TOTCF 409 – Night and Light
[ Sniff… Sniff…. Ini pertama kalinya aku mencium sesuatu seperti ini. ]
Pencuri terhebat sepanjang
masa.
Sound of Wind tidak dapat
menyembunyikan antisipasi dalam suaranya yang serak.
Itu penuh semangat.
[ Sniff… Sniff….. Bahkan
Dewa Matahari dan Dewa Air tidak mengeluarkan bau seperti ini, ini belum pernah
terjadi sebelumnya. ]
‘Whoa.’
Dewa macam apa yang membuat
Sound of Wind bereaksi seperti ini??
“…”
“…”
“…”
Mengikuti Cale, Heavenly
Demon dan Alberu berjalan dengan percaya diri, berpura-pura menjadi pendeta
biasa.
Tentu saja hanya dengan
memilih rute rahasia.
“Hm?”
Lalu langkah Cale terhenti.
Benda Suci.
Benda untuk Serigala Biru,
Dewa Suku Beastmen.
Makhluk paling seperti Dewa
di antara para Dewa yang pernah ditemui Cale, yang melindungi Cale dan
teman-temannya dari Dewa Kekacauan.
Lock yang merupakan suku
serigala saat ini sedang menunggu Benda Suci ini dan Cale di Aipotu.
Itulah sebabnya Cale berpikir
untuk mendapatkan Benda Suci ini bagaimanapun caranya.
Cukup bagus.
Berguna.
Cale sedang berpikir untuk
pergi mengambil Benda Suci.
Dan ini adalah tempat
sempurna untuk menemukan Benda Suci seperti itu.
“Apakah kamu benar-benar akan
pergi ke sana?”
Sound of Wind menjawab
pertanyaan Cale.
[ Sniff sniff! Ya, itu dia!
Sniff sniff! ]
(tl/n : ini hidungnya apa nggak kering dipake ngendus2 gini, jangan2
anjing yang kemarin itu si Angin ini O.O)
Nada penuh percaya diri.
Cale berbicara kepada Sound
of Wind.
“Itu adalah Primodial Night.”
Primodial Night, pusat kota
ini dan Tempat Suci tempat segala sesuatu berada.
Sound of Wind menunjuk ke
sana.
[ Baunya luar biasa enak
di sana! Benda Suci terhebat yang pernah ada! ]
Tempat yang penuh dengan
keamanan ketat karena belum dimulainya ritual.
Suatu tempat yang bahkan
kelompok Cale pun sulit mengaksesnya.
Jika mereka ungkapkan
identitas mereka dan memaksa masuk, Cale akan memasuki Tempat Suci.
“Itu—”
Ada Benda Suci di sana?
'Hmm.’
Entah kenapa tulang belakang
Cale terasa dingin.
Selain itu, jantung Cale
berdebar aneh.
Sound of Wind berbicara.
[ Kita bisa merampoknya
dengan benar! ]
‘Aku tahu.’
Cale tidak tahu apa itu, tapi
jika ada Benda Suci di sana—
Wiggle, wiggle.
Sudut mulut Cale mulai
terangkat.
Ketika ekspresi Heavenly
Demon dipenuhi dengan ketertarikan dan Alberu menelan ludah.
Wheeee—
Cale pindah ke bagian
belakang gedung.
Dan kemudian Cale melompat ke
atap gedung sambil merasakan angin menerpa pergelangan kakinya.
Cale mencapai atap sambil
menghindari tatapan para penjaga dan melihat ke arah Tempat Suci.
Karena datarannya tinggi,
pemandangan ke arah Tempat Suci terlihat jelas.
Primodial Night.
Itu adalah tempat yang mirip
stadion kecil.
Dalam bentuk yang menyerupai
stadion alami yang diciptakan oleh alam,
Stadion itu terletak di
tengah suatu cekungan, area berumput hijau datar dengan permukaan miring.
Ya. Ada kehidupan di sana.
Dan perbukitan landai yang
mengelilingi daratan.
Tempat itu penuh dengan kursi
dan berbagai benda.
Di sana orang-orang jemaat
akan menyaksikan permainan pengorbanan dan kematian, dan mereka akan
mempersembahkan kesenangan, sukacita, dan penyembahan sepanjang malam.
[ Sniiiif sniiiifff! ]
Satu-satunya daratan dengan
rumput biru, penuh warna. Di tengah stadion terdapat sebuah cekungan danau
kecil.
〈Kamu telah menemukan Upside Down Night.〉
Misi itu memberitahu Cale di
mana tempat itu berada.
Upside Down Night.
Tempat yang menjadi pusat
dari acara Night of Pleasure.
