Trash of the Count Family Book II 543 : Karyawan Baru Itu Memang Unik
Siaran Langsung: Bukti RMPAG Hancur!
Para penonton yang
masuk ke siaran Crazy Attention Seeker dengan judul <RMPAG hancur.
Beneran. Buktinya siaran dimulai sekarang!> langsung naik pitam melihat
apa yang muncul di layar.
-Woi, Crazy
Attention Seeker! Apa-apaan ini?
-Ini gangguan
siaran ya?
-Layarku hitam
semua, kalian juga gitu?
Layarnya benar-benar
gelap. Tapi bukan berarti siarannya mati. Layarnya cuma hitam saja.
“Ah, maaf. Sekarang
dengarkan suaranya saja dulu.”
Suara si Crazy
Attention Seeker terdengar bergumam.
Klenteng, srek,
srek.
Terdengar suara
sesuatu yang bergerak dan berbenturan.
“Sekadar info, kamera
sekarang ada di saku dalam bajuku, makanya begitu.”
-?!
-Gila! Keluarin
kameranya!
“Teman-teman, mulai
sekarang aku nggak bisa bicara.”
Penonton yang masuk
sejak awal siaran sebagian besar adalah penggemar setia si Crazy Attention
Seeker.
Mereka lebih tahu
tentang dia dibanding siapa pun.
-Woi. Sepertinya
beneran ada sesuatu?
-Crazy Attention
Seeker, kenapa kamu serius banget?
-Bajingan ini,
kok sekarang nggak ada suara napas ‘hukk hukk’ yang biasanya? Mode serius kah?
Hukk, hukk.
Bukannya deru napas
kasar yang khas, tapi suara yang tenang dan datar.
Di situ para penggemar
merasakan ketegangan.
Karena mereka tahu,
saat si Crazy Attention Seeker ini menghadapi urusan besar yang nyata, dia
bakal jadi lebih tenang dibanding siapa pun sebelum kegilaannya meledak.
Saat itulah.
“Sudah siap?”
“Ya.”
-Oh. Siapa tuh?
Siaran bareng kah?
-Bukannya si
Strawberry Cream Bread?
-Bukan. Dia kan
cewek.
Satu per satu.
Jumlah penonton terus
bertambah, entah itu penggemar setia atau penonton yang masuk karena melihat
judul dan pengumumannya.
“Ayo jalan.”
Jeglek.
Bersama dengan suara
mobil yang berhenti, pintu bak muatan tempat mereka berada pun terbuka.
“……”
Pria paruh baya itu
pura-pura tidak melihat Cale, si Crazy Attention Seeker, dan Choi Han, lalu dia
melihat sekeliling sebelum akhirnya menganggukkan kepala.
-Manusia, aku
gemetaran!
Begitulah suara Raon.
Begitu turun dari bak
muatan, Cale menerima kartu izin akses yang diserahkan oleh pria paruh baya
itu.
Pria itu bergumam
pelan.
“Dengan ini, utangku
pada Kepala Sekretaris Kang sudah lunas.”
“Ya.”
Kepala Sekretaris Kang
Geun Mok.
Pria paruh baya yang
dulu berutang budi besar padanya itu sekarang bertugas memasok bahan makanan ke
kediaman Ketua Kehormatan Han Taek Soo.
Sret.
Cale, yang menyamar
sebagai karyawan perusahaan pemasok makanan, memberi isyarat mata pada Choi Han
dan si Crazy Attention Seeker.
Ketiganya memakai
seragam karyawan dan mengalungkan kartu akses di leher mereka.
-Apaan nih? Apa
yang bakal terjadi?
-Ha. Aku mau
keluar bentar terus masuk lagi. Kabari ya kalau ada apa-apa.
-Nggak mau.
-Crazy Attention
Seeker, kamu nggak mau cari duit lagi? Apa-apaan sih ini?
Keluhan penonton
semakin besar, tapi praktisnya tidak banyak orang yang keluar. Sebagian karena
penontonnya belum terlalu banyak, tapi sebagian lagi karena...
-Kok berasa
vibes film Noir ya?
-Kalau denger
suaranya doang, kayaknya bakal ada kejadian besar... Crazy Attention Seeker
lagi ngerencanain sesuatu...!
