Trash of the Count Family Book II 537 : Karyawan Baru Itu Memang Unik
“Ah.”
Desahan kagum
keluar dari mulut Manajer Cha.
“...Kakakmu
sakit?”
“Iya, Manajer.
Dia sudah sakit sejak lama, tapi aku dengar kondisinya memburuk sekarang, jadi
aku harus pergi melihatnya.”
Meski diucapkan
dengan wajah sedih, suaranya terdengar tegas.
“Ah.”
Manajer Cha
tidak bisa melakukan apa pun selain menghela napas mendengar perkataan Cale.
Dia mencoba
mengumpulkan kesadarannya.
“...Sekarang?”
Piiiiiii---
Piii---
Telinganya
rasanya mau pecah.
“Iya. Sekarang.”
Piiiiiiii---
Bersamaan dengan
suara Kim Hae-il yang tegas, bunyi peringatan sistem pun terdengar—
“...Sistem
sedang ‘menggila’ seperti ini, dan kamu mau pergi?”
Topeng wajah
ramah yang dipakai Manajer Cha Geon hampir saja retak.
Mau bagaimana
lagi.
Ini sudah hari
kedua sistem benar-benar membuat kekacauan.
Tak kenal waktu,
bunyi peringatan bergema tidak hanya di seluruh lantai 17, tapi juga di seluruh
gedung pusat.
Kabarnya,
karyawan di lantai lain sampai bekerja memakai penutup telinga.
=================
- Lagi!
Jendela quest-nya retak lagi!
- Kenapa
sih belakangan ini begini terus?
- Ah, aku
jadi merasa tidak tenang.
=================
Di dalam game RMPAG
pun, sistem mengalami malfungsi.
=================
- Eh? Kali
ini bukan jendela quest-nya?
- Font
gelar di status bar berubah, ini error kan?
- ...Ah,
benar-benar bikin gelisah.
- Bukannya
ada masalah di sistemnya ya?
=================
Tidak ada error
yang sampai mengganggu jalannya permainan.
Namun,
kesalahan-kesalahan kecil dengan pola yang berbeda terus-menerus terjadi secara
halus.
=================
-
Sepertinya akan terjadi sesuatu yang besar.
- Ah, serius, aku merasa cemas.
- Orang ini terus saja menyebar kecemasan.
- Aku
orang yang berbeda, tahu! Aku juga menulis ini karena merasa cemas!
- Setuju.
- Hmph
- Ah, benar-benar gelisah.
- Ini asli.
=================
Rasa cemas mulai
merayap di antara para pengguna.
Meski tidak ada
masalah dalam bermain, retakan-retakan kecil ini justru membuat mereka
membayangkan masalah besar yang akan datang.
“......Begitu
ya... Aku sudah mendengar kabar tentang situasi Peneliti Kim Hae-il.”
Dia sudah
mendengarnya melalui Direktur Pelaksana Han Seo Hyung.
“Itu, apa tidak
ada pengasuhnya? Mengingat situasi sekarang, seperti yang kamu lihat sendiri,
Peneliti Kim sangat dibutuhkan.”
“...Mohon maaf.”
Kim Hae-il
menunjukkan wajah yang seolah-olah ingin segera keluar dari tempat itu secepat
mungkin.
Piiii---
Piiii---
“Pertama-tama,
aku akan menenangkan error yang sekarang sebelum pergi.”
Benar, begitu
Peneliti Kim Hae-il muncul, sistem ini langsung menjadi stabil.
Dan jika dia
tidak ada, sistem akan mencari celah untuk mengamuk.
Benar-benar ‘gila’
yang tidak ada tandingannya.
Seolah-olah
sistem itu ingin bilang,
“Memangnya
kalian bisa apa tanpa Kim Hae-il?”.
Karena itu,
semua anggota Tim Divisi 1 harus bekerja lembur dan seolah-olah terikat di
kantor.
Bisa saja
bergantian dengan Tim 2, tapi itu artinya Kim Hae-il akan bertemu dengan
Manajer Jeong Ga Hee.
‘Manajer Jeong
Ga Hee dekat dengan Dr. Kang Tae Wan, dan Dr. Kang-lah yang membawa Kim Hae-il
ke sini.’
Jika terjadi
kesalahan, Manajer Jeong dan Dr. Kang bisa bekerja sama membentuk garis tengah
yang baru.
