S-Class That I Raised SS-001 Han Yoojin dan 50 Hunter Kelas S
Dua pilar putih bersih yang dipenuhi bunga-bunga bermekaran berdiri
megah. Altar bertingkat yang berada di antara kedua pilar itu juga berwarna
putih tanpa noda sedikit pun. Langit-langit kaca yang melengkung tinggi
dipadukan dengan lampu gantung kristal yang berkilauan. Han Yoohyun
melangkahkan kakinya di atas karpet merah membara yang membentang membelah aula
pernikahan yang dihujani cahaya itu.
Dengan tubuhnya yang tinggi semampai, bahu yang lebar, dan setelan jas
putih yang melekat pas membentuk siluet tubuhnya yang kekar, Han Yoohyun
dihampiri oleh Park Yerim yang terbang mendekat sambil membawa buket bunga.
Dari sekian banyak buket bunga yang memenuhi kedua lengannya, Park Yerim
menyodorkan salah satu ke arah Han Yoohyun.
“Bagaimanapun juga, selamat atas pernikahanmu, Han Yoohyun.”
Han Yoohyun menerima buket yang terbuat dari bunga-bunga biru itu dalam
diam. Dari arah belakangnya, Moon Hyunah yang juga mengenakan setelan jas yang
tak kalah menawan, ikut melangkah mendekat.
“Cocok sekali denganmu, Tuan Muda. Kalau Kakakmu melihat ini, dia pasti
sudah bercucuran air mata.”
“Kakak juga, ini bagianmu. Aku menyiapkan yang warna merah~”
“Terima kasih. Sungguh tak disangka, dalam hidup ini aku bisa berdiri
bersama Han Yoohyun di sebuah aula pernikahan. Bahkan dalam mimpi pun aku tidak
pernah membayangkannya.”
“Aku juga sama kok. Ah, Kak Soyoung!”
Park Yerim kembali terbang dengan sibuk. Orang yang muncul kali ini
adalah Kang Soyoung yang mengenakan gaun pengantin berhiaskan corak hitam dan
emas. Setelah menerima buket bunganya, Kang Soyoung mengedarkan pandangan ke
sekeliling sebelum akhirnya tersenyum lebar ke arah pintu masuk.
“Kak Riette! Kak Noah!”
“Sayangku~ Manis sekali!”
“Halo.”
“Uwaaa, aku bahagia sekali! Meskipun aku tidak menikah dengan kalian
berdua, tapi ini tetap yang terbaik!”
Di saat Kang Soyoung sedang berputar-putar gembira melihat sepasang
kakak beradik yang mengenakan pakaian formal itu, Baek Yerim melangkah
mendekati seorang pria yang berdiri di sudut ruangan dengan aura yang suram.
Kemudian, dengan ekspresi yang seolah menyemangati, dia menyodorkan sebuah
buket bunga lily yang besar.
“Pernikahannya akan selesai dengan aman dan lancar, jadi jangan terlalu
khawatir, Paman Pegawai Negeri.”
Song Taewon menghela napas panjang dan berat. Berharap tidak akan
terjadi apa-apa di pesta pernikahan yang dipenuhi oleh para Hunter kelas S
seperti ini adalah hal yang mustahil. Itu sama saja bodohnya dengan melemparkan
sebongkah daging di hadapan sekumpulan binatang buas yang kelaparan, lalu
berharap mereka akan mengantre dan makan dengan sopan serta penuh tata krama.
“Tapi setidaknya kan tidak ada Paman Seseong di sini? Lagipula, ini
semua demi paman kami.”
“…Ya. Ini demi Han Yoojin-ssi. Karena itu, saya hanya berharap semua
orang bisa menjaga batasannya.”
Kedua orang itu secara bersamaan menoleh ke arah pintu masuk aula.
Hunter tingkat tinggi lainnya mulai berdatangan satu demi satu. Mereka semua
adalah wajah-wajah yang familier.
