Trash of the Count Family Book II 544 : Karyawan Baru Itu Memang Unik


Wujud Asli Sang Monster: Han Taek Soo Terbakar!

Saat itu juga, insting kematian itu datang.

Hanya satu kali, dalam sekejap mata saat dia lengah dan tak sempat menyiapkan apa pun.

Urururu—

Kekuatan itu tumpah ruah.

[ Makan tuh emasnya! ]

Satu garis petir merah-emas menyambar. Warnanya jauh lebih pekat dari sebelumnya.

[ Makan juga permata ini! ]

Cahayanya bersinar semakin terang, menyilaukan segalanya.

“!”

“!”

Choi Han dan Raon merinding melihat satu jalur petir api yang meledak dari tangan Cale.

Mereka refleks menoleh ke arah Cale.

Bukan hanya mereka, para pengejar dari Transparent Blood Family yang tadinya menyerbu pun terpaksa berhenti.

“Penyusup—”

“……!!!”

Tubuh mereka gemetar hebat.

Bukan, itu adalah peringatan dari insting mereka: Lari. Hindari petir api itu.

Perumpamaan bahwa petir itu seperti bintang yang dijatuhkan dewa bukanlah berlebihan.

Srat.

Cale sendiri merasakan telapak tangannya kesemutan dan bulu kuduknya berdiri.

‘Eh?? Ini...

Apa ini beneran?

Terlalu kuat!’

[ Hehe. ]

Tapi, Fire o Destruction sedang dalam mood ingin mengamuk.

Dia sudah muak!

Muak pada Dewa, muak pada para Wanderer, muak pada semuanya!

Selama ini dia hanya diam sambil menumpuk stres, bergerak hanya untuk membereskan kekacauan yang dibuat musuh.

Sekarang, dia ingin meluapkan semua kemarahannya.

[ Aku adalah... ]

Si Pelit adalah sosok yang sudah menetapkan jati diri kekuatannya.

Bukan pemurnian, bukan apa pun.

Hakikatnya hanya satu.

[ Aku adalah Fire of Destruction! ]

Satu-satunya kekuatan Cale yang sejak namanya saja sudah menunjukkan niat menyerang yang murni.

Satu jalur petir api yang terkonsentrasi dan memadat.

Kekuatan di dalamnya benar-benar mengerikan.

Crazy Attention Seeker yang tadi sempat mundur karena tekanan luar biasa itu, akhirnya sadar.

“Khuhu, hahaha! Ini dia! Ini yang aku cari!”

Dia berteriak sambil menangis, berusaha keras tidak memejamkan mata di hadapan cahaya merah-emas yang terang itu.

“Sekarang RMPAG bakal tamat! Karena orang itu sudah datang! Khahahaha!”

Tapi Cale tidak punya waktu untuk mendengarkan ocehan itu.

Pandangannya hanya tertuju pada satu titik di depannya: Han Taek Soo.

“Kau—”

Han Taek Soo yang tadi baru saja mengenali wajah Cale dan hendak bicara tenang, langsung terdiam saat melihat petir itu.

Deg.

Jantungnya berdegup kencang.

Dia langsung menendang kursinya dan berdiri, membentangkan perisai pelindung.

Deg.

Tapi instingnya berteriak: Ini akan hancur.

Jrejejek!

Petir merah-emas itu merobek perisai pelindungnya. Api itu membakarnya sampai habis.

[ Hancurkan! Hancurkan! ]

Hanya ada satu keinginan dalam kekuatan itu: Kehancuran total.

[ Sekarang nggak ada yang perlu dilindungi! ]

Api itu tidak perlu memedulikan sekelilingnya.

Sudah lama dia tidak merasakan situasi seperti ini—situasi di mana dia tidak harus memikirkan “Pemurnian” terlebih dahulu.

‘Ya, benar.’

Cale, yang biasanya selalu waspada pada keadaan sekitar, kini menyadari sepenuhnya situasi ini setelah melihat aksi si Pelit.