Dan jika
Direktur Han Seo Hyung memilih mereka daripada dirinya, apalagi jika ada Kim
Hae-il di sana...
‘Itu tidak
boleh terjadi.’
Karena alasan
itulah, Manajer Cha Geon Gi tidak bisa memaksa karyawan baru di depannya ini
untuk tidak pulang dan terus menempel pada sistem.
“...Peneliti
Kim. Kalau begitu, karena situasinya mendesak, bagaimana jika kamu membagikan
sebagian struktur kontrol sistem yang sedang kamu buat kepada kami?”
“……”
Tatap mata
Peneliti Kim Hae-il saat melihatnya langsung berubah.
“......Strukturnya
masih belum stabil untuk dibagikan.”
Dia menolak
untuk berbagi.
‘Tentu saja.
Mana mungkin dia mau berbagi. Itu adalah senjata terbesarnya.’
Jika Manajer Cha
berada di posisi itu pun, dia pasti tidak akan pernah membagikannya.
“Huu.”
Manajer Cha
tanpa sadar menghela napas.
Karena tidak
tidur dengan benar selama dua hari, kepalanya terasa pening seperti berada di
dalam kabut.
“...Bagaimana
jika pergi sebentar tanpa mengambil cuti tahunan?”
“Sulit. Karena
aku tidak tahu kapan kakakku akan sadar, aku akan segera kembali secepat
mungkin setelahnya.”
“Baiklah.”
Manajer Cha Geon
Gi mengabaikan tatapan memohon dari bawahannya dan mengangguk kepada Cale.
“Aku harap
kakakmu segera membaik.”
“Terima kasih
atas pengertiannya.”
Manajer Cha
menatap diam ke arah Cale yang memberi salam dengan sopan.
Setelah memberi
salam, Cale langsung menstabilkan sistem. Kemudian, tanpa ragu, dia berpamitan
pada karyawan lain dan meninggalkan tempat itu.
“......Benar-benar
tidak tahan lagi.”
Manajer Cha
memejamkan matanya rapat-rapat.
Dia sudah
mengambil kesimpulan tentang Peneliti Kim Hae-il.
‘Bocah
sombong.’
Pemalu? Benar.
Pintar? Benar.
Punya pendirian
yang keras? Benar.
Memiliki ketiga
sifat itu, Peneliti Kim Hae-il juga cukup mahir dalam bersosialisasi.
Dia tidak pernah
merendahkan nilainya sendiri.
Dia tahu
posisinya dengan sangat baik, dan memanfaatkannya dengan pas.
‘Bisakah aku
meletakkannya di bawahku?
Tapi aku juga
tidak bisa membiarkannya memihak ke sisi lain. Kalau begitu~’
Tatap mata
Manajer Cha berubah menjadi dingin.
Seolah-olah dia
baru saja menemukan bug yang harus segera dimusnahkan.
“........”
Dan melihat hal
itu, Asisten Manajer Baek Min Ah diam-diam meninggalkan tempatnya dan bergegas
keluar.
‘Oh!’
Melihat Peneliti
Kim Hae-il yang masih berdiri di depan lift, Asisten Manajer Baek Min Ah
menoleh ke belakang untuk memastikan pintu ruang sistem sudah tertutup, lalu
segera mendekati Cale.
“Peneliti Kim.”
“Ah, Asisten
Manajer Baek.”
Peneliti Kim
yang tersenyum dengan malu-malu.
Glek.
Asisten Manajer
Baek Min Ah menelan ludah, lalu melangkah lebih dekat dan berdiri menghadap ke
depan bersamanya.
“Mau ke mana?”
Mendengar
pertanyaan yang dilontarkan dengan santai itu, Baek Min Ah membuka mulutnya
dengan hati-hati.
“Itu... apakah
masih ada ‘tali’ yang tersisa untukku?”
Smirk.
Sambil menatap
ke depan, Baek Min Ah melihat senyuman Kim Hae-il yang terpantul di pintu lift.
“!”
Senyum yang sama
sekali tidak terlihat pemalu, melainkan senyuman yang dingin.
‘Benar, aku
harus menangkap orang ini!’
Manajer Cha
sudah terlalu tidak kompeten beberapa hari terakhir ini.
Tentu saja,
semua orang selain Peneliti Kim Hae-il memang tidak kompeten.
‘Tapi
ketidakpercayaan terhadap Manajer Cha sudah memuncak.’