“Semuanya! Kalian semua terlihat sangat tampan dan cantik!”
Myeongwoo tertawa riang sambil memekik kegirangan. Dia yang tadinya
berpikir sudah muak dengan hal-hal berbau gaun pengantin, kini tampak menikmati
suasana. Di belakangnya, terlihat pula sosok Samir dan Isabella. Park Yerim
menyambut mereka dengan gembira dan membagikan buket bunga yang cocok untuk
mereka.
“Ketua Guild Haeyeon, Hunter Park Yerim! Kalian terlihat sehat seperti
biasanya!”
Shishio menyapa kedua orang yang sudah dia anggap seperti keluarganya
sendiri itu sambil melayangkan pandangan ke sekeliling.
“Jangan bilang kalau Peace tidak ikut dalam acara seperti ini.”
“Peace akan segera datang bersama anak-anak. Untuk Paman Singa, ini
buket bunga matahari yang mirip surai singa!”
Hunter kelas S lainnya dari Guild Amaterasu yang datang bersama Shishio
juga ikut menyapa Park Yerim. Evelyn melangkah masuk ke aula dengan pakaian
yang sangat rapi meskipun dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang
terlihat malas, disusul oleh Emily yang memimpin para Hunter kelas S yang
pernah berjuang bersama Han Yoojin.
“Kenapa kalian semua memakai gaya Barat? Lihat Hwalot (pakaian pengantin
tradisional Korea) milikku ini!”
Yoon Yoon yang tiba-tiba muncul di udara, menari-nari dengan riang
sambil mengibaskan ujung pakaian merahnya. Tak lama kemudian, Hwangrim keluar
seolah sudah menunggu momen ini, lengkap dengan pakaian pernikahan tradisional
Tiongkok.
“Haha, memang pakaian tradisional adalah yang terbaik!”
“Bisa-bisanya aku punya pemikiran yang sama dengan si Kim Seobang aneh
ini! Menyebalkan sekali!”
Park Yerim bergumam bahwa paman yang satu itu sebenarnya lebih cocok
memakai setelan jas Richard daripada pakaian tradisional, sementara Shishio
tampak menyesal sambil menatap setelan jasnya sendiri dengan wajah yang seolah
baru menyadari sesuatu.
Setelah semua tokoh utama pernikahan berkumpul, para pengiring pengantin
cilik mulai memasuki aula di bawah panduan Kim Sunghan. Dipimpin oleh Peace
yang menggigit keranjang bunga di mulutnya, Hangyeol, Hanseol, dan Hanbyul
mengikuti dari belakang dengan patuh. Park Yerim selaku pembawa acara turun dan
berdiri di samping anak-anak yang berbaris rapi itu.
“Uwaaaa!”
Melihat kue pernikahan yang besar, Hanbyul hendak langsung berlari ke
sana, namun Hanseol dan Hangyeol dengan cekatan menahannya dari kedua sisi.
“Anak pintar, Byul-ah. Tahan sebentar ya.”
“Setelah acaranya selesai, semuanya akan jadi milikmu.”
Meskipun merengek, Hanbyul akhirnya berhenti meronta. Peace yang sempat
berdiri menghalangi Hanbyul kembali duduk dengan santai setelah ketegangan
mereda. Park Yerim menatap anak-anak itu dengan gemas, lalu bertepuk tangan
sekali.
“Nah, semuanya! Sudah berkumpul semua, kan? Kalau begitu, sekarang kita
mulai acaranya—”
Tepat pada saat itu, pintu aula yang tadinya tertutup rapat kini terbuka
lebar. Pandangan semua orang langsung tertuju pada pintu tersebut. Mata Park
Yerim terbelalak bulat.
“…Paman Seseong? Bagaimana bisa Paman ada di sini?”
“Bagaimana mungkin aku melewatkan acara yang diadakan demi Han
Yoojin-gun.”
