Trash of the Count Family Book II 496 : Pangeran dan Ayahnya
Surat penunjukan sebagai Grand Duke Dunia Iblis dan
kedatangan Dewa Kematian.
Cale, yang memegang Benda Suci cermin dan dokumen itu di
tangannya, tak bisa menahan teriakannya.
“Apa-apaan ini!”
Tak bisa disalahkan.
Paaah—
Cahaya hitam yang terang menyelimuti tubuh Cale.
“Manusia, apakah aku harus menghentikan teleportasinya?”
Suara panik Raon terdengar di telinganya.
“Tapi manusia, maaf! Aku sudah memulai teleportasinya lebih
dulu!”
Ya, begitulah.
Setelah mengadakan upacara besar untuk pewarisan takhta
penerus Dunia Iblis malam sebelumnya,
Cale, yang hanya ingin kabur dari Dunia Iblis keesokan
harinya,
langsung memulai teleportasi menuju Aurora, pemimpin Aliansi
Arbirator.
Lewat Aurora, ia berencana melarikan diri dari Dunia Iblis
menuju New World.
Cale, dengan wajah bingung, menatap ke depan.
Di sana, Raja Iblis yang baru saja melemparkan surat
penunjukan itu kepadanya berbicara dengan wajah bosan.
“Apa masalahnya?”
“Apa—”
Cale kehilangan kata-kata.
‘Bagaimana dia tahu?
Padahal dia sudah berencana kabur diam-diam!
Tidak, yang lebih penting—dokumen ini, ini apaan, sih?!’
Namun teleportasi sudah aktif, dan Raja Iblis berkata santai
pada Cale yang mulai menghilang dalam cahaya.
“Kau tak suka hal yang merepotkan, jadi aku singkat saja
upacaranya.”
“…”
Di samping Raja Iblis, penasihatnya, Edgar, menghindari
tatapan Cale.
“Apa-apaan ini! Apa maksudnya ini!”
Cale benar-benar kehabisan kata.
‘Grand Duke Dunia Iblis?!
Memangnya jabatan itu benar-benar ada? Bukannya tidak
ada?!
Dan apa itu... Paus?
Kenapa aku harus jadi itu juga?!
Bahkan, mengatur... pemerintahan Dunia Iblis—'
Cale bahkan tak sanggup mengucapkan kata itu dalam
pikirannya.
Dan ia tak sempat lagi memprotes Raja Iblis.
Paaah!
Dengan cahaya terang, teleportasi menyelimuti tubuh Cale
sepenuhnya.
Suara terakhir Raja Iblis terdengar menggema.
“Aku sudah selesai menyampaikannya.”
Sekejap, tengkuk Cale terasa dingin.
Tapi tak ada waktu untuk berpikir—ia membuka mata setelah
teleportasi selesai.
“Selamat datang, Grand Duke.”
Di hadapannya berdiri Aurora, pemimpin Aliansi Arbirator,
dan satu-satunya keturunan langsung dari mantan Raja Iblis.
Ia menyambut Cale dengan senyum cerah.
“…Grand Duke?”
“Ya. Meskipun belum diumumkan secara resmi di seluruh Dunia
Iblis, aku sudah mendengarnya lebih dulu.”
“…Bagaimana—?”
Tatapan Aurora mengarah ke samping. Cale mengikuti arah
pandangnya.
“Siapa dia?”
Cale bertanya dengan curiga.
Salah satu dari Delapan Pedang Raja Iblis, Komandan Mol—
yang dijuluki “Tangan di Balik Bayangan”, tersenyum tipis.
“Atas perintah Raja Iblis, aku akan mengikuti kamu untuk
mengumpulkan informasi tentang para Hunter.”
Ia menambahkan dengan tenang,
“Tentu saja, dengan izin Tuan Cale terlebih dahulu.”
Cale hanya bisa menghela napas.
Ia pikir tindakannya cukup diam-diam, tapi ternyata tidak.
Raja Iblis dan penasihatnya benar-benar bukan orang yang
bisa diremehkan.
Mereka sudah memprediksi bagaimana Cale akan bertindak dan
menyiapkan segalanya.
“Yah…”
Akhirnya Cale menerima kenyataan itu.
Lagipula, di antara mereka ada perjanjian resmi—kabur begitu
saja memang tindakan gegabah.
“Kalau begitu, memiliki seseorang yang bisa langsung
terhubung dengan Raja Iblis juga tidak buruk bagiku.”
“Kalau begitu, aku akan ikut bersamamu.”