Manajer Cha dari
Divisi 1 memegang sistem sendirian hanya agar Kim Hae-il tidak direbut oleh Manajer
Jeong.
Karena itu,
sekarang dia malah disebut kurang berkemampuan.
‘Manajer Cha
mungkin berpikir masalah ini akan selesai jika Peneliti Kim berada di bawahnya,
tapi!’
Masalahnya
adalah,
‘Peneliti Kim
berniat untuk menyingkirkan Manajer Cha!’
Jadi, sekarang
kesempatannya telah tiba.
‘Kesempatanku
untuk menjadi kepala departemen operasional!’
Glek.
Peneliti Kim
Hae-il, yang diam-diam memperhatikan Asisten Manajer Baek yang menelan ludah
karena tegang, berkata dengan lirih.
“Kamu cukup
cerdik ya.”
“!”
Kata-kata itu!
Jantung Baek Min
Ah berdebar kencang.
“Tapi bukankah
aku memintamu memberiku jawaban kemarin?”
Namun, kata-kata
selanjutnya membuat jantungnya serasa merosot jatuh.
“Ah......! Itu—”
Baek Min Ah
buru-buru menyambung.
“Sistem sedang galat
dan semua orang sedang siaga, jadi tidak ada waktu untuk bicara! Kamu juga
tidak memberiku celah!”
Sebenarnya itu
bohong.
Dia tadinya
bimbang, dan baru hari ini dia menyadari bahwa Kim Hae-il tidak tergantikan.
‘Tatap mata
Manajer Cha tadi aneh.’
Tatap mata
Manajer Cha saat melihat Kim Hae-il tidak seperti sedang melihat bawahan,
melainkan sesuatu yang lain.
Mungkin dia
sedang menimbang-nimbang apakah harus menyingkirkannya atau menyimpannya di
sisinya.
Baek Min Ah,
yang sudah sering melakukan pekerjaan kotor Manajer Cha, tidak mungkin tidak
tahu.
“Akan aku
maafkan sekali ini.”
Mendengar suara
lirih Cale, Baek Min Ah segera mengangguk dan berkata.
“Terima kasih!”
Dia merasa
berterima kasih meski dia sendiri bingung kenapa dia harus berterima kasih.
Kemudian,
Peneliti Kim memberikan kata-kata yang ingin dia dengar.
“Tali milik
Asisten Manajer Baek akan sangat kuat.”
“Ah!”
Ekspresi Baek Min
Ah menjadi cerah.
Cale menatap
wajahnya yang terpantul di pintu lift—wajah yang menatap ke arahnya, bukan ke
depan—lalu perlahan menoleh ke arahnya.
Tali milik Cale
memang kuat. Namun, tali untuk Baek Min Ah...
‘Aku yang
akan memutusnya nanti.’
Orang-orang yang
diduga menggunakan manusia untuk eksperimen demi Dewa Absolut—Manajer Cha dan
kaki tangannya—Baek Min Ah adalah orang yang paling mungkin menjadi inti dari
kaki tangan tersebut.
“Asisten Manajer
Baek, tiga hari lagi, aku akan menyelesaikan strukturnya.”
“Be-benar!”
‘Area
kekuatan akan berubah!’
Baek Min Ah
sampai menjawab dengan terbata-bata karena kenyataan itu.
“Sebelum itu,
aku...”
Namun, ekspresi
Baek Min Ah menjadi pucat pasi mendengar kata-kata selanjutnya.
“Aku ingin
memegang satu kelemahan Manajer Cha. Kamu tahu sesuatu, kan?”
Nada bicara yang
penuh keyakinan. Baek Min Ah merasa merinding melihat tatapan tegas Cale.
‘Jangan-jangan
dia menyuruhku membawakan kelemahan Manajer Cha?’
Apa yang harus
dilakukan?
Dia harus
memikirkan sesuatu untuk dikatakan.
Bahwa itu
sepertinya sulit.
Bahwa dia tidak
tahu apa-apa. Namun, tepat saat itu dia mendengar kata-kata Cale.
“Kamu tahu
lokasinya, kan?”
“!”
Dia tahu
segalanya.
Baek Min Ah
merasa yakin akan hal itu. Tidak, lebih dari itu,
‘Tidak bisa
menghindar.’
