Cale 403 - You Dare to Stab Me in the Back?


 

Cale sedang berbaring di tempat tidur.

“Ha.”

“Mengapa kamu mendesah begitu?”

Raja Tamahi memandang pertanyaan yang muncul dari Cale.

Cale terbaring rapi di ranjang rumah sakit, selimut menutupi tubuhnya hingga ke dada dan perban melilit tubuhnya dengan erat.

Matanya cerah dan jernih.

Cale tampak dalam suasana hati yang baik.

“Aku tidak tahu apakah aku harus melakukan ini..”

Tetapi Raja Tamahi merasa gelisah.

“Itu kan wilayah musuh.”

Wanderer Cho dan Ryeon.

Raja Tamahi merasa tidak enak mengirim kedua orang itu bersama Cale dan Eruhaben.

“Benar! Bukankah itu bagus?”

Namun Cale menjawab dengan sangat ceria.

Cale tampak benar-benar bersemangat.

“Apakah kamu tidak gugup?”

“Tidak juga?”

Cale tidak perlu khawatir tentang apa pun.

‘Kalau tidak berhasil, kabur saja.’

(tl/n : keoptimisan yang patut dicontoh T.T)

Cale yakin bahwa mereka dapat melarikan diri dengan mudah.

Terutama saat Cale bersama seekor Naga Kuno dengan pengalaman seribu tahun, itu menjadi tidak terlalu menakutkan.

“Jangan khawatir.”

Cale berkata dengan senyum cerah.

Tentu saja, dengan luka palsu dan perban yang dibalut ketat, membuat dia tampak seperti zombi.

“Aku akan berbohong pada mereka dengan benar. Membuat kedua kekuatan bertarung dan berkhir menghancurkan Tempat Suci. Ha ha ha!”

Hati Raja Tamahi sejenak merasa lega melihat wajah Cale yang tampak jernih dan tak berdosa, namun kemudian ia kembali membuka mulutnya dengan ekspresi tegas.

“Aku tidak tahu tentang Wanderer Cho, tapi aku tidak yakin apakah Ryeon bisa ditipu sepenuhnya. Kamu juga harus membuatnya bertarung melawan Sekte Dewa Kekacauan.”

Wanderer Ryeon memang percaya pada kata-kata Raja, tetapi tetap saja harus bertindak hati-hati.

Akankah dia benar-benar berkehendak jika harus melawan Sekte Dewa Kekacauan?

“Hoo-hoo.”

Pada saat itu, Cale tertawa aneh.

“Yang Mulia.”

Cale berbicara lembut.

“Kita masih punya satu langkah lagi, bukan?”

Pandangan Cale beralih ke samping Raja Tamahi.

Raja pun melihat ke sana.

“….”

Ada seorang pria di sana, dengan lengan disilangkan dan postur tubuh yang kaku, namun dengan aura seperti lukisan terkenal.

Naga Kuno Eruhaben.

Eruhaben memiringkan kepalanya ke satu sisi.

“Aku akan melakukan langkah terakhir, apakah menurutmu aku akan gagal?”

Wanderer Cho dan Ryeon.

Satu kesempatan terakhir untuk membodohi mereka.

Itulah pekerjaan Eruhaben.

Raja Tamahi menggelengkan kepalanya.

“Tidak.”

Sepertinya naga di depan Raja Tamahi tidak akan gagal.

Sebenarnya Raja Tamahi pikir Cale dan Eruhaben akan melakukannya dengan baik.

“Selain itu, Ryeon tampak seperti orang yang cukup berkepala dingin. Aku khawatir dia akan menunjukkan sikap tenangnya pada gerakan terakhir itu.”

“Kalau itu aku tidak tahu.”

Cale mengangkat bahu.

“Kita harus meneruskan rencana itu, dan kita tidak tahu apa hasilnya nanti. Namun, aku punya firasat bahwa langkah terakhir akan berjalan dengan baik.”

