Terjemahan sendiri. Sumber diambil dari RAW Bahasa Korea.
Kalau mau copas tolong tanya dulu bisa via gmail atau masuk ke grup telegram, jangan asal nyomot ya~
Link Daftar Novel Terjemahan tukang_translate 1. a. Trash of The Count Family Book 1 [END] b. Trash of The Count Family Book 2 Chapter 1-200 c. Trash of The Count Family Book 2 Chapter 201- 2. Broken Ring : This Marriage Will Fail Anyway [END] 3. I Thought My Time Was Up [END] 4. Problematic Prince [END] 5. Villainous Husband Over There [END] 6. a. Cry, Even Better If You Beg 1-100 b. Cry, Even Better If You Beg 101-END [END] 7. Duke, Please Repent [END] 8. a. S-Class That I Raised [END] b. S-Class That I Raised Side Story [Continued0 9. Solo Farming In The Tower [STOP] 10. a. Isn’t Being A Wicked Woman Much Better? 1-120 b. Isn’t Being A Wicked Woman Much Better? 121- [END] 11. a. My Daddy Hides His Power ...
Begitu mendengar suara tangisan itu, Cale langsung menghentikan langkahnya. "……" Sangat akrab. Suara ini benar-benar terasa sangat familiar. "Tuan Muda." Beacrox yang berdiri di belakang Cale bisa melihat pria yang pinggangnya dililit benang emas itu berdiri mematung dalam lamunan. "Tunggu sebentar." Cale perlahan mundur ke belakang. "!" Mata Beacrox melebar. Tanpa disadari, keringat dingin sudah membanjiri dahi Cale. 'Padahal kita bahkan belum masuk ke dalam hutan.' Saat ini Cale, Mary, dan Beacrox masih berada tepat di depan gubuk. Cale baru saja menapakkan langkah pertamanya ke dalam kabut yang tipis. 'Benar, kabut tipis.' Itu bahkan bukan kabut pekat yang terlihat di kejauhan sana, melainkan area tipis yang jarak pandangnya masih mudah dipastikan. "Apa yang kamu dengar?" Atas pertanyaan Beacrox, Cale memejamkan mata lalu membukanya kembali. "Keluarga." Hmm. Saat Beacr...
Berkobar. Malam yang sehitam pekat. Di bawah langit itu, kobaran api yang menyala-nyala tampak begitu jelas. Kilatan warna merah pekat yang alih-alih memberikan terang, justru hanya memancarkan aura tidak menyenangkan. “Di sini.” Sebuah lorong hitam muncul saat mereka turun ke bawah batu nisan Jour Thames, ibu kandung Cale. Perjalanan melewati lorong itu tidak memiliki keistimewaan tersendiri. “Bagaimana bisa dia menghubungkan mimpi orang lain dengan begitu stabil?” Dewa Kematian yang mendampingi mereka merasa kagum. Saat mereka keluar ke permukaan tanah setelah melewati lorong gelap yang begitu stabil tersebut... ‘Panas.’ Rasanya panas. “Di sinilah makam kakekku berada.” Makam keluarga di atas bukit kecil yang terletak di belakang kediaman yang diselimuti api. Saat berdiri di sana, entah mengapa rasa panas dari api itu bisa terasa. Cale melihat ke samping. Hilsman palsu. Berbeda dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tubuhnya mulai basah kuyup. Tampak...
Suara kekuatan kuno tidak terdengar. Ku-ung. Jantung tiba-tiba berdetak kencang. Tidak, hanya detak jantung yang bisa dirasakan. Hampa. Itu adalah sensasi yang aneh. ‘ Seolah-olah segala sesuatu tentang diriku sedang dikosongkan. ’ Ku-ung. Hanya detak jantung yang perlahan menjauh. Seolah-olah tenggelam ke dalam tidur yang nyenyak— Grep. ……! Cale seketika tersadar. Dewa Kematian. Kekuatan ditekankan pada tangan yang menggenggam Cale. Ini pertama kalinya. Setelah melangkah ke dalam alam bawah sadar, ini pertama kalinya dia menyadari sesuatu. Begitu menyadari hal itu, tanpa sadar Cale menggunakan tangannya yang lain untuk mencengkeram tangan Beacrox. Dan dia menyadarinya. ‘ Kekuatan di tangan sedang menghilang. ’ Cale bisa tahu saat menggenggam tangan Beacrox, bahwa kekuatan di tangan Beacrox sedang menghilang. Plic. Terasa Beacrox tersentak. Cale menggenggam erat tangan itu. Dengan maksud agar Beacrox juga melakukan hal yang sama. “ Jangan...
Dewa Kematian merespons dengan sikap acuh tak acuh. "Mungkin hanya sekadar hujan malam yang tidak terduga?" Mendengar reaksi itu, Cale juga menjawab dengan santai, "Mau aku tenggelamkan ke laut?" "Uhhh!" Suara Dewa Kematian langsung meninggi dan bicaranya menjadi cepat. "Bukan begitu, aku kan sudah memberi tahu Raon, On, dan Hong cara untuk menghubungimu tepat satu kali! Tapi jika metode ini digunakan, itu sama saja dengan memakai satu kali kekuatanku. Mereka pasti menghubungimu karena tahu ini adalah informasi yang sangat penting, kan?" Dia memastikan tulisan di catatan yang ada di tangan Cale, lalu mengangguk-angguk. "Wah, anak-anak itu pintar sekali! Benar, jika informasinya seperti ini, mereka memang harus menghubungimu!" Plok! Dia bertepuk tangan. "Melihat ada kata 'serangan', sepertinya pihak Kaisar Dua sudah mulai bergerak, dan tampaknya mereka akan menyerang Dunia Mimpi sekaligus Cotton Candy ...
Komentar
Posting Komentar