Dia menyadari
bahwa selama dia memegang tali orang ini, ini adalah proses yang harus
dilewati.
‘...Sial!
Maksudnya,
aku harus membawa dan menyerahkan kelemahan Manajer Cha padanya agar dia
membiarkanku memegang talinya, kan?’
Ini terlalu
berbahaya.
‘Jika salah
langkah, aku bisa terjepit di antara keduanya dan leherku bisa terancam.’
Saat itulah.
“Ayo pergi
bersama.”
“Eh?”
Baek Min Ah
sesaat tidak mengerti perkataan Peneliti Kim.
Meski
mendengarnya dengan jelas, dia tidak paham.
Namun, saat
mendengar kata-kata Cale selanjutnya, ekspresi Baek Min Ah berubah total dari
sebelumnya.
“Aku tidak
membiarkan orangku menanggung bahaya sendirian.”
“……!”
“Aku suka
melakukannya bersama-sama.”
“Ah.”
“Kalau kamu tahu
lokasinya, mari kita lakukan bersama.”
Cale tersenyum
ke arah Baek Min Ah.
“Bukankah itu
yang akan menciptakan kepercayaan satu sama lain, sebuah hubungan yang setara?”
“...Benar!”
Hatinya terasa
meluap.
Dia merinding
karena senang.
Baek Min Ah
merasa dia sudah memilih tali yang benar.
Orang ini, orang
baik!
‘Benar, dan
kalau dipikir-pikir, aku yang pertama!’
Akhir-akhir ini
tidak terlihat ada orang yang memegang tali Peneliti Kim.
‘Menjadi
orang terdekat, dan bekerja bersama dalam hubungan yang setara!
Aku yang
pertama!
Itulah
sebabnya dia sangat menghargaiku!
Terbaik!
“Dua hari lagi
di malam hari. Bagaimana?”
“Percayakan
padaku. Aku akan menyiapkan semuanya.”
“Bagus, Asisten
Manajer Baek.”
Ting!!
Kebetulan
sekali, pintu lift yang sudah lama ditunggu terbuka.
Cale naik ke
lift yang kosong sendirian sambil berpamitan pada Baek Min Ah.
Baek Min Ah yang
melihat itu berkata sambil menyeringai.
“Serahkan
reputasi Manajer Cha padaku, kamu pasti tidak tahu banyak soal hal seperti itu,
kan?”
Kepada Cale yang
terlihat heran.
“Akan aku
jatuhkan dia sampai ke dasar.”
Baek Min Ah
berkata dengan bangga, dan sementara itu pintu lift tertutup.
“Hoho.”
Baek Min Ah
menahan tawanya dan kembali menuju ruang sistem.
Sementara itu,
Cale mengeluarkan ponselnya sambil turun ke lantai bawah.
Heh.
Kata-kata Baek Min
Ah sedikit lucu.
<Manajer Jeong
Ga Hee: Membuat Manajer Cha menjadi tidak kompeten dan menaikkan nama Peneliti
Kim Hae-il sedang berjalan lancar.>
Karena Cale
sendiri sudah melakukan semuanya.
Cale mengirim
pesan kepada Manajer Jeong Ga Hee.
<Kim Hae-il:
Aku pulang setengah hari ini. Dan besok aku tidak masuk kerja, aku akan
memperpanjang cuti satu hari lagi.>
<Manajer Jeong
Ga Hee: Maksudnya itu...>
<Kim Hae-il:
Siapkan penutup telinga yang sangat bagus. Selama dua hari, akan sangat
berisik.>
Mungkin, semua
orang akan mencari-cari Kim Hae-il dengan putus asa?
Cale
meninggalkan perusahaan dengan langkah ringan.
- Manusia! Ada
pengawas lagi yang membuntuti!
Cale membawa
pengawas yang dipasang oleh Direktur Han Seo Hyung menuju sebuah rumah sakit
besar yang cukup bagus.
Tempat yang
berafiliasi dengan Sun Corporation.
Rumah sakit yang
berada di bawah pengaruh Sekretaris Choi Sun Hee.
Dia menuju kamar
VIP tunggal di sana.
Pengawas itu
tidak akan bisa masuk ke dalam kamar ini.
Jangankan kamar,
masuk ke lantai bangsal ini saja akan sulit.
Bukan sebagai
wali pasien, apalagi Choi Sun Hee sudah mengatur agar pengawasan terhadap orang
luar dilakukan lebih ketat dari biasanya.