“Hmm. Aku percaya padamu.”

Raja Tamahi memutuskan untuk memercayai mereka saja.

Knock. Knock.

Suara petugas terdengar dari luar pintu.

“Sudah waktunya.”

“Yang Mulia—”

Cale bertanya pada Raja Tamahi.

“Kita akan berangkat sekitar 10 menit lagi.”

“Baiklah.”

Raja memutuskan untuk keluar terlebih dahulu dan menangani Wanderer itu.

Cale saat ini berada di ruang perawatan dengan dalih ingin lukanya dirawat dan diperban untuk terakhir kalinya sebelum berangkat ke Dunia Iblis.

“Haruskah aku mengirim kabar?”

Cale mengangguk pada pertanyaan Eruhaben.

Alasan mengapa butuh waktu 10 menit adalah untuk menghubungi seorang rekan.

****

“Aku disini.”

Pusat dari 7th Evils, Istana Permen Kapas.

Mendengar perkataan Rosalyn, dua orang berdiri dari tempat duduk mereka.

Itu Alberu dan Heavenly Demon.

“Semoga perjalanan kalian menyenangkan! Aku akan menyusulmu nanti bersama Choi Han!”

Raon, On, dan Hong mengantar mereka pergi.

“….”

Tentu saja, Baby Dragon Eden Miru ikut bersama para anak-anak.

Eden Miru mendesah dalam-dalam.

Karena Raon terus membelai kepala Eden Miru.

“Aku akan menjaga Eden Miru dengan baik! Hehehe!”

Eden Miru bahkan tidak bisa mendesah mendengar kata-kata Raon.

Eden Miru berpaling dari Rosalyn, Alberu, dan Heavenly Demon, yang sedang tersenyum padanya.

“Tapi kau tahu...”

Heavenly Demon naik ke lingkaran sihir teleportasi dan bertanya pada Alberu.

“Bukankah dikatakan bahwa teleportasi tidak mungkin dilakukan di Dunia Iblis?”

“Ya, benar. Kamu harus pindah ke perbatasan wilayah Hellhole untuk masuk ke dalamnya.”

“Tempat macam apa itu?”

Alih-alih menjawab, Alberu menatap Rosalyn. Rosalind malah menjawab Heavenly Demon.

“Itu adalah kuburan orang-orang buangan.”

Pada saat itu, cahaya aneh muncul di wajah Heavenly Demon.

Shoooo!

Empat orang menuju perbatasan Hellhole dengan cahaya terang.

Ada total empat jalan menuju Dunia Iblis.

Mereka bergerak ke salah satunya.

***

“Mereka berdua sangat dekat?”

“Ya.”

Sang Raja menjawab pertanyaan Wanderer itu dengan sopan.

Ke mana pandangan Ryeon diarahkan, ada seorang pengawal melintasi ambang pintu ruang perawatan yang terbuka.

Eruhaben mendekat sambil menggendong Cale.

-Aku tidak tahu aku akan menggendong pria muda sepertimu di usia ini.

Tanpa mendengar apa yang dikatakan Eruhaben kepada Cale, Wanderer Ryeon bertanya lagi.

“Maksudmu hanya pengawal biasa?”

“Ya. Akulah yang mengajukan dia menjadi pengawal saat pelayan itu masuk Istana. Mereka bekerja bersama di Istana tempat Prince Consort Hinpa tinggal, dan terkadang mereka bergantian menjadi pengawalku.”

Raja Tamahi melanjutkan:

“Karena pelayan ini yang paling tenang ketika bersama pengawal, aku tak punya pilihan lain selain menugaskannya untuk melakukan tugas ini.”

“….Baiklah.”

“Ya.”

Wanderer Ryeon memandang Eruhaben dengan mata aneh.

Seorang pria berambut hitam dan mengenakan pakaian biasa seorang prajurit Istana Kerajaan.