(tl/n
: Film noir adalah gaya sinematik Hollywood era
1940-an hingga 1950-an yang ditandai dengan visual hitam-putih kontras tinggi,
pencahayaan minim (low-key lighting), dan atmosfer kelam. Genre ini berfokus
pada tema pesimisme, kejahatan, dan moralitas ambigu, sering menampilkan
detektif sinis, femme fatale (wanita berbahaya), dan alur cerita
rumit.)
Mereka merasakan
sesuatu yang tidak biasa.
-Kayaknya
update-nya bagus. Sekarang nggak ada error lagi.
-Damai banget
ya.
-Sekalian update
harusnya ada event juga.
Apalagi game RMPAG
yang sempat heboh beberapa waktu lalu kini sudah tenang.
Itu adalah waktu di
mana para pemain yang login untuk melihat perubahan setelah update, mulai
logout untuk menikmati makan malam.
Krik.
Area parkir bawah
tanah dekat pintu belakang kediaman Han Taek Soo.
Sebenarnya, alih-alih
disebut rumah, ukurannya sangat besar sampai lebih mirip bangunan berlantai
tiga.
-Manusia, kami bakal
diam saja!
Di dalam kotak yang
seharusnya berisi bahan makanan, ada Raon, On, dan Hong.
“Kalian dengar?”
Dan di luar jangkauan
pengawasan kediaman...
=”Semua sedang bersiap
di posisi masing-masing.
Rosalyn dan Alberu
Crossman sedang menunggu di posisi mereka.
Cale menekan topi
karyawannya lebih dalam sambil melangkah.
Krik.
Troli berisi bahan
makanan itu ikut bergerak.
Krik, krik.
Di belakangnya, si Crazy
Attention Seeker dan Choi Han mengikuti seolah itu hal yang wajar.
“Penjagaan di
kediaman Ketua Han Taek Soo terhadap penyusupan tanpa izin sangatlah ketat.”
Itu adalah informasi
dari Kepala Sekretaris Kang Geun Mok.
“Di seluruh bagian
luar kediaman terdapat perangkat paling canggih termasuk sensor panas, dan
untuk masuk ke dalam harus memiliki kartu akses.”
Bukan itu saja.
“Ada juga alat
pendeteksi Mana dan perangkat reaksi Aura.”
Han Taek Soo memasang
alat agar makhluk apa pun selain manusia Bumi tidak bisa sembarangan melewati
kediamannya.
“Oleh karena itu,
masuk secara diam-diam menggunakan sihir adalah hal yang mustahil.”
Berkat informasi
berharga dari Kang Geun Mok dan kesempatan yang dia buatkan:
“Aku yang akan
mencarikan cara masuk ke kediaman.”
Kelompok Cale akhirnya
bisa melangkah masuk ke dalam kediaman.
“Kami datang mengantar
bahan makanan.”
Mendengar ucapan si
pria paruh baya, para petugas keamanan yang menjaga pintu belakang dan parkir
tempat keluar-masuk pelayan memeriksa kartu akses satu per satu.
“Angkat wajah kalian.”
Bahkan mereka
memeriksa wajah semua orang termasuk Cale.
“Para penjaga
khusus pelayan tidak akan mengenali wajah kalian.”
Kim Hae-il, Cale
Henituse... mereka tidak akan menyadari keterkaitannya.
“Mereka hanya akan
memastikan apakah kalian orang asing atau bukan.”
Sesuai perkataan Kang Geun
Mok.
“Aku baru pertama kali
melihat kalian.”
“Mereka karyawan baru.
Akhir-akhir ini pekerjaan makin banyak.”
“Begitukah?”
“Iya, sebaiknya kalian
ingat wajah mereka.”
Setelah pria paruh
baya itu menjawab dengan ramah, lima orang petugas keamanan memeriksa Cale dan
kawan-kawan, lalu mengangguk.
Selama 20 tahun.
Pria paruh baya itu
sudah memasok bahan makanan ke rumah Han Taek Soo secara turun-temurun
mengikuti ayahnya.
Tak ada ruang bagi
mereka untuk mencurigainya.
Krik, krik.