Cahaya itu sudah mencapai targetnya.

‘Minimal level Fived Colored.’

Han Taek Soo bergerak mengikuti instingnya.

Kekuatan itu setara dengan level Fived Colored. Artinya, itu adalah level Dewa.

‘Lagi pula, api itu berniat menghancurkanku.’

Itu bukan kemampuan unik para Wanderer.

Tapi kekuatan itu memiliki ‘Kehendak’.

Sebuah eksistensi yang mirip dengan Atribut Naga.

Potensi yang tak terbatas.

Deg.

Makhluk yang telah hidup lebih dari sepuluh ribu tahun itu mengambil keputusan berdasarkan instingnya agar bisa bertahan hidup.

Kuaaaaaaaaa—!

Petir merah-emas menelan Han Taek Soo.

Duuaaaang—!

Kaca jendela pecah berantakan.

Lantai retak, dan langit-langit mulai runtuh.

Dinding-dinding sudah dipenuhi retakan dan mulai ambruk.

“.....!”

Di luar kediaman, Rosalyn yang sedang memanjat pagar merasakan sisa-sisa kekuatan dahsyat itu.

Langit senja yang memerah seolah ikut tertelan oleh jalur petir merah-emas tersebut.

Seluruh tubuhnya gemetar.

‘Kapan Tuan Cale menjadi sekuat itu? Bagaimana bisa dia mencapai level kekuatan seperti itu? Kekuatan apa itu sebenarnya... apakah Dewa memang seperti itu—’

Tepat saat pikirannya kosong, sebuah suara terdengar.

“Masuk.”

Rosalyn, Presiden Ahn Roh Man, para bawahan, dan anggota pasukan khusus—semuanya mendengar suara tenang itu dengan jelas di telinga mereka.

Mungkin karena saat semua orang terdiam terpaku oleh pemandangan ajaib itu, hanya dia yang tetap tenang.

“Kita masuk. Jangan berhenti.”

Alberu Crossman.

Dia bergerak lebih dulu menuju tempat Cale tanpa ragu sedikit pun.

“……”

Melihat punggung itu, yang lain segera mengikuti.

Mereka sadar setiap detik sangat berharga.

Namun, tak ada yang melihat wajah Alberu yang sebenarnya juga gemetar, serta ujung jarinya yang ikut bergetar.

‘Nggak boleh gagal.’

Alberu tidak punya waktu sedetik pun untuk mengagumi kekuatan itu.

‘Kuat sekali.’

Monster yang hidup sepuluh ribu tahun, Han Taek Soo, pasti tidak akan mudah ditangkap.

‘Lagi pula, Cale bakal kena efek samping setelah pakai kekuatan sebesar itu.’

Bukankah selama ini selalu begitu?

Entah dia muntah darah atau pingsan.

Semakin kuat musuhnya, semakin berbahaya bagi Cale Henituse.

Meski katanya wadahnya sudah tidak terancam pecah, tapi...

‘Nyawanya cuma satu.’

Semakin banyak Alberu mendengar tentang Han Taek Soo dan Kaisar Dua, semakin gelap dunianya dan sesak napasnya. Tapi dia tidak bisa berhenti.

“!”

Tapi, tiba-tiba Alberu berhenti dan mendongak ke lantai 3.

Bulu kuduknya berdiri.

Ini berbeda dengan saat dia melihat petir merah-emas milik Cale.

Sesuatu yang secara insting membuatnya merasa mual dan menolak.

Sesuatu yang menelan area lantai 3 kediaman itu dalam sekejap.

‘Han Taek Soo!’

‘Jadi ini Han Taek Soo. Monster yang hidup lebih dari sepuluh ribu tahun!’

Ekspresi Alberu mengeras, dan dia mempercepat langkahnya.

Wung—

Pedang Matahari di pinggangnya mulai bergetar.

****

Wujud Asli yang Menjijikkan

Kini semua orang bisa melihat sosok Han Taek Soo yang baru saja diterjang petir merah-emas.