Komandan Mol pun memutuskan untuk bergabung dengan Cale.
Cale menarik napas panjang lalu memberi tahu Aurora bahwa ia
akan segera memasuki New World.
“……”
Sementara itu, Komandan Mol menatap Cale dan rekan-rekannya,
lalu meletakkan tangannya di dada.
Wuuuung—
Sebuah Benda Suci bergetar pelan.
Benda Suci milik Dewa Pengorbanan.
Dewa yang sudah lama dilupakan itu kini bereaksi terhadap
Cale.
Ketika penasihat Edgar hendak memutuskan siapa pejabat
istana yang akan dikirim untuk mendampingi Cale,
Mol menawarkan diri.
Meskipun Edgar tak setuju—karena Mol adalah salah satu
kekuatan tempur terbaik Raja Iblis—
Mol tetap meminta izin langsung.
‘Sepertinya sudah ditemukan.’
Raja Iblis hanya berkata itu, lalu mengizinkan Mol berangkat.
‘Menakutkan juga, orang itu.’
Mol berpikir, mungkin Raja Iblis sebenarnya sudah tahu
semuanya.
Mengabdi pada Raja Iblis sambil membawa artefak dari dewa
lain di dadanya—
punggungnya terasa dingin, tapi pada akhirnya, ia tetap
memilih mengikuti Cale.
‘Karena aku penasaran.’
Mol ingin mengamati lebih jauh manusia bernama Cale Henituse
ini—
lebih dari sekadar urusan Benda Suci.
“Tapi kenapa dia begitu?”
…Kenapa dia terlihat seperti itu?
Manusia yang bahkan tetap tenang di hadapan Kaisar Tiga Raja
Naga sekaligus—
sekarang tampak gelisah.
‘Tidak, tunggu. Itu bukan gugup… itu kesal, ya?’
Benar, wajahnya tampak sangat kesal.
‘Ada apa dengannya?’
Mol menatap dengan rasa ingin tahu—
“Ah, sial! Ini benar-benar bikin kesal!”
Cale Henituse memandang cermin di tangannya dan menggerutu
marah.
Dan memang, siapa pun di posisinya pasti akan merasa sama.
〈Sebagai catatan, tanggal kematian Zed Crossman dimajukan.
Aku tidak tahu apa yang sedang mereka rencanakan, tapi sepertinya dia akan mati
dalam dua minggu.〉
‘Dua minggu!
Dalam dua minggu, ayah dari Putra Mahkota Alberu Crossman
akan mati!
Raja Kerajaan Roan akan mati!’
“Astaga,
sebenarnya apa yang dilakukan Raja Zed ini sampai begini kacau?”
‘Tanpa sepatah kata pun, dia menghilang dari Kerajaan!’
“Apakah
kita langsung bergerak?”
Atas pertanyaan hati-hati Aurora, Cale mengangguk. Namun ia
bergumam pelan,
“Baik
itu Raja maupun Dewa, tidak akan aku biarkan begitu saja….”
Aurora menelan ludah, dan segera setelah itu, Cale serta
rombongannya kembali memasuki dunia permainan — New World.
“Ohh,
yang terkejam dari segala kejahatan, Sang Paling Buruk~!”
Beruang kecil yang menggemaskan, Dark Bear, datang mendekat
dengan wajah cerah ke arah Cale.
“Ron.”
Cale memberi isyarat mata pada Ron, dan Ron menyerahkan
sebuah karung kepada Dark Bear.
“!”
Dark Bear terdiam.
Kiing—
Dari dalam karung, sesuatu yang lucu mengeluarkan kepala.
!!
Begitu tatapan mereka bertemu, Dark Bear langsung
merasakannya.
‘…Naga!’
Terlihat seperti ular kecil, tapi kekuatan yang dimilikinya
luar biasa besar — ia tahu bahwa makhluk kecil itu adalah seekor naga yang
sangat kuat, jauh melampaui dirinya.
“Dia
akan tinggal di wilayah 7th Evils mulai sekarang.”
Suara Cale menggema di kepala Dark Bear, dan pemandangan di
depan matanya terasa menggetarkan.
“Eden
Miru, bagaimana kabarmu?”
“Hai
bungsu! Aku penasaran apakah kamu tumbuh dengan baik!”
“Apakah
kamu makan dengan teratur?”
Dengan wajah lelah, naga muda Eden Miru — pemilik wilayah
7th Evils — menatap mereka.