Klik.
Cale masuk ke
dalam kamar tunggal itu.
“Apa aku hanya
perlu pura-pura jadi pasien?”
“Iya, Yang
Mulia.”
Alberu Crossman,
yang berperan sebagai kakak Cale, sedang memakai wig rambut hitam dan
mengenakan baju pasien.
“Yah, di sini
juga bisa mengurus dokumen, jadi tidak masalah.”
Alberu, sebagai
pemilik asli Sun Corporation, sedang sibuk bersiap untuk menelan Transparent
Co., Ltd yang akan jatuh dimulai dari kasus Han Taek Soo beberapa hari lagi.
Rosalyn
belakangan ini bahkan sulit dilihat wajahnya.
<Kim Hae-il:
Rosalyn-ssi, apa kamu tidak lelah?>
<Rosalyn yang
Ramah, Cantik, dan Keren: Aku senang sekali ^^>
Nama yang
diberikan Raon untuk Rosalyn menjadi semakin panjang.
Karena dia
terlihat benar-benar senang, Cale tidak bertanya lebih lanjut.
“Mau pergi
sekarang?”
“Iya.”
Cale melepas
kacamata.
Tanpa disadari,
rambutnya telah kembali menjadi warna merah.
“Aku pergi
dulu.”
“Aku juga pergi
dulu, wahai Putra Mahkota!”
Cale dan Raon
masuk ke dalam game New World, dan Dewa Kematian sedang menunggu di 7th Evils.
“Gunakan
cerminnya. Semuanya sudah dijanjikan.”
“Oh. Apa kamu
tidak bisa ikut?”
Mendengar
pertanyaan Cale, Dewa Kematian menjawab dengan datar.
“Tidak boleh
ketahuan. Aku harus bersembunyi dengan baik.”
“Begitu. Kalau
begitu mari kita bicara setelah aku kembali.”
Glek.
Dewa Kematian
menelan ludah dan sedikit memalingkan wajahnya.
Tuk, tuk.
Cale menepuk
pundak pria tua itu—sang Jenderal Agung—dan berbisik kepada Dewa Kematian.
“Kamu harus
menceritakan secara detail bagaimana kamu bisa jadi seperti itu, dan bagaimana
berantakannya Dunia Dewa sekarang. Dunia Surgawi juga, semuanya harus
diceritakan.”
Suara Cale
terdengar lembut.
“Jangan
coba-coba menyembunyikan sesuatu atau menghindar.”
“...Iya. Hnng.”
Dengan wajah
orang tua, Dewa Kematian memasang ekspresi murung.
Cale
mengabaikannya begitu saja dan membuka cermin.
Nyaaaa!! Nyaaaaong!
Anak-anak
rata-rata berusia 10 tahun dan Choi Han mendekat ke sisinya.
Mereka adalah
orang-orang yang akan berpindah bersamanya.
Paaaaaat!
Cahaya hitam
terang menyelimuti mereka.
Cale berpikir
sambil melihat cahaya itu.
‘Menyilaukan.’
Begitu cahaya
mereda, Cale sampai di depan sebuah tambang.
Yang pertama,
tentu saja, emas.
“Wahai Sang
Pemurni.”
Orang yang
menyambut Cale adalah orang dari Sekte Api Pemurnian.
“Kami sudah
menunggu.”
Tepatnya, itu
adalah sang Paus.
Dunia Xiaolen.
Di sinilah Cale
pertama kali membereskan Keluarga Black Blood, salah satu keluarga Hunter.
Di sini sekarang
sedang malam hari.
“Hm. Pemberian
yang sebelumnya saja sudah cukup.”
Tambang-tambang
yang berafiliasi dengan Roan, melalui tambang-tambang itu Roan saat ini sedang
memperluas pengaruhnya di negara lain dan keluarga Henituse menjadi semakin
kuat.
Cale berniat
menggunakan beberapa di antaranya.
“Tidak. Ini
bukan barang yang sama dengan waktu itu.”
Dunia Xiaolen
dan pihak-pihak terkait menyampaikan pesan mereka.
“Kami hanya
ingin membantu apa yang akan kamu lakukan ke depannya.”
Jika itu untuk
mengakhiri para Hunter, mereka ingin membantu.
Bukan hanya Xiaolen.
Semua dunia yang
telah dilewati Cale menyampaikan pesan serupa.
