S-Class That I Raised SS-002 Aku Hanya Kelas F (1)



Sejak awal aku memang tidak berharap segalanya akan berjalan mulus. Namun, jika bicara soal pengalaman, aku bisa dibilang sebagai yang terbaik di antara seluruh Hunter di dunia, jadi aku lumayan percaya diri.

Tadinya aku berpikir begitu.

“…Asosiasi Hunter bekerja terlalu keras.”

Itu masalah terbesarnya.

“Memang sih aku yang melakukan perombakan besar-besaran di sana, tapi siapa yang menyangka mereka akan membuat dan menerapkan sistem manajemen Hunter yang baru secepat ini.”

Tidak lama setelah aku kembali ke Bumi dan berhasil menyelesaikan penaklukan dungeon pertamaku, Asosiasi Hunter yang bekerja sama dengan Biro Manajemen Awakened langsung mewajibkan Aturan Keselamatan Hunter. Di saat aku tidak ada, masa percobaan aturan itu bahkan sudah berakhir dan mereka langsung menerapkannya secara penuh.

Salah satu dari aturan keselamatan itu adalah pembatasan siklus penaklukan dungeon.

“Hunter pemula tingkat menengah ke bawah yang baru terdaftar kurang dari 3 bulan hanya boleh menaklukan dungeon sekali dalam sebulan!”

[Gara-gara itu, Kakak jadi menganggur selama lebih dari sebulan, kan.]

“…Tapi itu hal yang penting. Tindakan yang mereka ambil sudah benar.”

Terutama bagi para Hunter kelas bawah, aturan ini sangat krusial. Ada begitu banyak Hunter kelas bawah yang nekat melompat ke dalam dungeon hanya bermodalkan ambisi, lalu berakhir mengalami kecelakaan yang tidak bisa dipulihkan. Bahkan jika mempertimbangkan trauma mental yang bisa terjadi, membatasi penaklukan dungeon bagi para Hunter pemula adalah hal yang wajib. Kecuali jika mereka mendapatkan koreksi stat kekuatan mental atau dukungan penuh dari Guild yang kuat, rasa takut dari pertempuran pertama tidak akan hilang dengan mudah.

Bukan hanya itu, aturan ini juga bisa mencegah eksploitasi berlebihan terhadap para anak baru yang masih hijau. Jadi, tindakan ini memang patut dipuji. Namun...

“Masalahnya, mereka bahkan membuat catatan penaklukan jadi transparan dan terdaftar... Alhasil, dalam semalam aku berubah menjadi Hunter kelas F pemula yang baru punya rekor satu kali penaklukan dungeon…….”

[Kakak…… ;;]

Sekarang akan sulit untuk berbohong dan menyelinap masuk seperti saat aku bergabung dengan tim Kebun Ubi jalar waktu itu. Aku bahkan terpaksa menolak ajakan tim Kebun Ubi jalar untuk pergi ke dungeon lagi dengan alasan sibuk. Orang-orang itu memang tahu betul kemampuanku, tapi bagaimanapun juga aku sudah telanjur berbohong kepada mereka, dan lagipula aku tetap tidak bisa pergi karena adanya batasan siklus itu.

Aku sempat berpikir untuk menaikkan kelasku sekarang, tapi penyesuaian kenaikan kelas Hunter membutuhkan masa tunggu lagi. Ditambah lagi, stat milikku yang ambigu seperti ini termasuk dalam kasus pengecualian, jadi katanya akan memakan waktu lebih lama. Dalam banyak hal, segalanya menjadi jauh lebih rumit dibandingkan dulu. Terlebih lagi... Aku mengangkat ponselku dan menatap tajam ke arah aplikasi HunTok yang terpasang di bagian paling depan.

“…Siapa yang mengira pembuat HunTok akan bergandengan tangan dengan Asosiasi Hunter untuk merilis aplikasi ini.”

Berbeda dengan masa sebelum regresi, HunTok kini membagikan informasi Hunter yang terdaftar di Asosiasi Hunter. Mengobrol biasa atau berbagi informasi dungeon memang masih bisa dilakukan secara anonim, namun untuk merekrut tim penaklukan, menampilkan kelas dan catatan penaklukan bersifat wajib. Bahkan untuk berbagi informasi secara terverifikasi dan menghasilkan uang, seseorang harus mendaftarkan catatan penaklukan dungeon yang bersangkutan terlebih dahulu.

“Bentuk aplikasinya memang jauh lebih bagus daripada dulu. Fiturnya lebih banyak tapi tetap rapi, dan kelihatan sekali kalau mereka menghabiskan banyak uang untuk ini. Tapi kenapa aku malah tidak bisa memakgunakannya…….”