[ Di sana! ]
Sound of Wind memberitahu
Cale.
Sebuah altar yang terletak di
tengah danau kecil.
Berdiri di dekat altar, Saint
itu akan melakukan ritual pada korban-korban yang dipersembahkan, yang
mengakibatkan para korban saling bertarung sampai mati.
Di atas altar.
“Tidak ada apa-apa?”
Tidak ada apa pun di altar.
[ Ahh! ]
Tetapi Sound of Wind
menemukan jawabannya.
[ Di bawah altar. ]
Altar itu mengapung di atas
air danau.
Itu adalah pemandangan yang
misterius.
[ Baunya seperti di bawah
danau. ]
Tetapi dia mengatakan ada
Benda Suci di bawah danau itu.
[ Itu adalah Benda Suci
yang memiliki kekuatan besar. ]
Kerinduan yang membara
mengalir melalui suaranya yang lembut.
[ Ayo kita curi. ]
Bibir Cale sedikit menjilat mendengar
Sound of Wind.
Serigala Biru.
Dewa yang relatif baik.
Dan di pihak mereka.
“Jika kamu bisa memberiku
Benda Suci~”
Cale datang untuk
menyelamatkan.
“Ritual yang telah
berlangsung selama ini.”
Ditambah lagi munculnya Dewa
Kekacauan.
Jika memang di sana
tempatnya.
Ke mana perginya semua
kekuatan yang terkumpul selama ritual untuk merampungkan situs di Aipotu?
'Benda Suci.'
Itu ada di air tawar di bawah
danau itu.
Altar yang kosong itu
hanyalah tipuan belaka.
“Mari kita curi.”
Saat Cale mengambil keputusan.
[ Hai, Cale— ]
Terdengar suara aneh.
[ Muehehehe! ]
Seseorang berhasil menahan
tawanya dan nyaris tidak dapat berbicara.
[ Cale~ ]
Dia seorang perusak dan
pembuat onar.
'Hmm?'
Dan saat Cale mendengar suara
itu, dia menyadari sesuatu.
Altar itu—
[ Cale, aku belum pernah
melihat batu sihir yang begitu berharga seumur hidupku. Itu melampaui level
tertinggi dan level khusus. ]
Altar itu tampaknya terbuat
dari batu sihir.
[ Ya ampun, semua berlian
yang tergantung di sana adalah kualitas tertinggi yang pernah kulihat seumur
hidupku. Altar itu terbuat dari benda-benda yang lebih berharga dari emas...
Beneran... Pasti mahal................ ]
Fire of Destruction.
[ Aku ingin menjadi lebih kuat. ]
Orang yang mengatakan ingin
menghabiskan uang seperti Dewa.
Dia berbicara lembut.
[ Cale. Berapa harga semua
itu? ]
Cale memejamkan matanya
sejenak.
[ Tentu saja, altar itu
tidak cukup untuk dianggap sebagai Dewa. ]
‘Menghabiskan uang seperti Dewa’
menurut standar mahkluk yang rakus.
Standarnya jelas tidak mudah.
“… “
Cale terdiam sejenak,
tenggelam dalam pikirannya.
‘Aku tidak pernah berniat
untuk melawan Wanderer Ryeon.’
Ya. Kali ini, Cale hanya
berencana menyaksikan pertarungan Gereja Dewa Kekacauan dan Wanderers, lalu
menghancurkan Tempat Suci dan melarikan diri.
Cale tidak punya niat untuk
melawan Wanderer itu.
‘Tapi bagaimana jika kita
mencuri keduanya saat kita bisa??'
Ya.
Cale telah mengambil
keputusan.
Ketika Heavenly Demon dan
Alberu menunggu Cale seperti biasa,
Cale membuka matanya lagi dan
berkata.
“Ayo curi semuanya.”
Ya. Mari kita selesaikan
semuanya.
‘Dan mari kita lari!’
[ Bha ha ha ha! ]
Sound of Wind tertawa
terbahak-bahak,
[ Hahahahaha!! ]
Burung gagak itu sangat senang,
Cale bertanya sambil
tersenyum.
“Kita punya waktu sekitar 15
menit lagi. Apakah ada tempat untuk membobol brankas itu?”
Mendengar pertanyaannya,
Alberu tersenyum lembut, dan Heavenly Demon tertawa terbahak-bahak.
“…Aku tahu ini akan berakhir
seperti ini..”
Suara Alberu sangat tenang.
***
Dan saat itu.
“Apakah persiapan untuk ritual
berjalan dengan baik?”
Saint Dewa Kekacauan berkata sambil
melihat keluar jendela,
“Ya.”