Ini terpisah
dari balas budi.
“Kami juga
ingin bertarung.”
Cale menerima
niat itu.
Karena dia bisa
merasakan hati dari dunia-dunia yang hampir hancur oleh pemburu dan makhluk
hidup di dunia tersebut.
[ Khohoho.
Gratis! Gratis! ]
Suara tawa si
Pelit dia abaikan.
Kenyataannya,
tidak ada alasan untuk menolak bantuan.
“Semua orang
ingin bertemu dengan Sang Pemurni. Tapi Yang Mulia Kaisar dan Naga Aphe...”
“Karena sibuk.”
“Iya, tentu
saja.”
Paus datang ke
tambang sendirian.
Sambil
mengangkat kepalanya, Paus berkata kepada Cale.
“Sudah siap.”
Dunia Xiaolen.
Di sini Cale
terhubung dengan Putri Olivia—bukan, sekarang dia sudah jadi Kaisar—lalu Naga
Aphe, World Tree palsu, dan lain-lain.
Akan
menyenangkan jika bisa bertemu mereka semua sekali-sekali.
Tapi sebenarnya
malas bertemu mereka.
Lagipula,
‘Sibuk.’
Paus bertepuk
tangan.
‘Benar-benar
sibuk.’
Plak!
Cahaya mulai
menyala di sekitar pintu masuk tambang.
“Silakan masuk.
Kami akan menunggu di sini.”
Hm.
Cale menatap
Paus, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah gunung ini.
- Manusia! Di
dekat gunung, di bawah sana ada banyak sekali orang.
Bukan untuk
memantau atau berjaga-jaga, sepertinya mereka adalah orang-orang yang ingin
melihat Cale atau datang untuk melindungi Paus.
“Hm.”
Dia berpikir
sejenak lalu membuka mulut.
“Apa kamu sudah
dengar apa yang akan dilakukan?”
“Kami hanya
dengar bahwa ini diperlukan untuk menyelamatkan dunia.”
‘Aduh, Dewa
Kematian.’
Apa pun yang dia
lakukan pasti begini.
Sepertinya dia
bahkan tidak menyampaikannya dengan benar.
Cale terlalu
sibuk hari ini untuk menjelaskan semuanya.
Dia harus
merampok di sini, merampok di dunia lain, dan juga harus merampok sedikit di
dalam New World.
“Hm. Jangan
terkejut.”
“Eh? Iya. Segala
sesuatu yang ditunjukkan oleh Sang Pemurni selalu ada alasannya, jadi kami akan
percaya dan menunggu.”
“Hm.”
Cale memberikan
satu nasihat lagi kepada Paus.
“Mundurlah jika
terasa berbahaya.”
“Eh?”
Paus bertanya
balik, tapi Cale tidak menjawab dan membawa rombongannya masuk ke dalam
tambang.
[ Huff. Huff.
]
Sambil mendengar
napas si Pelit yang terengah-engah seperti orang gila gila perhatian,
[ Huaaa.
Mendebarkan! Rasanya mau gila karena saking mendebarkannya!! ]
Suara si Pelit
semakin meninggi.
[ Waaaa!
Semuanya milikku! Milikku! ]
[ Huff, huff!
]
Sesuatu
terpantul oleh cahaya sihir.
[ Emas! Emas!
Emas yang belum dimurnikan. ]
[ Emas,
emas!! Khehehehe, aku hanya perlu mengambil emasnya saja! Aku bisa! ]
Si Pelit berkata
dengan suara yang penuh kegilaan.
[ Karena aku
hanya perlu melelehkan semuanya dengan api dan memakannya, kiahahaha! ]
Rumble---
Di sekitar Cale,
cahaya merah keemasan mulai berpendar.
Berbeda dari
biasanya. Kekentalan seperti lava mengalir di sekitarnya.
[ Emasku!
Emasku! Emasku! Emas! Emas! Emas! ]
“Sadarah.”
Cale berkata
pada si Pelit.
Dan Raon
bertanya dengan suara heran.
“Manusia! Kenapa
kamu tersenyum seperti itu?”
Cale meletakkan
tangannya di dada.
Deg. Deg.
Deg..
Dia menjawab
pertanyaan Raon.
“Karena
mendebarkan.”
Sudah lama.
Debaran seperti
ini.
.
.

Komentar
Posting Komentar