Sung Hyunjae yang mengenakan pakaian formal yang elegan dan membawa
buket bunga merah muda yang manis, mengangkat tangannya sambil tersenyum untuk
menyapa orang-orang yang berkumpul.
“Panggil saja aku pengantin yang ke-50.”
“Tanpa Paman Seseong rasanya memang agak sepi sih. Cepat pergi berdiri
di sana, dan akhirnya, tokoh utama yang sebenarnya telah tiba!”
[Tokoh utama dari pernikahan ini! Hunter kelas F sekaligus pengantin
pria hari ini, Han! Yoo! Jin!]
Pang, pang, pang.
Petasan kecil meletus di udara. Aku berusaha mempertahankan ketenanganku,
menepuk-nepuk Binyi yang tampak kekenyangan setelah menyerap bubuk batu ajaib,
lalu membaringkannya di ranjang bayi. Mulut kecilnya menguap sebelum akhirnya
terlelap dalam tidur. Makan dengan baik, tidur dengan baik, dia benar-benar
bayi paling penurut di dunia.
Setelah mengeluarkan laci nomor 71 untuk menitipkan Binyi, aku keluar
dari kamar tidur, menutup pintunya rapat-rapat, lalu mengambil napas
dalam-dalam. Kemudian, aku menatap ruang hampa tempat Park Hayul terus
mengoceh.
“Kau benar-benar bajingan gila yang kreatif.”
Aku tidak ingin mengumpat di saat sedang membesarkan bayi, tapi situasi
ini membuatku tidak punya pilihan lain. Mendengar perkataanku, Park Hayul
menggerutu dengan wajah cemberut karena merasa tidak bersalah.
[Coba pikirkan, Kak! Ini adalah metode sempurna yang aman dan selesai
dengan cepat tanpa ada yang terluka, tahu? Seorang Hunter kelas F yang
menggelar pernikahan massal dengan puluhan Hunter kelas S! Detik itu juga,
Kakak yang sekarang akan menjadi jauh lebih terkenal daripada Kakak yang dulu!
Kalau orang-orang mendengar nama Han Yoojin, yang pertama kali terlintas di
pikiran mereka pasti, ‘Ah, orang yang menikah massal dengan para kelas S itu?’]
“Orang-orang kan sangat menyukai romansa yang provokatif seperti ini!”
celoteh Park Hayul.
[Pejamkan mata rapat-rapat dan lakukan saja pernikahannya, maka
kebangkitanmu akan ber-ha-sil☆ Kamu bisa lang-sung★ pu-lang☆ ke
ru-mah★]
Aku—atau lebih tepatnya ‘Han Yoojin’—saat ini dianggap sebagai sosok
yang telah meninggal di dunia ini. Karena semua orang di dunia mengira ‘Han
Yoojin’ sudah mati, mereka tidak bisa mengenali diriku yang sekarang sebagai ‘Han
Yoojin’. Bisa dibilang, Han Yoojin yang bernapas dan bergerak saat ini bukanlah
Han Yoojin yang asli di mata dunia.
Untuk menyelesaikan situasi ini dan pulang ke rumah, eksistensi Han
Yoojin yang hidup harus lebih besar daripada Han Yoojin yang sudah mati.
Artinya, aku yang hanya seorang kelas F biasa harus menjadi lebih terkenal
daripada pahlawan yang mati setelah menyelamatkan dunia.
Tentu saja itu sama sekali bukan hal yang mudah. Kalau ‘Han Yoojin’
sudah mati sekitar sepuluh tahun yang lalu mungkin ceritanya akan berbeda, tapi
dia adalah pahlawan hebat yang baru meninggal kurang dari setahun yang lalu.
Jadi, kegilaan berupa pernikahan massal dengan 50 Hunter kelas S ini,
jika dilihat dari sudut pandang tertentu, memang merupakan metode yang cepat
dan pasti seperti yang dikatakan si bajingan itu. Memang begitu, tapi
masalahnya...