Mendengar jawaban sederhana
itu, Saint berbalik dan menatap Uskup yang bertanggung jawab atas tempat ini.
Mata abu-abu.
Sang Uskup segera menundukkan
kepalanya setelah memperhatikan mata Saint itu yang menatapnya dengan mata yang
berangsur-angsur berubah menjadi abu-abu.
“Ini adalah terakhir
kalinya.”
Suara Saint itu tenang tetapi
ada rasa antisipasi di dalamnya.
“Jika kita bisa melewati ini
dengan aman, Dewa Kekacauan akhirnya bisa datang.”
Dia berbicara dengan tenang.
“Jika semua pengorbanan
dipersembahkan, akan ada ruang bagi Dewa Kekacauan untuk turun.”
“Ya.”
Hasil pekerjaan yang mereka
lakukan akhirnya akan muncul.
“Aku yakin kau sudah menyuruh
semua orang percaya untuk berkumpul bersama?”
“Sudah.”
Ia memanggil semua orang
percaya yang tinggal di kota itu.
“Night of Pleasure?”
“Itu sudah siap.”
“Lebih dari sebelumnya, kita
harus membiarkan orang jemaat menikmati kesenangan dan kekacauan.”
Mendengar perkataan Saint
itu, sang Uskup menundukkan kepalanya lebih dalam, menunjukkan bahwa ia siap mengikuti
keinginannya.
Saint itu berbicara dengan
suara tenang.
“Saat orang-orang jemaat yang
telah menghabiskan 44 Night of Pleasure mengorbankan nyawa mereka, Dewa
Kekacauan akan turun.”
“Itu benar.”
Ritual ini telah dilakukan 43
kali sejauh ini.
Itu bukan jalan yang mudah.
Cukup sulit untuk menghindari
pandangan para Wanderer dan Dunia Iblis.
“Orang-orang jemaat akan
dengan senang hati mempersembahkan hidup mereka kepada Dewa Kekacauan.”
Senyum lembut muncul di bibir
Saint itu.
“Itu benar.”
Dan sang Uskup pun tersenyum
lembut.
Masih dalam suasana damai,
sang Saint dan Uskup berbincang dengan nyaman.
“Saint. Paus akan segera
datang ke dunia ini.”
“Ya. Aku tahu. Dia berkata
bahwa dia akan datang ke sini dengan tubuhnya yang lelah untuk melihat dunia
tempat Dewa Kekacauan telah turun.”
Saint itu mendekati jendela.
“….“
“….“
Setelah terdiam sejenak, Saint
itu membuka mulutnya.
“Dewa Absolut. Bahkan dia
tidak akan ada apa-apanya di hadapan Dewa Kekacauan..”
Uskup mengangkat kedua
tangannya dan menunjuk ke langit.
“Saat kekacauan terjadi, saat
kembali ke awal. Aku menunggu hari itu.”
Saint itu tersenyum mendengar
perkataan Uskup.
Uskup pun tersenyum dan
berdiri dari tempat duduknya.
“Sudah waktunya untuk pergi.”
Mendengar kata-kata itu, Saint
itu menjauh dari jendela dan perlahan-lahan menuju pintu.
Upside Down Night.
Karena Saint itu harus
melaksanakan ritual terakhir yang akan dilaksanakan di sana.
Namun, di luar jendela,
langit mereka tampak abu-abu.
Malam telah tiba di bumi,
biru telah menghilang dan langit telah diwarnai oleh warna malam.
****
Dan—
“Ryeon.”
Wanderer itu berdiri di depan
tembok kastil dan memanggil saudara perempuannya,
“….”
Alih-alih menjawab, Ryeon
malah melambaikan tangannya.
Kkrttt!
Dindingnya membeku.
“Siapa kamu!”
“Dimensi—”
Kedua penjaga itu terdiam dan
ikut membeku.
Swiishh.
Saat dia melambaikan
tangannya sekali lagi.
Bang!
Esnya mulai pecah.
Dinding dan penjaga hancur
total.
Ryeon melirik langit abu-abu
dan melangkah maju.
“Ryeon, apakah kamu akan
menghancurkan semuanya?”
Ryeon berbicara dengan tenang
pada suara Cho yang bersemangat.
“Dengan cepat. Semuanya.”
Pandangannya lurus ke depan,
ke arah podium tempat berlangsungnya Night of Pleasure.
“Hancurkan itu.”
Bergerak maju, hancurkan
semuanya dengan cepat.
Mulai hari ini, Tempat Suci
Dewa Kekacauan akan menghilang.
Sebelum kedatangan Tiga
Kaisar Wanderer.
Itulah kesimpulan yang
dicapai Cho dan Ryeon.