“Gi, gila—”

Crazy Attention Seeker jatuh terduduk tanpa sadar.

Dia melihatnya karena dia berusaha keras tidak memejamkan mata.

Pajijik. Pajijik.

Petir api merah-emas itu masih melilit sesuatu. Itu adalah tubuh Han Taek Soo.

Ya, benar itu bentuk tubuh, tapi...

“Ugh, ugh—”

Itu bukan tubuh manusia.

“Uup.”

Di posisi yang seharusnya menjadi lengan Han Taek Soo, kini ada sesuatu yang sangat besar sebagai gantinya.

Kelihatannya seperti daging manusia, tapi berbeda.

Itu adalah gumpalan daging yang menempel acak, tumpukan bagian tubuh manusia yang menyatu menjadi satu bentuk yang aneh.

Pajijik. Pajijik.

Daging-daging itu terbakar oleh petir merah-emas hingga menghitam.

Hanya nyaris mempertahankan bentuknya.

Setelah pelindungnya hancur, gumpalan daging yang tadinya adalah lengan itu digunakan untuk melindungi Han Taek Soo.

Tapi sekarang, lengan itu sudah tidak berguna lagi.

“Hmph.”

Han Taek Soo menatap gumpalan daging raksasa setinggi dirinya yang tadinya adalah lengannya sendiri, lalu mengangkat tangannya yang lain.

Wung—

Dia mengayunkan tangan yang berisi gumpalan Mana itu ke bawah.

Pluk.

Daging yang sudah gosong itu jatuh terlepas.

Crazy Attention Seeker yang melihat pemandangan itu secara langsung...

“Uweeeek!”

Dia tidak bisa lagi menahan rasa mualnya.

Namun, dia tetap memegang kameranya dengan benar agar layar tetap menangkap gambar tersebut.

“Jangan pernah lupakan tugasmu. Di pundakmu terletak nasib Bumi dan New World.”

Suara Clopeh Sekka terngiang di telinganya, membuat Crazy Attention Seeker tetap bisa menjalankan tugasnya.

‘Nggak boleh meleset!’

Apalagi instingnya berkata: Adegan ini jangan sampai terlewat. Ini berita besar!

“Uweeeeek—”

Tapi dia tetap tidak bisa berhenti muntah.

Menjijikkan.

Tubuhnya menolak.

Sangat mengerikan sampai dia ingin lari saja.

-Gila! Itu apaan?! Itu bukan Han Taek Soo kan?

-Woi, woi, woi! Itu manusia beneran?

-Apa yang barusan kita lihat?

-Crazy Attention Seeker!!! Kasih tahu dong ini apa!

Kolom chat meledak.

-Aku mau muntah.

-Barusan aku beneran muntah.

Bahkan penonton yang hanya melihat lewat layar pun merasakan mual yang sama.

Padahal itu baru satu lengan.

Lengan yang sudah hangus terbakar.

-Tunggu, jadi Han Taek Soo beneran bukan manusia?

-Kalian ada yang mikir teori konspirasi itu beneran nggak?

-222

-33333. Komunitas RMPAG sekarang lagi rusuh parah.

Jumlah penonton siaran langsung sekarang sudah menembus jutaan orang.

-Woi! Kalau kalian login ke game RMPAG sekarang, layar siarannya muncul di depan mata semua user!

-Katanya sistemnya mau hancur, makanya aku ke sini buat nonton.

-Wah, teori konspirasinya nyata?

-Itu yang masuk ke kediaman beneran Ahn Roh Man kan?

-Iya, pasukan khusus juga sudah masuk.

****

Kekacauan di Kantor Pusat Transparent Co., Ltd

Di saat yang sama, di dalam game RMPAG, suasananya jauh lebih kacau.

Para pemain hanya bisa menatap ke angkasa dengan bingung, tidak tahu harus berbuat apa.

Saat semua orang terpaku dalam diam...

BRAK! BRAK! BRAK!

“Wakil Presiden Lee Mi Jung! Buka pintunya sekarang!”