“Dasar gila, masalahnya tidak cuma satu atau dua hal. Lagipula, Yoohyun
itu adikku. Adik kandung.”
[Aih, lagipula adik Kakak kan bukan saudara kandung yang sedarah secara
genetika berdasarkan standar Bumi.]
“…Apa?”
Omong kosong apa lagi ini? Apakah ada rahasia kelahiran di antara aku
dan Yoohyun yang tidak aku ketahui? Padahal aku sendiri yang pergi ke rumah
sakit dan menunggu sampai Yoohyun lahir? Jangan-jangan bayinya tertukar di
rumah sakit?
Tidak, tidak mungkin... Masa baru sekarang hal seperti itu... Di saat
hatiku mendadak terasa berat, si bajingan Park Hayul itu berbicara dengan
santai.
[Karena esensi dari adik Kakak adalah api. Kak, api itu tidak punya
darah yang mengalir. Tes DNA pun tidak akan bisa dilakukan°▽°]
“…Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan.”
[Coba pikirkan~ Kalau Kakak membawa gumpalan api yang berkobar dan
berkata, ‘Dia ini adik kandungku,’ Kakak pasti akan dianggap sebagai orang
gila, kan? Dengan tingkat sains di Bumi, jangankan satu spesies, mereka bahkan
bukan sesama makhluk hidup.]
…Itu adalah omong kosong yang terdengar masuk akal. Apa yang
dikatakannya tidak sepenuhnya salah, dan jika dipikir-pikir lagi, ada benarnya
juga.
[Lagipula, sosok adik Kakak yang sekarang adalah sosok yang baru Kakak
ciptakan sendiri untuknya. Tingginya juga bertambah sedikit sesuai keinginan
Kakak, kan? Mungkin golongan darahnya juga sudah berubah. Menjadi golongan
darah B yang sama dengan Kakak.]
“Jangan-jangan…….”
[Kalau Kakak sempat berpikir, ‘Kuharap golongan darahku sama dengan
adikku~’ maka hal itu pasti terjadi. Kesimpulannya, hal-hal seperti darah atau
gen yang sama itu hanyalah kulit luarnya saja~(>∀<)~]
…Karena wujud asli Yoohyun adalah api. Seperti yang dikatakan Park Hayul,
Han Yoohyun yang sekarang hanyalah wujud manusia yang dia kenakan agar bisa
hidup bersama dengannya sebagai seorang adik.
“Tetap saja, Yoohyun adalah adikku.”
[Tentu saja!]
Ujar Park Hayul. Ada apa dengan anak ini, kenapa perkataannya berubah
lagi? Emoticon Park Hayul bergerak-gerak heboh dengan lincah sambil melanjutkan
tulisannya.
[Itu kan hanya berdasarkan standar Bumi~ Di mata para Transenden, tubuh
fisik seperti itu bisa diubah sesuka hati sejak awal, dan mereka pasti akan
menganggap kalian sebagai saudara. Bumi ini kan kesadaran, akal sehat,
teknologi, dan tingkatannya masih lebih rendah dibandingkan dengan dunia luar.]
“…Tapi tetap saja, kami bisa menerima Dokkaebi yang merupakan ras
berbeda dan juga anak-anak kami, tahu?”
Mendengar makhluk seperti Park Hayul berbicara seperti itu membuat harga
diriku sebagai penduduk Bumi merasa terusik. Selama kami berkembang ke arah
yang lebih baik, itu sudah cukup, lalu apa yang membuatmu merasa begitu hebat,
dasar kelopak bunga gila.
[Selain Kakak dan adik Kakak, ada juga sepasang naga bersaudara itu.