“Jika kalian sudah
berhasil melewati pintu belakang dan masuk, hanya ada satu perangkat yang perlu
diwaspadai sebelum mencapai lantai 3.”
Lantai 3, tempat Han Taek
Soo dan keluarganya tinggal.
“Selain lantai itu,
semua lantai dan ruangan memiliki CCTV.”
Dari lantai 2 atas
sampai lantai 2 bawah tanah.
Keempat lantai itu
ditutupi oleh CCTV.
Hati-hatilah dengan
banyaknya CCTV itu.
Maka dari itu...
“Ruang keamanan di
lantai 1 bawah tanah, tempat itu harus ditangani lebih dulu.”
Klik.
Pria paruh baya itu
membuka pintu. Itu adalah tempat penyimpanan bahan makanan.
“Apakah aku harus lari
dan bersembunyi?”
Pria itu bertanya
dengan hati-hati.
-? Lari?
-Woi, Crazy
Attention Seeker! Sebenarnya kamu lagi ngapain! Kasih tahu dong! Kenapa
donasinya dimatikan! Kasih tahu dikit!
Cale mengangguk.
“Ya. Aku dengar kamu
punya tempat persembunyian.”
“Keponakanku kerja di
dapur sini. Ada tempat sembunyi. Sampai kapan aku harus sembunyi?”
Pria itu menunggu
jawaban Cale dengan wajah tegang.
“Kamu harus
menuruti kata-kata orang yang kukenalkan. Kamu tahu kan? Kalau kamu dengarkan
aku, kamu nggak bakal mati.”
Kata-kata Kang Geun
Mok terngiang di telinganya.
Cale kemudian
menimpali.
“Sebentar lagi akan
terjadi keributan besar.”
Tempat ini adalah
rumah Ketua Kehormatan Han Taek Soo.
Keributan di tempat
seperti ini?
Apalagi orang-orang
ini dibawa oleh Sekretaris Kang yang telah mengkhianati Ketua.
“Hmm. Sepertinya aku
sudah melangkah ke liang lahat,”
Dsah pria itu.
Cale menjawab dengan
nada acuh tak acuh.
“Bukan. Kamu justru
mendapatkan jalan hidup.”
“Apa maksud—”
“Begitu keributan
besar dimulai, bawa keponakan kamu dan orang-orang lari. Menjauhlah sejauh
mungkin dari kediaman ini.”
Ekspresi Cale sangat
datar, seolah dia hanya mengatakan fakta.
“Petugas keamanan di
sini tidak akan punya waktu untuk memedulikan kalian.”
Bukankah begitu?
Saat Han Taek Soo
diserang...
“Kalau mau hidup,
larilah.”
“...Kamu serius?”
“Ya.”
“Baiklah. Aku percaya
kata-katamu.”
Pria itu melangkah
keluar dari gudang makanan dan memberikan sepatah kata terakhir pada Cale.
“Semoga kalian
mendapatkan apa yang kalian inginkan.”
Klik.
Pintu tertutup.
-Wah... ini
beneran nyata kan? Bukan film?
-Crazy Attention
Seeker, ini lokasi syuting film ya?
-Omongannya
serem banget. ‘Kalau mau hidup, larilah’?
Meski masih tidak
melihat apa-apa, para penonton mulai berbisik-bisik menebak-nebak.
“Mulai.”
Atas instruksi Cale,
Choi Han membuka kotak bahan makanan.
Sebuah kotak yang
sangat panjang dan besar.
-Taraaa!
Raon, On, dan Hong
menampakkan diri.
Dan satu sosok lagi
bangkit dari dalam kotak.
“Sudah tua, susah juga
jongkok lama-lama.”
Itu adalah Eruhaben.
Cale memilih Eruhaben,
yang paling berumur dan berpengalaman, untuk bergerak bersama anak-anak
rata-rata usia 10 tahun itu.
Cale meminta bantuan
padanya.
“Aku pergi duluan.”
Wung—
Tubuh On, Hong, dan
Eruhaben berubah menjadi transparan.
Kriet.
Pintu terbuka, dan
ketiga sosok itu bergerak dengan cepat.
-Lewat sini.
Mengikuti arahan
Eruhaben, mereka sampai di lantai 1 bawah tanah.
On, Hong, dan Raon
tidak terlihat.