Di depan ruang sistem lantai 17 kantor pusat Transparent.

BRAK! BRAK!

Mantan Direktur Han Seo Hyung berteriak sambil melihat siaran Crazy Attention Seeker di ponselnya, sementara para petugas keamanan berusaha mendobrak pintu besi raksasa di belakangnya.

“Cepat buka pintunya! Matikan sistemnya! Kalian mau mati ya?!”

Dia sudah kehilangan akal sehatnya.

Wajah ramahnya sudah hilang.

Ini bukan waktunya untuk itu.

‘Tuan Besar!

Bagian tubuh Tuan Besar (Han Taek Soo) sudah terekspos. Ini tidak bisa ditutupi lagi. Tidak, justru harus ditutupi!’

BRAK! BRAK!

Tepat saat pintu besi ruang sistem hampir hancur...

“Huu.”

Wakil Presiden Lee Mi Jung menarik napas dalam-dalam.

Di dalam ruang sistem, suasana sangat hening dan mencekam.

Manajer Cha dan staf Divisi 1 semuanya dalam kondisi terikat.

Sementara dia, Dr. Kang Tae Wan, dan staf Divisi 2 hanya menatap layar yang menyiarkan aksi Crazy Attention Seeker, sambil menggigit bibir melihat pintu yang hampir jebol.

‘Tahan sedikit lagi.’

Karena ini saatnya mengikuti instruksi Cale Henituse.

Ting.

Mata Lee Mi Jung berkilat saat melihat ponselnya.

“Harga saham mulai anjlok.”

Dia segera menelepon seseorang.

=“Sudah dimulai.”

Mendengar jawaban dari orang di seberang telepon—Sekretaris Choi Sun Hee dari Sun Corporation—Lee Mi Jung mengepalkan kedua tangannya.

Pandangannya beralih ke seseorang yang berdiri diam di balik bayangan di belakang Manajer Jung Ga Hee.

‘Ya, aku bisa bertahan.’

Lee Mi Jung memberikan satu kalimat terakhir pada Sekretaris Choi.

Sebuah pesan untuk semua orang.

“Berjuanglah.”

Kamu juga.

Begitu tubuh Han Taek Soo terekspos, Sun Corporation mulai bergerak untuk “memangsa” Transparent Co., Ltd.

***

Pertempuran belum berakhir

Pajijik, pajijik.

Han Taek Soo melihat sisa-sisa petir api yang masih berusaha merambat naik meski dia sudah memotong bagian yang hangus.

Pajijik.

Melihat dagingnya mulai terbakar lagi, dia segera memotong seluruh bagian lengannya dari bawah bahu.

Pluk.

Dia menatap potongan daging yang jatuh, lalu mendongak. Dari celah atap yang hancur, dia melihat matahari mulai tenggelam dan malam akan tiba.

“Jadi begini akhirnya.”

Wajah kakek tua itu tidak menunjukkan ekspresi sama sekali saat dia menghela napas.

Tapi insting di dalamnya kembali memberi peringatan.

Urururu—

Langit yang berubah menjadi malam mulai bergemuruh.

Han Taek Soo menatap lurus ke depan.

“Pantas saja ini bikin sakit kepala.”

Cale sedang bergerak.

Dug.

Saat dia menghentakkan kaki, lantai bergetar.

“On!”

Bahkan sebelum Cale selesai bicara, Choi Han dan Raon sudah bergerak.

Tentu saja, Cale juga sama.

[ Wah, orang itu nggak main-main ya? ]

Kata-kata si Pelit benar.

[ Dia nahan api itu cuma dengan mengorbankan satu lengan? ]

Petir api kembali menyala di kedua tangan Cale.

[ Seberapa kuat bajingan ini? Ini kan api yang kubuat buat persiapan lawan Dewa! ]

Si Pelit sangat terkejut, dan wajah Cale pun mengeras.

Karena itulah dia langsung menyerbu Han Taek Soo tanpa ragu.