[Kakak sudah ditendang keluar dari grup chat (kick) lebih dari sepuluh kali, kan?]

“…Mari kita sayangi para pemula. Memangnya kalian semua langsung jadi orang berpengalaman sejak awal, hah?”

Jangankan untuk dungeon kelas D, bahkan saat aku mencoba masuk ke ruang perekrutan untuk dungeon kelas E pun aku langsung diusir dengan cepat. Kalau mereka berkata, “Hunter kelas F pemula silakan pergi ke dungeon kelas F,” itu masih termasuk sopan. Biasanya aku langsung di-kick begitu saja, atau sering kali ditertawakan dengan ejekan seperti, “Wkwkwk kelas 1F.”

…Tentu saja, Hunter kelas F tanpa pengalaman memang sudah seharusnya pergi ke dungeon kelas F. Di mata orang yang tidak tahu apa-apa, aku pasti terlihat seperti Hunter kelas F gila yang matre dan nekat menantang dungeon yang tidak sesuai dengan levelnya!

“Tapi sulit untuk membuat konten kalau cuma dari dungeon kelas F…….”

Meskipun aku tahu lebih banyak hal daripada orang lain berkat regresi ini, hal itu tidak berlaku untuk dungeon kelas F. Pasalnya, dungeon kelas F adalah tingkat yang paling mudah, bahkan tim veteran non-Awakened yang sudah terlatih secara militer pun bisa menaklukannya. Berhubung sudah empat tahun lebih sejak dungeon pertama kali muncul, dungeon kelas F yang paling gampang diatasi ini semuanya sudah dikupas tuntas sampai ke akar-akarnya.

Sama sekali tidak ada informasi baru tersisa yang bisa kubanggakan sebagai seorang regressor. Semuanya. Benar-benar habis.

Oleh karena itu, setidaknya aku harus masuk ke dungeon kelas E, atau kalau bisa kelas D, baru aku bisa maju dan berkata, “Ini adalah informasi baru yang tidak kalian ketahui.”

“Tapi katanya kalau aku menyebarkan informasi tentang dungeon yang bahkan belum pernah kutaklukan, akunku bisa diblokir. Lagipula, kalau aku mengunggah sesuatu tanpa verifikasi, hampir tidak akan ada orang yang mau melihatnya.”

[Tapi Kak, video belanja peralatan untuk Hunter pemula kemarin lumayan menghasilkan banyak views, kok.]

“…Itu kan cuma viral sebentar lalu selesai.”

Sempat ada sedikit rumor dari mulut ke mulut yang mengatakan bahwa video itu cukup berguna, tapi karena tidak ada konten lain yang menarik setelah itu, jumlah penontonnya langsung anjlok lagi ke dasar.

Bahkan di tengah situasi itu, satu lagi kendala muncul menghadangku.

Aku membuka laptop dan masuk ke situs berbagi video. Di sana, sebuah kata kunci berada di posisi teratas dalam kategori pencarian Hunter.

‘DungeonCam.’

D&L Bio, perusahaan tempatku berinvestasi dulu, akhirnya berhasil mengembangkan peralatan syuting di dalam dungeon.

Sekarang orang-orang bisa merekam proses penaklukan di dalam dungeon secara langsung dan jernih! Alhasil, konten dungeon yang hanya bermodalkan omong kosong, bahkan video reka ulang yang dibuat dengan susah payah pun langsung tersingkir begitu saja.

[Ini sudah berapa kali Kakak menonton video itu? =_= Apa tidak bosan?]

Saat aku memutar video yang berada di peringkat pertama jumlah penonton, Park Hayul langsung menggerutu. Kalau kau bosan, pergi saja sana.

[Halo! Aku Hunter kelas S, Park Yerim, dari Guild Haeyeon~]

Dengan latar belakang pemandangan di dalam dungeon, Yerim tersenyum lebar ke arah kamera sambil melambaikan tangannya. Karena perusahaan itu adalah tempatku berinvestasi dan bekerja sama dengan Haeyeon, pengguna pertama DungeonCam tidak lain adalah Yerim. Yerim terbang dengan cepat di atas padang rumput yang luas. Air dari sungai yang membentang di sampingnya melonjak tinggi, berombak-ombak seolah sedang balapan susul-menyusul dengan Yerim. Tak lama kemudian, sekumpulan monster pun muncul.

Kwa-gwa-gwa-gwa—!

Bahkan sebelum monster-monster itu sempat memamerkan taring mereka, mereka semua langsung tersapu bersih oleh aliran air yang deras. Video itu adalah video penaklukan dungeon pertama yang muncul setelah insiden pesta Chatterbox, jadi tidak heran jika video tersebut langsung mengundang kehebohan yang luar biasa.