Saat berwujud manusia mereka memang terlihat sebagai kakak adik, tapi begitu
mereka berubah menjadi naga atau melakukan dragonification, alih-alih
saudara sedarah, mereka bahkan akan terdeteksi sebagai spesies yang sama sekali
berbeda. Hunter Noah bahkan bisa melakukan mad dragonification secara
penuh. Secara genetika, mereka adalah orang asing. Bumi memang masih seperti
itu.]
“Begitukah.”
[U.ha.ha☆ Rasanya aku sudah menjelaskan seperti seorang
Administrator sejati! Tapi kalau Kakak benar-benar terganggu, tinggal coret
saja adik Kakak dari daftar. Lagipula Hunter kelas S kan ada banyak.]
“Yoohyun itu masalah terbesarnya, tapi bukan berarti orang lain tidak
apa-apa, tahu? Lagipula, meskipun ini hanya pernikahan palsu dan kami hanya
menggelar upacara, tidak mungkin hal itu tidak merugikan mereka! Terutama
Kepala Penasihat Song, meskipun ini palsu, dia adalah tipe orang yang akan
memikirkannya seumur hidup. Bahkan jika dia menemukan seseorang yang dia sukai
kelak, dia akan merasa minder karena berpikir bahwa dia pernah menikah sekali.”
Padahal tanpa ini pun dia sudah kesulitan untuk berkencan apalagi
menikah, tindakan ini sama saja dengan menutup rapat jalan jodohnya. Kepala
Penasihat Song mungkin tidak akan peduli seberapa sering calon pasangannya
pernah menikah di masa lalu, tapi dia pasti akan menganggap pernikahan palsunya
sendiri sebagai sebuah noda.
“Shishio-ssi juga pasti akan sangat terkejut jika dia diterima di dunia
ini dan mengetahui kebenarannya. Dari sudut pandangnya, itu sama saja dengan
menggelar pernikahan dengan ibunya sendiri.”
Shishio-ssi tampaknya memiliki perasaan yang cukup sensitif. Aku merasa
dia akan terluka meskipun itu hanya pernikahan palsu.
“Sung Hyunjae-ssi bahkan tidak bisa datang sejak awal. Dia mungkin
sangat ingin ikut, tapi dia tidak akan bisa datang.”
[Kalau begitu tinggal pasang Sigma sebagai gantinya~ Wajah mereka kan
mirip?]
“Ayah dari anak itu pasti akan berusaha membunuhku.”
Aku bisa membayangkan dengan jelas sosok sang Ahli Boneka yang akan
meledakkan kepalaku sambil berkata, “Bukankah masalahnya akan selesai kalau
kamu saja yang mati?”
“Orang tua yang lain juga, apakah mereka bisa tenang? Anak yang sudah
mereka besarkan dengan susah payah tiba-tiba menjadi SALAH SATU! dari sekian
banyak pengantin dari pria entah berantah. Apalagi 50 orang? Kalau aku jadi
mereka, aku pasti sudah datang untuk menjambak rambut si orang gila itu.
Satu-satunya orang yang mendingan mungkin hanya Emily-nim.”
Orang tua Emily-nim sudah tiada dan usianya juga sudah matang, jadi
selama yang bersangkutan mengizinkan, sepertinya tidak akan ada masalah besar.
[Kalau kuperhatikan, Kakak sepertinya diam-diam menyukai orang yang
lebih tua ya ^///^]
“…Kamu mau dicabut lagi oleh Myeong-woo, ya?”
Park Hayul langsung berteriak, berpura-pura mati.
[Kak Myeongwoo terlalu kasar!!{{{(ㅠ_ㅠ)}}}]
“Dan lagi, berbicara itu memang mudah. Tapi menurutmu berapa banyak
orang yang mau mendengarkan permintaan untuk menikah dengan seorang kelas F
yang asing hanya demi membantuku? Mereka pasti akan curiga apakah itu nyata
atau tidak, lagipula bukankah kau bilang aku tidak boleh mengekspos
keberadaanku secara mencolok seperti itu.”