Han Taek Soo adalah sosok yang tidak kalah kuat dibanding Kaisar Dua.

“Aku tahu kenapa Kaisar Dua melarikan diri.”

Namun, si kakek tua itu hanya berdiri diam meski kehilangan satu lengan.

Dia terlihat sangat santai.

Tanpa melirik sedikit pun pada potongan daging yang jatuh, dia memejamkan mata.

“Wahai anak-anakku.”

Masih dalam wujud manusia Han Taek Soo.

Begitu dia bicara...

“Nggak boleh!”

Mantan Direktur Han Seo Hyung yang berada di Transparent langsung menutup kedua telinganya dan berlutut.

“Nggak boleh! Jangan!”

Dia berlutut sambil menatap langit seolah sedang berdoa.

“Pencipta, tolong, aku mohon jangan!”

Dia meratap.

Tapi Sang Pencipta berkata dengan datar.

“Waktunya telah tiba.”

Ah.

Han Seo Hyung memejamkan mata.

Air mata mengalir dari kedua matanya.

Sang Pencipta, Han Taek Soo, memberikan perintah dengan tenang.

“Bertarunglah demi aku.”

BRAK! BRAK!

Pintu-pintu di lantai 3 terbuka serentak.

Bukan para Hunter bawahan yang tadi di koridor.

-Choi Han, itu adalah Keluarga Inti Transparent!

Anggota keluarga asli Transparent Blood Family.

Mereka yang dikenal sebagai kerabat dekat Han Taek Soo.

Mereka keluar satu per satu sambil menangis atau tertawa.

Han Taek Soo mengumumkan:

“Lepaskan kulit kalian.”

Pada saat itu, “kulit” Han Seo Hyung mulai terkelupas.

Identitas manusia Transparent Blood Family mulai meleleh.

“Ah.”

Choi Han menghela napas.

Dia menyadari sesuatu.

“Ternyata nggak cuma satu.”

Gumpalan daging muncul di depan mata mereka.

Anak-anak Han Taek Soo.

Atau bagian-bagian yang terlepas dari tubuhnya.

“!”

Ekspresi Choi Han dan Raon berubah.

Mereka segera menyadari satu hal di medan perang ini.

-Manusia! Han Seo Hyung ada di kantor pusat!

Penerus Han Taek Soo, Han Seo Hyung.

Jika dia juga monster seperti itu, maka rekan-rekan mereka yang sedang menghadapinya di Transparent Co., Ltd dalam bahaya!

“Sialan!”

Cale juga sudah paham apa yang dikatakan Raon.

Wajahnya mengernyit.

Makhluk-makhluk yang mirip Han Taek Soo itu pasti memiliki kekuatan yang serupa.

‘Aku meremehkannya.’

Dia hanya fokus pada Han Taek Soo.

Kenapa dia melewatkan kemungkinan adanya makhluk lain?

Sepuluh ribu tahun.

Dalam waktu selama itu, Han Taek Soo pasti sudah membangun sebuah klan setelah berbagai percobaan.

[ Sialan! Apa harus cari cara lain?! Apa? Angin? Air? Kayu? Apa yang bakal berguna? Kayaknya apa pun lebih baik dariku! Soalnya api nggak mempan buat bajingan itu! Sial! ]

Saat si Pelit berteriak penuh emosi...

[ Bukan, beda. ]

Kali ini, Indestructible Shield bicara.

[ Daging makhluk itu... kemampuan regenerasinya beneran hebat. ]

[ Kelihatan kok! Makanya api nggak mempan! ]

[ Dulu, biarpun para pendeta melukainya, dia bakal sembuh dalam sekejap. ]

[ Kenapa baru bilang sekarang?! ]

[ Soalnya aku baru ingat. ]

[ Aduuuh! ]

Interaksi si Pelit dan si Perisai yang sangat bertolak belakang.

Di saat itu, mata Cale berkilat.

“...Regenerasi?”

Satu kata dari si Perisai terngiang di kepalanya.