[Eh, apa aku menyapunya terlalu cepat?]

Yerim tersenyum riang ke arah kamera sambil membentuk replika hati menggunakan air. Kamu tumbuh dengan sehat ya, Yerim kami.

Di bawahnya, ada juga video penaklukan milik Hyunah-ssi. Video itu menerima banyak pujian karena menampilkan pertempuran yang seru serta kerja sama tim yang sempurna dan kompak. Aku juga melihat video milik Shishio yang sering bertukar info dengan Haeyeon.

[Kak! Tonton lagi video Kak Shishio!]

“Untuk apa menonton ini lagi.”

[Awalannya bagus tahu! o(°°)o]

…Memangnya pantas dia memulai penaklukan dengan memujiku tepat setelah memuji mendiang ibunya? Semakin dilihat, Shishio-ssi sebenarnya adalah orang yang baik, tapi kuharap dia bisa berhenti mendewakan diriku seperti itu.

“Yoohyun juga seharusya merekam satu video.”

[Adik Kakak akhir-akhir ini sangat sulit ditemui, lho. Katanya dia hampir tidak pernah memunculkan diri di acara resmi lagi.]

“…Jangan-jangan gara-gara aku meminta tolong padanya, dia benar-benar hanya berdiam diri di rumah untuk mengurus anak-anak.”

Aku sempat membaca artikel yang mengatakan bahwa untuk sementara waktu, Guild Haeyeon tidak akan melakukan penaklukan dungeon atau urusan luar negeri demi memperkuat internal mereka. Apakah waktu itu seharusnya aku berbicara secara lebih spesifik, seperti memintanya tetap melakukan pekerjaannya sambil menerima bantuan dari orang sekitar untuk merawat anak-anak?

“Aku harus segera kembali. Bagaimana bisa aku berada dalam situasi di mana aku menitipkan tiga anak sekaligus pada adikku sendiri, tapi aku bahkan tidak bisa mendekat ke sana…….”

[Makanya, pejamkan mata rapat-rapat dan menikahlah! Kurasa itu cara yang paling cepat. Lagipula, kalau aku mengirim pesan pada Ketua Song dan mengatakan bahwa ini adalah hal yang sangat diperlukan demi keselamatan dunia, dia pasti akan bersedia menggelar upacara pernikahan dengan mudah, tahu?]

“Karena beliau adalah tipe orang yang benar-benar akan melakukan hal itu, jadi jangan berani-berani melakukan tindakan bodoh.”

[Dan seperti yang Kakak katakan, bahkan tanpa menyebut nama Kakak pun, Yang Mulia Santa pasti akan mendengarkan permintaan itu dengan baik. Kita tinggal mencari satu lagi Hunter kelas S yang gampang didekati!]

“…Hanya dengan menggandeng Ketua Song dan Yang Mulia Santa di kedua sisiku saat upacara pernikahan pun kurasa aku akan langsung menjadi terkenal dalam sekejap.”

[Tapi demi keamanan, bertiga itu lebih bagus. Kalau cuma berdua sudah terlalu biasa.]

“Apa kau ini benar-benar orang Korea? Apanya yang biasa.”

Di negara kita ini, secara hukum menganut sistem monogami (satu suami satu istri).

[Mendua itu bukan hal yang langka, kok. Lagipula Kak, aku mengatakan ini karena aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Meskipun tidak sekarang, kalau nanti rasanya sudah benar-benar buntu, lakukan saja pernikahannya. Itu masih jauh lebih baik daripada mati ( )]

Perkataan Park Hayul membuat hatiku sedikit goyah. Tapi, sekadar pura-pura pun, tidak benar rasanya jika menggelar pernikahan tanpa bertanggung jawab setelahnya. …Kisah dengan si Gurita waktu itu adalah pengecualian karena itu adalah pernikahan penipuan.

“Kalau dengan Emily-nim seorang diri, aku mungkin akan mempertimbangkannya dengan serius. Tapi apakah Emily-nim mau menerimaku? Perbedaan usia kami cukup jauh, ditambah lagi aku punya banyak anak yang mengekor di belakangku.”

[Kak, ini kan bukan pernikahan sungguhan.]

“Sudahlah. Jika situasinya nanti benar-benar berbahaya, baru kita pikirkan lagi saat itu.”

Kalau sudah di ambang kematian, apa sih yang tidak akan kulakukan? Sambil menghela napas, aku memeriksa video-video yang sedang populer belakangan ini. Seperti dugaan, sebagian besar video peringkat teratas diisi oleh video DungeonCam.