Mereka sampai di
tujuan.
“Pintunya tidak
akan terbuka.”
Ruang Keamanan.
Di pintu masuknya pun
ada CCTV.
“Mereka memastikan
identitas baru membukanya dari dalam.”
Di ujung jari
Eruhaben, debu emas kecil mulai muncul.
Debu yang muncul
dengan cepat itu...
Syuuuu—
Dalam sekejap membuat
lubang di pintu lalu menghilang.
Bagian pintu yang
menghilang menjadi debu itu menyisakan celah.
“On, Hong, aku minta
tolong.”
On dan Hong segera
menyemprotkan racun tidur dosis tertinggi ke dalam ruangan.
Bang, doom.
Terdengar suara
orang-orang bertumbangan di balik pintu.
“Dari lantai 2
bawah tanah sampai lantai 2 atas, sebagian besar karyawan adalah manusia biasa.
Aku yang mempekerjakan mereka.”
Sesuai perkataan
Sekretaris Kang, manusia-manusia biasa itu semuanya tertidur.
Klik.
Eruhaben masuk ke
dalam ruang keamanan dengan santai.
“Sudah pasti.”
Semua bagian dalam dan
luar kediaman terlihat, kecuali lantai 3.
“Katanya harus
disambungkan ke sini kan?”
Eruhaben menghela
napas.
“Tablet lah, USB
lah... mana aku tahu barang-barang kayak gini.”
Sambil menghela napas,
Eruhaben menyelesaikan semuanya dan mengetuk earphone di telinganya.
“Selesai.”
-Selesai.
Begitu Cale mendengar
kata itu, dia memberi isyarat mata pada Raon.
Wung—
Tubuh mereka semua
berubah menjadi transparan.
“Aku akan memimpin di
depan.”
Choi Han melangkah ke
luar pintu.
Cale mengikutinya.
Choi Han bergerak cepat mengikuti peta yang sudah dihafalnya.
“Jadwal patroli
mungkin sudah berubah dari saat aku di sana.”
Seperti kata Kang Geun
Mok, penjaga terlihat di sana-sini.
Buk, buk.
Choi Han yang maju di
depan mendekat secara diam-diam dalam kondisi transparan dan melumpuhkan semua
orang.
Meski mereka penjaga
yang hebat, mereka bukan tandingan Choi Han.
Lantai 2 bawah tanah.
Cale naik lift di
dalam kediaman dan menekan lantai 2 atas.
Ting!
Sampai di lantai 2,
Cale melihat Choi Han yang melesat keluar dengan cepat.
Kediaman Han Taek Soo
memiliki struktur seperti labirin.
Katanya sengaja dibuat
rumit.
“Ada personel
patroli di setiap sudut, dan personel itu diganti secara berkala.”
Untuk keamanan ketat,
struktur dan personel ditempatkan seperti itu, namun...
“Kira-kira ada 2-3
orang di setiap lorong.”
Buk, buk.
“Apa— ugh!”
Bum.
Choi Han membereskan
2-3 orang itu dalam sekejap.
Cale mengikuti di
belakang dengan santai tapi cepat.
“Kita harus menyerang
sebelum Han Taek Soo kabur.”
Kuncinya adalah adu
kecepatan.
“Setelah menyerang,
kita harus buat dia menunjukkan wujud aslinya.”
Wung.
Bagian dalam tubuh
Cale bergetar.
Ada alasan kenapa dia
menempatkan Choi Han di depan.
-Manusia, aku akan
membantumu semaksimal mungkin!
Ada alasan kenapa dia
membawa Raon di sisinya.
-Cale, aku akan
mempertahankan daya hancur maksimal.
Kepala Sekretaris Kang
Geun Mok pernah bilang:
“Ketua Han Taek Soo
akan berusaha mempertahankan tubuh manusianya sebisa mungkin. Tapi bagi klan
Transparent Blood Family, jika mereka menerima serangan fatal, rahasia tubuh
mereka akan terbongkar secara alami.”
Serangan fatal.
“Serangan yang
membuat mereka merasa bakal mati kalau tidak bertahan. Maka secara insting,
wujud asli mereka akan terlihat sebagian.”
Karena itulah Cale
cukup mengikuti Choi Han.