[ Bener, regenerasi. Tapi sekarang dia malah memotong lengannya. ]

Ah.

Cale menemukan titik terang.

[ Dulu kalau cuma terbakar api biasa dia bakal sembuh, tapi sepertinya Fire of Destruction ini bikin dia nggak bisa regenerasi. Daging baru nggak tumbuh. ]

Kata-kata si Perisai tertanam jelas di otak Cale.

Dia pun mulai menyadari alasannya.

‘Api si Pelit itu beda.’

Bukan api biasa.

‘Karena di dalamnya juga mengandung Pemurnian.’

Kalau begitu, ini...

“Bukannya nggak ada efeknya ya?”

[ Berarti apiku mempan dong? ]

Pikiran Cale dan si Pelit selaras.

Urururu—

Langit bergemuruh lebih keras lagi.

Khahaha!

Mood si Pelit langsung naik drastis.

[ Kalau mempan, ayo hajar terus! ]

Petir api yang tadinya hanya di tangan Cale, kini menjalar ke seluruh tubuhnya.

Urururu—

Langit yang sudah gelap kembali berteriak.

Seluruh tubuh Cale berkilauan dengan cahaya merah-emas.

Seolah-olah dia sendiri telah berubah menjadi api yang berkobar.

[ Kekuatanku masih sisa banyak! Malah aku bisa bikin lebih kuat lagi! ]

Urururu—

Ini berbeda dari sebelumnya.

Di atas langit gelap, awan abu-abu menebal membuat suasana semakin pekat.

Tapi cahaya merah-emas yang bergejolak di antara awan itu terlihat semerah lava dan secemerlang emas murni.

Deg.

Saat Han Taek Soo melihat Cale yang diselimuti api merah-emas yang membara...

Deg.

“Gawat.”

Deg.

“Ternyata cuma itu saja bukan segalanya.”

Dia merasakan peringatan instingnya dengan jelas.

Ini adalah insting bertahan hidup.

“Sepertinya aku juga harus melepaskan kulitku.”

Tepat saat Han Taek Soo bicara begitu, Cale yang sudah berada di depannya tersenyum sambil membentangkan tangannya.

Cale memutuskan untuk fokus menangani Han Taek Soo sendirian.

Karena makhluk ini mungkin setara dengan Kaisar Dua.

-Kali ini, serahkan bagian sini pada kami!

Tepat setelah Raon bicara begitu, sebuah suara lain terdengar.

-Kayaknya kekuatanku bakal mempan nih.

Tap.

Seseorang melangkah santai ke lantai 3 lewat tangga.

“Meooow!”

“Meow.”

Sambil menggendong On dan Hong di pundaknya, Naga Kuno Eruhaben menatap sekeliling ke arah Transparent Blood Family.

Kepada mereka yang kulitnya mulai mengelupas atau meleleh menunjukkan wujud asli, Eruhaben menunjukkan senyum yang sudah lama tidak dia perlihatkan.

Senyum yang terlihat sangat sombong.

Sssss—

Tapi senyum itu sangat cocok dengan sosoknya yang kini diselimuti oleh debu emas.

“Aku bisa jadikan mereka debu semua.”

Naga Emas Eruhaben dengan Atribut debunya.

Matanya berkilat menatap gumpalan-gumpalan daging yang menyatu itu.

Dia menemukan kemungkinan yang selama ini dia cari.

Dan Cale, begitu mendengar Eruhaben—sosok yang paling berpengalaman—menyatakan apa yang bisa dia lakukan, memutuskan untuk tidak mengkhawatirkan bagian belakang lagi.

Urururu—

[ Nggak ada yang bisa menghentikanku! ]

Fire of Destruction dan Cale yang kini tidak punya beban lagi untuk dilindungi...

“Bakal kubakar kamu.”

[ Akan kubakar! ]

Mereka melepaskan kekuatan penghancur.

Api dan petir menyambar jatuh dari langit!

.

.

Dukung translator disini : 
Donasi disini : Support

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Daftar Novel Children of the Holy Emperor