 tahun itu menoleh. Adik angkat pertama dari Kaisar Tiga, sang Wanderer Uho, sedang menatap kosong ke udara sambil tertawa. “Di sana berbahaya.” Anak-anak itu terdiam mendengar kata-kata Cale yang mengulangi apa yang baru saja mereka katakan. Dewa Kematian telah mengatakan bahwa tempat itu sangat berbahaya. Kata-kata itu berarti tempat tersebut berbahaya bagi Cale, tapi juga berbahaya bagi anak-anak rata-rata usia 10 tahun itu. “Ehem. Khem!” Dewa Kematian berdehem dan membuka suara. “Cale pasti mengkhawatirkan kalian! Dan sejujurnya, dia mungkin tidak akan punya tenaga lebih untuk melindungi kalian di sana.” Hong memajukan bibirnya dan bergumam. “Kami juga t...