Serangan kejutan.
Satu kali serangan
fatal.
[ Cale, aku ini
koin emas yang berharga. ]
Fire of Destruction
ingin menunjukkan kekuatannya yang semakin hebat.
“Tapi Tuan Cale,
aku tidak tahu kelemahan Ketua Han Taek Soo.”
Kata-kata Kang Geun
Mok terngiang.
“Ya sudah, kita
coba saja baru tahu nanti.”
Cale merasakan energi
api yang membara di dalam tubuhnya.
“Aku buka.”
Choi Han yang sudah
membereskan lantai 2 kini sampai di depan tangga menuju lantai 3, karena tidak
ada lift ke sana.
“Buka.”
Ucap Cale.
Klik.
Saat Choi Han membuka
pintu.
“Sekarang, perhatikan
layar baik-baik!”
Si Crazy Attention
Seeker mengeluarkan kamera dari balik bajunya dan memegangnya kuat-kuat.
-Eh? Apa nih?
-Akhirnya
dikasih lihat?
-Crazy Attention
Seeker, penontonmu sudah banyak yang pergi nih.
-Apaan sih
maksudnya RMPAG hancur? Kalau cuma clickbait bakal dihujat nih.
Layar yang goyang
mulai fokus.
Sret.
Cale dan Choi Han
melepas topi mereka.
Wajah mereka
tertangkap kamera.
-?
-Siapa tuh?
Sebelum mereka sempat
bertanya lebih jauh.
Kriet.
Di balik pintu yang
terbuka.
“Siapa kalian?”
“Sebutkan identitas
kalian.”
Berbeda dengan lantai
lain, di sini ada lorong lurus panjang dengan ruangan di kedua sisinya.
Dan di ujung lorong
itu hanya ada satu pintu.
Sring.
Choi Han mencabut
pedangnya.
“Mulai dari sini,
semua orang di lorong adalah Hunter dari klan Transparent Blood Family.
Sekadar info,
mereka bukan anggota inti klan, tapi bawahan.”
Tap.
Dia melesat ke depan.
“Choi Han, kekuatan
penuh.”
Choi Han, yang
mengingat instruksi Cale, mulai mengerahkan energinya.
Wung—
Saat cahaya hitam yang
berkilauan muncul di sekitar tubuh dan pedangnya, Choi Han memanggil Aura-nya.
Energi buas itu
membentuk naga hitam. Meski belum mendapatkan keunikannya, Choi Han mulai
menyadarinya.
Dia berjanji sambil
menatap Cale.
Kembali ke saat yang
mengerikan dan putus asa itu.
Saat di mana dia
menggunakan segala hal yang dia miliki.
“Aku akan kembali.”
Sret.
Dia mengayunkan
pedangnya, dan seekor naga hitam melesat sambil mengaum ke arah para Hunter
Transparent Blood Family yang menyerbu.
Choi Han ikut maju
bersamanya.
Sret.
Tapi dia membuka
jalan.
Wuuuu—
Bersamaan dengan suara
angin, seseorang melesat maju melampaui dia dengan ringan.
Itu Cale.
Wuuuu—
Tapi dia tidak
sendiri.
“Aku juga ikut!”
Si Crazy Attention
Seeker.
Dia mengikuti di
belakang dengan kekuatan angin yang dipasang Cale di pergelangan kakinya.
Choi Han melindungi
punggung mereka.
-Crazy Attention
Seeker! Ini apa? Apa-apaan sih!!!
-Gila, ini quest
tersembunyi ya?
-Eh? Eh? Tunggu
sebentar.
-Kenapa?
-!
-Bukannya dua
orang itu NPC dari Sea of Despair?
Komunitas RMPAG.
Tempat itu sempat
heboh karena sistem error, tapi sebelumnya sudah heboh karena hal lain.
Postingan bermasalah
yang masih ada di puncak ‘Best Post’ dan memicu ribuan komentar.
Teori konspirasi itu.
Holy Land: Primodial Night.
Ocean Union: Sea of Despair.
God of Despair.
Kekuatan yang melawan
mereka.
Keterkaitan antara
dunia nyata dan game.
Segala hal yang
mencakup pertanyaan ‘Apa sebenarnya tujuan keberadaan game ini?’