“Kalau aku punya satu DungeonCam saja, segalanya pasti akan lebih mudah.”

[Katanya alat itu mahal sekali, ya.]

“Antrean reservasinya juga menumpuk parah. Kudengar kalau mendaftar sekarang, minimal harus menunggu setengah tahun.”

Jika aku adalah Direktur Han Yoojin dari Pusat Penangkaran Dodam, aku pasti bisa langsung mendapatkan satu alat itu dengan mudah, tapi sekarang aku hanyalah Hunter kelas F biasa bernama Han Yoojin. Tidak punya uang, tidak punya koneksi. Aku sampai iri pada diriku yang dulu. Sungguh membuat iri padahal itu diriku sendiri.

“Bagaimanapun juga, aku harus pergi ke dungeon sekali.”

Gara-gara membeli ini-itu dengan alasan untuk siaran, isi dompetku perlahan mulai menipis. Menjual batu ajaib tingkat tinggi yang ada di inventaris terlalu berbahaya, dan karena sekarang catatan penaklukan sudah dibuat transparan, transaksi gelap pasti akan menjadi jauh lebih rumit. Demi menimbun pengalaman, aku harus mulai pergi ke dungeon secara rutin.

[Kak, apa masih belum ada kabar dari tempat yang kuberitahukan kemarin?]

“Ya. Kalau benar-benar buntu, aku mungkin harus memberikan informasimu itu pada Ketua Song—”

Ting— Tepat pada saat itu, bersamaan dengan suara notifikasi, sebuah pesan masuk ke kanal siaranku.

- Hunter Penghancur: Halo Han Yoojin-nim!

[Itu bajingan yang kemarin! Orang itu!]

Park Hayul langsung heboh. Baru saja dibicarakan dia langsung muncul, benar-benar tidak bisa sabar orang ini. Aku segera menekan papan tik untuk membalas pesanannya.

- Han Yoojin: Halo^^

- Hunter Penghancur: Nama panggilanmu itu bukan nama asli, kan? wkwk

- Han Yoojin: Itu nama asliku^^

Karena aku harus menaikkan popularitas dari eksistensi bernama ‘Han Yoojin’, aku menggunakan nama asliku apa adanya. Gara-gara hal itu, aku sempat menerima satu komentar jahat yang menuduhku sebagai peniru Han Yoojin. Tapi karena kanal siaranku ini sepi sekali, komentar jahat pun jarang mampir.

- Hunter Penghancur: Hah, serius? Bisa dibuktikan?

- Han Yoojin: Tentu saja bisa, bahkan tanggal lahir dan tahun lahirku pun sama persis^^

Begitu aku memberi tahu bahwa usia dan hari ulang tahunku sama, Hunter Penghancur tampak gembira. Karena aku bisa menebak apa isi pikirannya, perasaanku menjadi agak tidak enak. Setelah menanyakan ini-itu, pihak lawan meminta untuk memindahkan percakapan ke HunTok. Saat aku mengeklik tautan yang dikirimkannya, aku masuk ke dalam ruang perekrutan tim penaklukan di mana informasi penaklukan dungeon diperlihatkan secara terbuka.

- 0120km: Ternyata benar-benar kelas 1f

- hyhh02: Iya, makanya karena keberuntungan aku cuma pernah ke dungeon kelas e sekali, hiks T_T

- hyhh02: Dungeon kelas f tidak bisa dijadikan bahan konten siaran sih....

- 0120km: Benar juga, biasanya orang-orang tidak akan memasukkan orang kelas 1f ke tim

- 0120km: Tapi kebetulan kali ini kami berniat membawa orang kelas f untuk konten syuting pakai DungeonCam wkwk

- hyhh02: Wah, benarkah?

Aku berpura-pura terkejut dengan mengetik balasan seperti, “Wah, hebat sekali.” Pemilik akun 0120 itu mulai memamerkan diri dengan congkak. Setelah aku menimpali kata-katanya di sela-sela gangguan dari Park Hayul, akhirnya kalimat yang kutunggu-tunggu keluar juga.

- 0120km: Kami mau pergi syuting lusa, mau ikut tidak?

- hyhh02: Tentu saja, aku sangat berterima kasih jika diajak^^

- 0120km: Karena ini tidak boleh ketahuan sebelum videonya rilis, jadi ini rahasia mutlak dari orang lain ya

- hyhh02: Jangan khawatir, lagipula aku tidak punya siapa-siapa di sekitarku T_T

Aslinya sih punya banyak, tapi untuk sekarang memang tidak ada. Tiba-tiba saja hidungku terasa agak perih. Si bajingan Park Hayul itu langsung membuat keributan dengan berteriak, “Kak, kan ada aku! Aku, aku, aku!” Dibandingkan denganmu, Chirpie jauh lebih bisa diandalkan tahu? Aku tidak tahu di mana anak itu sedang berkeliaran sekarang. Apa dia pergi bermain ke tempat Velare? Kemarin aku sempat jantungan karena dia membawa Velare ke sini. Untungnya Velare juga tidak bisa mengenaliku.