Dark Bear menatap Eden Miru, Raon di sampingnya, juga Naga
Kuno Eruhaben,
dan bahkan Sheritt — mantan Dragon Lord — yang kini mengajar
Eden Miru lewat portal yang menghubungkan wilayah 7th Evils.
Kiing~!
Dan di pelukannya sendiri, ada naga kecil lainnya—
“Na…
naga…”
Dark Bear tergagap.
“Ladang
naga…!”
Tubuh si beruang kecil bergetar hebat karena terkejut.
“Kenapa
dia begitu?”
Cale menoleh sekilas ke belakang dan bertanya,
dan Eden Miru menjawab dengan wajah lelah — meski masih
muda, wajahnya tampak lebih tua dari Eruhaben.
“…Dia
bekerja dengan baik.”
Eden Miru menghela napas, dan Raon mendekatinya.
“Eden
Miru, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?”
“Hm.
Baik-baik saja.”
Eden Miru ragu-ragu sejenak, lalu balik bertanya,
“Bagaimana
kabarmu?”
Dengan sayap yang bergetar dan pandangan yang menghindari
mata Raon, ekspresinya begitu lucu hingga Cale hanya bisa tersenyum kecil.
Meski begitu, ia terus melangkah cepat menuju kamarnya.
Dewa Kematian berada di ambang kematian.
Dan dalam dua minggu, Zed Crossman juga akan mati.
Masalah mendesak datang bertubi-tubi.
“Aku
luar biasa, jadi aku baik-baik saja! Oh ya, manusia kita ini sekarang sudah
jadi Grand Duke Dunia Iblis!”
“?”
“Dan
juga Paus Dunia Iblis!”
“!”
Half Blood Dragon Eden Miru menatap Cale dengan wajah
tercengang, tapi Cale mengabaikannya dengan tegas.
“Tsk,
tsk.”
Eruhaben hanya menghela napas, menyebut Cale sebagai manusia
malang, tapi Cale tidak menanggapi.
“Zed
Crossman akan mati dalam dua minggu.”
Kata-kata Cale membuat seluruh rombongan terdiam.
Ekspresi Ron, Beacrox, dan Eruhaben berubah drastis.
Bagi mereka yang menetap di Kerajaan Roan, itu adalah kabar
besar.
“Dan
juga, Dewa Kematian mungkin akan lenyap sebentar lagi. Katanya ia butuh tubuh
untuk turun ke dunia.”
Kali ini, wajah tim yang diam-diam mengikuti di belakang —
Ketua Tim Sui Khan, Choi Jung Soo, dan Choi Jung Gun — berubah serius.
Cale telah membawa seluruh kelompoknya dari Dunia Iblis ke
New World, tepatnya ke markas mereka, wilayah 7th Evils dalam permainan
“Raising the Absolute God”.
〈Aku sedang kabur dan bersembunyi
sekarang. Kalau tertangkap, mungkin aku akan lenyap.〉
“Sepertinya
urusan Dewa Kematian lebih mendesak daripada Raja Zed Crossman.”
Setelah berkata demikian, Cale menatap Eden Miru, Half Blood
Dragon itu.
“Kau
sudah mendengar situasinya, kan? Jadi, tolong berikan laporan singkat tentang
hal-hal penting selama aku pergi.”
Eden Miru mengangguk dengan wajah serius. Meski wajahnya
tampak lelah, pipinya jauh lebih tembam daripada Raon — mungkin karena masih
bayi naga.
Dengan wajah serius dan pipi montoknya, ia mulai berbicara.
“Saat
ini, belum ada pergerakan musuh yang terdeteksi.”
Musuh.
Keluarga Fived Colored Blood dan keluarga Transparent Blood
— para Hunter.
Belum ada tanda-tanda pergerakan mereka di dalam New World.
“Selain
itu, kami sedang berusaha mencari lokasi Sang Dewa Absolut.”
Penyihir Hutan dari Bug Jungle.
(tl/n : maaf aku lupa, penyihir
hutan dari mana ya kemarin? Jika salah tolong komen di bawah. Akan aku edit.)
Satu-satunya yang bisa menemukan lokasi Sang Dewa Absolut.
Cale menerima misi bersama penyihir itu melalui sistem.
[Misi Rekan
Sang Pahlawan!]
[Bimbing
Penyihir Hutan menuju tujuannya.]
[Batas waktu:
Tidak terbatas.]
‘Ini
urusan yang seharusnya ditangani oleh sang pahlawan dan rekan-rekannya.’