***
Sementara itu, beberapa orang
berkumpul di dekat Roots of Begining yang menghubungkan tebing kematian.
Langit di atas mereka sudah
malam,
“….”
Crazy Attention Seeker yang
merekam siaran itu, yang tidak pernah ragu untuk berbicara apa pun yang
terjadi, berdiri di sana dengan mulut menganga karena linglung.
Akhirnya, dia berhasil mengatakannya.
“Saintess .........! Holy
Knight terbaik...!”
Saintess Dewi Matahari dan Sir
Voltien.
Crazy Attention Seeker hanya
melihat mereka dari jauh, ia belum pernah melihat mereka sedekat ini.
Secara khusus, Saintess itu
tidak dapat dilihat kecuali pada acara-acara keagamaan besar.
Dua orang seperti itu
tiba-tiba muncul di dekat akar Hellhole.
“Ya ampun.”
Crazy Attention Seeker itu
perlahan mengalihkan pandangannya.
Dua orang berpangkat tinggi
dari Gereja Dewa Matahari.
Suatu makhluk terlihat sedang
menghadapi mereka.
“Aku tidak tahu apa itu, tapi
dia terlihat kuat….!”
Choi Han, dengan rambut hitam
dan mata hitam.
Meskipun Crazy Attention
Seeker tidak mengetahui identitas aslinya, Choi Han terlihat seperti seorang
NPC yang tampaknya memiliki banyak cerita dan makna pada pandangan pertama.
Dan ada satu alasan yang
jelas untuk memastikan hal ini.
Kehadiran yang paling kuat disamping
Choi Han.
Makhluk yang membuat Saintess
dan Holy Knight tak terlihat dan membuat Crazy Attention Seeker tak bisa
berkata apa-apa!
Flap flap.
“Naga......!”
Makhluk paling langka di New
World.
Sejauh ini, tidak lebih dari
10 kasus penampakan naga.
Melihat naga seperti itu di
sini!
Itu juga~!!
“Bayi naga yang
lucu............!”
Itu adalah seekor bayi naga
lucu yang diberi nama Raon.
“Ukh.”
Crazy Attention Seeker itu
terdiam.
Pengguna lainnya juga berdiri
di sana tercengang, mulut mereka tertutup.
Tiga kelompok membentuk
segitiga.
Holy Knight Dewa Matahari, Sir
Voltien, membuka mulutnya pada Choi Han.
“...Aku hampir tidak
mengenalimu karena warna rambutmu berbeda, tapi aku tidak menyangka akan
melihatmu di sini lagi.”
Mata ksatria Sir Voltien,
yang menatap Choi Han, menatap dalam-dalam.
Cale dan Choi Han.
Karena mereka berdua adalah
makhluk misterius yang membuat Sir Voltien waspada terhadap Dewa Kekacauan.
“Mengapa kau menghentikan
kami?”
Menanggapi pertanyaan sang
ksatria, Raon yang berteriak, bukan Choi Han.
Ada alasan mengapa Raon
muncul padahal sebelumnya dia transparan.
“Manusia kita mengatakan
bahwa variabel lain tidak boleh ikut campur! Jaga baik-baik, jangan sampai ada
korban yang tidak bersalah! Aku harap kalian bisa menunggu sebentar lagi!!”
Raon sempat menghentikan sang
ksatria dan Saintess itu dari memasuki Cliff of Death.
Hal yang sama berlaku untuk
Choi Han.
“......Seekor naga yang
lucu... berbicara... dengan lucu......! Semprot tempatnya! Sebarkan ke bumi!
Sebarkan ke Dunia Iblis! Sebarkan ke New World!”
Crazy Attention Seeker itu
bergumam pelan.
Dan di tengah-tengah
konfrontasi yang menakjubkan ini,,
Doom—
Tanah berguncang.
“…!!!”
“…Astaga!!!”
Mata semua orang tertuju pada
jembatan yang menghubungkan Hellhole, ‘Root of Beginning’.
Akar pohon telah hilang
semua, dan kakinya pun menghilang.
***
-Cale. Semua persembahan sudah
dikumpulkan.
Cale bersembunyi di antara
orang-orang jemaat dan mendengarkan suara Eruhaben.
Di tengah Upside Down Night.
Sekitar 500 orang yang menjadi
persembahan berlutut di satu-satunya lahan yang ditutupi rumput hijau.
Tap.
Tap tap.
Dan Saint itu perlahan-lahan
memasuki Tempat Suci berbentuk cekungan di Upside Down Night.
-Sebentar lagi.
Mendengar perkataan Eruhaben,
Cale mengangguk singkat.
.
.
Support translator disini : Need Support

Komentar
Posting Komentar