Setelah membuat janji dengan akun 0120, aku keluar dari ruang obrolan. Lusa, ya.

“Katanya sebagian besar monster di sana berpusat pada kelas D, dan ada satu kelas B. Tapi monster kelas B itu termasuk lemah untuk kelasnya, kan?”

[Siap, Kak! Karena Hanul sudah memeriksanya secara terpisah, informasi ini sudah pasti akurat! (˚˚)>]

Komplotan akun 0120 adalah orang-orang yang kebetulan diketahui oleh Park Hayul setelah dia mengintip mimpi mereka. Aku mengeluarkan kantong Myeongwoo dari inventaris dan mulai merapikan barang-barang di dalamnya.

“Tapi, kau tidak mengintip mimpi-mimpiku juga, kan?”

[Aih, kalau aku bisa memilih dan melihat mimpi sesuka hati, aku pasti sudah melihatnya dari dulu!]

“…Meskipun kau bisa melihatnya, jangan pernah melihatnya.”

[Sebagian besar mimpi itu buram dan terputus-putus. Sampai-sapai aku tidak bisa mengenali mimpi itu milik siapa. Kadang-kadang memang ada mimpi yang muncul dengan sangat jelas, tapi itu pun harus disaring dulu oleh Kakak Ruka baru bisa dilihat dengan benar.]

Katanya, mimpi yang terlihat jelas seperti itu biasanya adalah milik orang-orang yang mengalami kejadian traumatis di dunia nyata.

[Pencucian otak massal secara acak bisa dilakukan dengan mendirikan patung Kakak di setiap tempat di mana mimpi sering muncul, lalu memutar lagu yang memuji Kakak, dan menayangkan video yang berisi seluruh perjalanan hidup Kakak—.]

“Hentikan. Dan jangan pernah berani melakukannya.”

[Ah, tapi kalau rasanya Kakak akan dibunuh oleh dunia ini, aku pasti akan melakukannya ◎△◎]

“…Kalau begitu aku lebih memilih untuk menikah saja. Jadi jangan lakukan itu.”

Kuharap Myeongwoo dan Hanul bisa menahan si bajingan Hayul ini bagaimanapun caranya, tapi memikirkannya saja sudah membuatku merinding. Koleksi orang fanatik fanatik sudah terlalu banyak jika hanya bermodalkan satu bunga gila ini.

“Lagipula, kalau aku hanya berdiam diri dengan tenang dan menghabiskan waktu, aku pasti bisa kembali dalam beberapa tahun ke depan.”

Masalahnya adalah karena hatiku terlalu terburu-buru dan aku mengkhawatirkan Yoohyun serta anak-anak. Oleh karena itu, saat aku mengatakan bahwa kali ini aku benar-benar berniat untuk bertindak dengan mengutamakan keselamatan, si bajingan Park Hayul itu langsung mendengus mengejek.

[Padahal sekarang pun Kakak sedang bersiap-siap untuk masuk ke dungeon bersama orang-orang yang berbahaya.]

“Aku pergi karena ini tidak berbahaya.”

[Sekarang aku benar-benar bisa memahami sepenuhnya kenapa adik Kakak ingin mengurungmu di dalam rumah ==]

“…Kenapa semua orang malah berakhir memaklumi tindakan Yoohyun, sih.”

Meskipun harus kuakui kalau dulu aku memang sering melompat ke mana-mana tanpa memedulikan keselamatan diriku sendiri. Hmm. Maafkan aku, Yoohyun-ah. Jika dipikir-pikir lagi, kakakmu ini memang agak ceroboh dulu.

“Kali ini aku benar-benar akan hidup dengan tenang, sungguhan!”

Aku kembali menegaskan tekadku sembari memeriksa senjata. Baik sebelum dungeon meledak, tepat setelah regresi, maupun di saat ini, keinginanku sejak awal hanyalah hidup dengan tenang dan damai.

.

.

Support aku selalu disini : Saweria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Trash of the Count Family Book II 581 : Jangan Tersesat

Trash of the Count Family Book II 579 : Jangan Tersesat

Trash of the Count Family Book II 584 : Jangan Tersesat

Trash of the Count Family Book II 580 : Jangan Tersesat