Cale tidak mengharapkan hasil cepat.
Karena saat ini, sang pahlawan dan rekan-rekannya semua
sedang sibuk.
Pahlawan, Alberu Crossman.
Dan rekan-rekan sang pahlawan saat ini adalah Cale, Choi
Han, Rosalyn, dan Raon.
Mereka semua sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
“Dan
mengenai perluasan kekuatan, semuanya sedang dijalankan secara diam-diam.”
Saat ini, kekuatan yang dikuasai dan bekerja sama dengan
Cale di New World terbagi menjadi empat pihak besar.
Wilayah 3th Evils dan 7th Evils —
tempat di mana Cale adalah Hidden Boss dari 3th Evils, dan
Eden Miru memimpin 7th Evils.
Lalu, Kerajaan Lan, yang terhubung dengannya setelah
berpartisipasi dalam turnamen bela diri.
Dan terakhir, Kekaisaran Timur, tempat Ahn Roh Man—peringkat
1 dunia—menjadi Putra Mahkota, sementara kakak AI-nya adalah Kaisar.
Meski wajah Cale sudah terekspos ke pihak Fived Colored
Blood karena rekaman video,
empat kekuatan ini masih mencari cara untuk memperluas
pengaruh mereka secara rahasia tanpa ketahuan.
“Kami
juga mulai menyebarkan keberadaan Kerajaan Kegelapan secara diam-diam di antara
para pemain.”
Dan pusat dari semua itu adalah Kerajaan Kegelapan.
Kabarnya, sosok yang kini menjadi Paus Mixed Blood Dragon,
yang bertugas membantu Eden Miru, sedang bekerja keras mengembangkannya.
Cale yang mendengar laporan itu mengangguk.
“Sistem
tampaknya bekerja dengan sangat baik secara diam-diam.”
Ya. Semua ini berkat sistem.
Tanpa diketahui oleh pihak Transparent Blood, sistem itu
bekerja keras menjaga New World sekaligus membantu memperkuat kekuatan mereka.
“3th
Evils dan 7th Evils sudah menyiapkan rencana untuk menyatukan wilayah-wilayah
Evils lainnya.”
3th Evils dan 7th Evils, dengan Eden Miru sebagai pusatnya,
telah merencanakan untuk “menelan” wilayah-wilayah Evils lain selama Cale tidak
ada.
Namun karena di antara kekuatan Evils lainnya ada pihak dari
kaum Pengembara, mereka harus bergerak dengan hati-hati.
“Kami
hanya menunggu izin darimu untuk segera melaksanakan rencana itu.”
“Baik.
Bisakah kalian menundanya selama dua minggu?”
“Kami
akan mempersiapkan semuanya lebih sempurna.”
Eden Miru menjawab dengan tenang.
Cale merasakan perasaan aneh.
‘Lumayan
bagus juga, ya?’
Half Blood Dragon ini.
Dulu, dia pikir makhluk ini cuma bertindak sesuka hati tanpa
perencanaan, tapi setelah benar-benar diberi tanggung jawab, ternyata hasilnya
memuaskan.
‘Yah,
wajar saja. Dia sudah bekerja hampir seribu tahun di bawah White Star, kan?’
Memang, pengalaman tak bisa diremehkan.
Half Blood Dragon ini dulunya adalah salah satu pemimpin
organisasi “Arm.”
“Heh.”
Sepertinya bisa diberi lebih banyak tugas lagi.
Tatapan Cale berkilat, membuat Eden Miru tanpa sadar
tersentak.
‘Kenapa
dia menatapku begitu?’
Tatapan Cale Henituse terasa mengintimidasi untuk pertama
kalinya setelah sekian lama.
Saat itu—
“Eden
Miru! Sudah waktunya makan! Ayo makan! Manusia kita bilang, anak kecil harus
makan dan tidur dengan baik! Jadi Eden Miru harus makan yang banyak!”
“Hm.”
Eden Miru hanya menggumam pasrah, lalu pergi dikelilingi
anak-anak berumur rata-rata sepuluh tahun untuk makan bersama.
“Manusia,
kau juga harus makan! Kau yang paling lemah di sini!”
“Ya,
aku akan minta Ron menyiapkannya.”
“Kalau
begitu, aku akan makan bersama Ibu dulu!”
“Pffft.”
Cale tertawa kecil tanpa suara, melihat Raon berlari menuju
tempat Sheritt — mantan Dragon Lord.
Begitu Ron keluar untuk menyiapkan makanan, Cale kembali
berbicara.