Saat teori konspirasi
itu muncul di kepala semua orang, judul siaran itu pun terlihat.
<Judul: RMPAG hancur. Beneran. Buktinya
siaran dimulai sekarang!>
“Teman-teman!”
Cale melesat secepat
anak panah.
Saat melihat pintu di
ujung lorong sudah di depan mata, si Crazy Attention Seeker pun melepaskan
kendalinya.
-Woi! Kalian
cepetan nonton siaran si Crazy Attention Seeker!
-Crazy Attention
Seeker lagi ngelakuin sesuatu! Yang nggak main game, tonton siarannya sekarang!
Buka!
Para penggemar setia
mulai bergerak.
Bukan cuma mereka.
“Eh?”
“Hah?”
Para pengguna yang
sedang bermain RMPAG: Raise My Precious Absolute God terbelalak melihat jendela
sistem yang tiba-tiba muncul.
<Mulai sekarang, siaran langsung akan
dimulai.>
“Apa ini?”
“Update baru kah?”
Sebuah layar siaran
muncul di depan mata para pengguna.
<Judul: RMPAG hancur. Beneran. Buktinya
siaran dimulai sekarang!>
Itu adalah siaran si Crazy
Attention Seeker.
“Apa yang terjadi!”
“Gila, apa-apaan ini!”
Saat tim operasional
Divisi 1 di ruang sistem lantai 17 Transparent Co., Ltd menemukan fenomena ini
dan terperangah...
Ziiing.
Pintu terbuka, dan Dr.
Kang Tae Wan bersama Manajer Jung Ga Hee dari Divisi 2 serta anggota timnya
masuk.
“……”
Saat wajah Manajer Cha
Geon Gi dipenuhi kebingungan, Asisten Manajer Baek MIn Ah tiba-tiba mendekat
dan mencengkeram kedua tangan Manajer Cha seolah sedang memborgolnya.
Deg!
Direktur Pelaksana Han
Seo Hyung yang menerima laporan langsung bangkit dari kursinya.
Dia segera bergerak.
Karena dia tahu tempat
yang muncul di layar itu.
“...Rumahku!”
Rumahnya muncul di
Bumi dan New World.
Orang-orang di Bumi
sedang melihat pemandangan ini.
Si Crazy Attention
Seeker memulai siarannya dengan sungguh-sungguh.
“Teman-teman, sekarang
aku bakal tunjukin buktinya!”
Raon yang berada di
samping Cale melepas sihir transparansinya.
Saat wujud mereka
semua terlihat...
“Teman-teman, ini
adalah Bumi!”
Si Crazy Attention
Seeker melanjutkan siarannya.
Di depan ruang kerja
Han Taek Soo.
Orang-orang yang
menjaga tempat itu harus menghadapi sihir Raon dan naga hitam yang ditembakkan
Choi Han.
Dalam waktu singkat
itu...
[ Cale. ]
Si Pelit memberi
sinyal, dan Cale menembakkan anginnya.
DUAAANG!
Bersamaan dengan suara
ledakan keras, pintu ruang kerja pun terbuka.
“……”
Mata mereka bertemu
dengan Han Taek Soo.
Semua terjadi dalam
sekejap.
Di saat Han Taek Soo
ragu dan tidak bisa memilih untuk kabur karena melihat pasukan khusus mengepung
kediamannya lewat jendela...
“Dan ini adalah rumah
Han Taek Soo! Bajingan ini yang bikin RMPAG hancur!”
Mendengar suara si Crazy
Attention Seeker di belakangnya, Cale mengulurkan tangan.
[ Hehe. ]
Si Pelit tertawa
singkat.
Saat itu...
GRUMBLE—
Suara guruh langit
terdengar dari tubuh Cale.
Dan cahaya merah-emas
yang megah terpancar keluar.
Kekuatan yang pernah
ditunjukkan Cale di Sea of Despair.
Kekuatan yang paling
familiar bagi para pengguna RMPAG.
Namun, kekuatan yang
terpancar dari tangannya itu kini jauh lebih kuat.
Seolah-olah
mengingatkan pada petir api yang digunakan dewa dalam mitologi untuk memberikan
hukuman.
.

Komentar
Posting Komentar