Jika aku meminta mereka, “Tolong gelar pernikahan dengan Hunter kelas
F bernama Han Yoojin untuk menghidupkannya kembali~”, pasti akan ada
orang-orang yang mulai mencurigai diriku.
Saat ketidakselarasan bahwa ‘Han Yoojin’ yang sudah mati ternyata masih
hidup itu menyebar, alur besar dunia ini akan mulai menyerangku. Hal itu
dilakukan untuk mengembalikan ‘Han Yoojin’ ke kondisi yang benar menurut
standar dunia ini—dengan kata lain, mengembalikannya ke kondisi mati. Jadi,
jika salah langkah, dunia ini mungkin akan memenggal leherku terlebih dahulu
sebelum upacara pernikahan sempat digelar.
[Kalau begitu apa boleh buat!]
“Ya, apa boleh bu—”
[Mau tidak mau Kakak harus merayu 50 Hunter kelas S yang baru! ヾ(^▽^*)
Waaah waaah!]
“Heii, kau—!”
Aku menahan mulutku yang hendak melontarkan kata-kata kasar, lalu
menarik napas dalam-dalam. Di balik pintu itu ada Yoobin. Aku harus tenang.
Tidak boleh ada suara keras di tempat anak-anak bisa mendengarnya.
“Apa kau benar-benar berpikir omong kosong itu masuk akal?”
[Kenapa tidak? Kalau sudah pernah dilakukan sekali, yang kedua kali
pasti lebih mudah. Bagi Kakak, hal seperti itu sangat mungkin dilakukan! Han
Yoojin dan 50 Pengantin Kelas S!]
Kenangan masa-masa setelah regresi langsung terlintas di kepalaku
bagaikan kilatan cepat. Rahangku otomatis mengatup rapat. Gigi gerahamku saling
bergemeletuk.
“…Apa kau ingat sudah berapa kali aku hampir mati selama ini, dasar
kelopak bunga sialan.”
[Tapi sepertinya Kakak pasti bisa melakukannya.]
“Tidak mau. Tidak bisa.”
Apa aku harus menggendong bayi di punggungku sambil pergi merayu para
Hunter kelas S? Sebenarnya bagaimana si bajingan Park Hayul itu memandang
diriku. Dia adalah makhluk yang tidak akan pernah bisa kupahami seumur hidupku.
Menghadapi penolakanku yang tegas, Park Hayul merengek kecewa.
[Padahal kalau itu Kakak, setidaknya Kakak harus memimpin sekitar 50
Hunter kelas S.]
“…….”
[Kalau begitu bagaimana kalau 5 orang saja? Dibandingkan dengan 50 orang
memang tidak akan terlalu menghebohkan, tapi dalam jangka pendek, popularitas
Kakak yang sekarang pasti bisa menjadi lebih tinggi.]
“…Kubilang aku tidak mau.”
[Aih, kalau begitu 3 orang. Kurang dari itu tidak boleh. Setidaknya
harus ada 3 orang agar bisa mengalahkan dirimu yang dulu meskipun hanya
sebentar!]
“Mau 3 orang atau 1 orang pun, aku tidak akan menikah! Aku juga tidak
punya niat lagi untuk melakukan hal berbahaya dengan terlibat bersama para
kelas S!”
Keinginanku untuk pulang ke rumah memang sangat menggebu-gebu, tapi
bukan berarti aku berniat untuk membuang nyawaku sembarangan seperti dulu.
Situasinya tidak seperti dulu di mana dunia hampir hancur atau ada bajingan
yang menculik anak kami, jadi untuk apa aku melakukannya.
[Tapi Kak!]
Park Hayul terus merengek sambil melanjutkan perkataannya.
[Siaran kita kan sudah hancur~~~ /(ㄒoㄒ)/]
…Hm, kalau yang itu memang benar sih.
.
.

Komentar
Posting Komentar