“Aku
sudah menghubungi Yang Mulia Putra Mahkota. Begitu jawabannya datang, kita akan
segera mencari Yang Mulia Raja.”
“Kau
tahu di mana dia sekarang?”
Atas pertanyaan Naga Kuno, Cale menatap cermin suci di
tangannya.
“Ya,
aku tahu lokasinya.”
“Di
mana?”
“Di
wilayah Maritime Union.”
Meskipun New World adalah benua yang sangat luas, tentu saja
di dalamnya juga ada lautan dan pulau-pulau.
Dan sekumpulan pulau itu dikenal sebagai Maritime Union.
“Hmm.”
Choi Han mengeluarkan gumaman berat.
“Meski
disebut Maritime Union, bukankah itu sebenarnya tempat berkumpulnya para bajak
laut?”
“Benar.”
Sebuah dunia tanpa hukum, di mana bajak laut dan penjahat
hidup berdampingan — itulah Maritime Union.
Dan Cale harus pergi ke sana.
Bersama Pahlawan Alberu.
“Tapi,
Cale.”
Ketua Tim Sui Khan tiba-tiba membuka mulut.
“Kau
bilang Dewa Kematian butuh tubuh untuk turun, bukan?”
“Ya.”
“Hmm…”
Ekspresi Sui Khan tampak tidak bagus.
“Apakah
ritual penurunannya sama seperti Dewa Kekacauan waktu itu?”
Cale bertanya, dan Sui Khan menggeleng.
Dengan wajah agak muram, ia menjawab,
“Kurasa
bukan penurunan yang sempurna. Sepertinya dia hanya ingin bersembunyi.”
“Maksudmu?”
“Dia
membutuhkan tubuh yang sudah mati.”
Alis Cale mengerut.
〈Tapi, apakah ada tempat bagiku untuk
turun—tidak, maksudku, bersembunyi?〉
Ia mengingat kata-kata Dewa Kematian sebelumnya.
“Dewa
Kematian hanya bilang dia butuh tempat untuk melarikan diri.”
“Cale,
menurutmu di mana biasanya Dewa Kematian tinggal?”
Sui Khan menghela napas panjang.
“Kematian.
Dia hanya bisa tinggal di tempat di mana ada kematian. Ia akan bangkit di dalam
tubuh yang sudah mati.”
Sial.
Saat wajah Cale semakin tegang,
Tiba-tiba, Heavenly Demon yang sejak tadi diam saja
berkomentar santai,
“Jadi,
siapa yang akan kita bunuh?”
Cale menutup matanya erat-erat.
Saat itu juga, cermin suci di tangannya bergetar.
Wuuung—
Sebuah pesan masuk dari Putra Mahkota Alberu Crossman.
〈Segera tiba.〉
Dan benar saja — sesaat kemudian, sosok sang Pahlawan muncul
di 7th Evils setelah login.
Alberu Crossman mendekati Cale dan bertanya dengan suara
tegas,
“Di
mana Ayah sekarang?”
Lebih dulu daripada menanyakan tentang Bumi 3, Keluarga
Transparent Blood, atau Presiden Ahn Roh Man—
hal pertama yang ditanyakan Alberu adalah tentang ayahnya.
Cale menjawab tanpa ragu.
“Di
Maritime Union.”
Ekspresi Alberu perlahan berubah.
“Tempat
itu sekarang sedang kacau karena perang.”
“Haa…”
Cale menghela napas panjang. Ia sudah menerima laporan
tentang situasi Maritime Union sebelum Alberu tiba.
“Ya.
Kacau sekali.”
Game Raising My Precious Absolute God — singkatnya RMPAG.
Saat ini, dunia itu sedang menjalankan episode bernama
“Langkah Pertama”.
Artinya, bahkan pemain biasa pun bisa menjadi Raja.
Karena itulah, seluruh dunia game sedang dalam kekacauan
besar.
Dan salah satu tempat yang paling parah adalah Maritime
Union.
Berbagai kelompok bajak laut dan kekuatan pemain saling
menyerang tanpa henti.
“……”
“……”
Alberu dan Cale terdiam sejenak, masing-masing menimbang
langkah selanjutnya.
Saat itu, Heavenly Demon berbicara tenang seperti biasa.
“Kalau
begitu, di tempat seperti itu, tubuh-tubuh mati pasti mudah ditemukan.”
Cale hanya bisa berpikir, seperti biasa, dia memang sadis,
dan memilih untuk tidak menanggapi.
Sebaliknya, ia bertanya pada Alberu,
“Bagaimana
dengan Nona Rosalyn?”
“Seseorang
harus menjaga urusan di Bumi 3.”
“Begitu
ya. Baiklah, kita bicarakan sambil jalan.”
Beberapa waktu berlalu.
Ketika semua orang yang ia tunggu akhirnya berkumpul,
Cale segera mengaktifkan teleportasi. Cahaya terang
menyelimuti seluruh kelompok,
dan mereka berangkat menuju Maritime Union.
***
Tiga Kekuatan Besar, Lima Sedang, Sepuluh Lemah.
Di antara kelompok Lima Sedang, salah satunya adalah Maritime
Union.
Begitu tiba di pelabuhan yang menuju ke wilayah itu, Cale
langsung bergerak tanpa ragu.
“Ron.”
“Ya.”
“Beli
satu kapal dulu.”
“Mengerti.”
Ron segera bergerak.
Sementara itu, Cale menatap rombongan yang ia bawa untuk
misi kali ini.
Formasi mereka berbeda jauh dibanding saat pergi ke Dunia Iblis.
“Heheh,
jadi kita langsung ke laut?”
Pang! Pang!
Seseorang meninju kedua tinjunya dengan semangat.
Itu adalah Archie, beastman dari ras paus.
Dengan senyum nakal di wajahnya, dia tampak benar-benar
bersemangat.
Namun, seseorang menegurnya lembut.
“Tahan
dulu tenagamu.”
“Ya,
Nyonya Witira.”
Witira memberi nasihat dengan nada tenang.
Maritime Union.
Tempat di mana para bajak laut dan pemain bertempur untuk
merebut kekuasaan.
Di tengah kekacauan itu, Cale harus menemukan Yang Mulia
Raja.
Karena itu, ia membawa ras penguasa lautan — kaum paus.
“Rasanya
aman dengan mereka di sini.”
“Benar,
bukan?”
Cale dan Alberu Crossman menatap kaum paus dengan ekspresi
puas.
“Sekalian
bergerak, kita harus melakukannya dengan benar.
Temukan Ayah, dan sekalian kuasai Maritime Union juga.
Semakin banyak kekuatan yang bisa menentang Fived Colored
Blood di New World, semakin baik.”
“Benar
sekali, Yang Mulia. Seperti biasa, pikiran kita selalu sejalan. Tidak perlu
banyak bicara.”
“Haha.”
“Hahaha—”
Sementara keduanya tertawa dengan cara yang agak menakutkan,
Beacrox, Choi Han, Komandan Mol, dan Ketua Tim Sui Khan
hanya menatap diam.
“Putra
Mahkota dan manusia kita tertawa dengan cara yang menakutkan!”
“Ini
pertanda tidak biasa!”
“Kalau
mereka begitu, justru biasanya berarti aman.”
Naga agung Raon Miru dan Hong yang telah menyerap racun dari
empat keluarga besar,
lalu On, sang penguasa kabut, saling berbicara santai seolah
pemandangan itu sudah biasa.
Dalam wujud kucing, On melompat ke pundak Cale dan berbisik
di telinganya.
“Kabut
di laut adalah yang paling menakutkan, tahu.”
“Hah.”
Cale terkekeh kecil dan menjawab,
“Kau
memang pintar.”
“Hehe.”
On tersenyum licik, dan entah kenapa ekspresinya mirip
sekali dengan Cale.
Melihat itu, Raon dan Hong terdiam sejenak, lalu perlahan
menjauh dari sang “kakak sulung”.
Sudah lama sekali sejak kelompok Cale terakhir kali menuju
laut.
Dan perlu diingat—
kelompok Cale tidak pernah kalah di laut.
Namun, saat itu Ron kembali dari pelabuhan dan berkata,
“Tidak
ada kapal yang bisa kita beli.”
Mendengar itu, Heavenly Demon menimpali ringan,
“Kalau
begitu, rampok saja satu kapal bajak laut.”
Sekejap, semua orang menoleh ke arah Cale.
.
.
Terimakasih atas dukungannya~



Cale kebiasaan ngrampok wkwkwkk
BalasHapusaduhhhh sepertinya Cale akan merampok lagi hahahaha emang kapan sih si babang ga ngerampok. mana pas banget lagi ngerampok>perampok>perompak = bajak laut HAHAHAHAHAH
BalasHapusenteng bgt tu mulut bilang ngerampok
BalasHapus