‘Aneh.’

Ryeon tidak menyadarinya sebelumnya karena dia sedang memeriksa informasi yang mengalir masuk.

‘Pengawal itu—’

Aneh sekali.

Di samping penampilannya yang terbilang tampan, ada banyak hal yang memberi pengawal itu perasaan aneh, seperti aura yang dipancarkannya dan cara berjalannya.

‘Ya.’

Ryeon tahu perasaan apa itu.

‘Dia tampak seperti seorang bangsawan.’

Dia juga memancarkan nuansa keluarga bangsawan yang telah meneruskan tradisi tersebut selama ratusan tahun.

Suasana elegan yang diperoleh secara alami melalui kehidupan tanpa harus mencoba mempelajarinya.

Dan keagungan yang mengalir keluar.

Segala sesuatunya membuat pengawal itu tampak tidak pantas bagi seorang pengawal.

‘Hum. Aku tidak berpikir dia berbohong.’

Tampaknya Raja Tamahi tidak berbohong tentang pengawal itu.

‘Tidak ada alasan untuk itu.’

Lagian mana mungkin dia berbohong begitu terang-terangan?

Sang Raja tidak akan sanggup menanggung akibatnya, dan Tamahi mengetahui hal ini lebih dari siapa pun.

‘Kemudian—’

Cahaya aneh muncul di mata Ryeon.

‘Hanya ada satu.’

Bagaimana jika dia bukan seorang pengawal, melainkan mata-mata yang diam-diam bersembunyi di Istana?

Hanya ada satu identitas dia.

‘Sekte Dewa Kekacauan.’

Ada kemungkinan besar dia memang seharusnya berada di sana.

‘Jadi kamu melakukan hal seperti itu dan kemudian menghilang begitu saja? Itu tidak masuk akal.’

Mata Ryeon menjadi berat.

Sekte Dewa Kekacauan bersiap mengkhianati keluarga Fived Colored Blood dengan menipu mereka sepenuhnya.

Tidak masuk akal untuk mencoba mengakhiri segalanya dengan menghilang setelah melakukan begitu banyak hal di sana.

‘Sebaliknya, lebih baik menyembunyikan rumput liar dan mengamati perilaku Kerajaan Lan dan keluarga Fived Colored Blood kita.’

Untuk tujuan itu, di manakah tempat yang baik bagi Sekte Dewa Kekacauan untuk menanam benihnya?

‘….Satu-satunya tempat bagi saksi untuk bersandar.’

Ya. Satu-satunya saksi yang mengalami sakit kepala hanya karena memikirkan Dewa Kekacauan.

Jika orang di sekitar Ryeon adalah anggota Sekte Dewa Kekacauan, dia akhirnya akan bertemu Raja Lan dan para Wanderer dan dengan mudah memahami situasi saat ini.

“...Ryeon!”

“Ah.”

Ryeon yang sedang melanjutkan pikirannya, berhenti.

“Apa yang sedang kamu lakukan?”

Kekesalan tampak di wajah Cho.

“Hmm.”

Sebelum mereka menyadarinya, pelayan dan pengawalnya telah tiba di depan kedua orang itu.

Raja sedang berbicara kepada pengawalnya.

“Jaga dirimu baik-baik. Dan tugasmu adalah merawatnya dengan baik.”

“Ya, Yang Mulia.”

Pengawal itu memberi penghormatan kepada kata-kata Raja dengan ekspresi serius.

‘Wajahmu serius sekali?’

Perintahnya tidak istimewa, tetapi wajah pengawal itu tampak sangat serius dan penuh tekad.

‘Seolah-olah ada misi lainnya.’

Saat ketika kecurigaan semakin dalam di mata Ryeon.

“Ryeon! Apa sebenarnya yang sedang kamu pikirkan?”

Di akhir pemikirannya, Ryeon segera berhenti berpikir.

‘Ya, pertama-tama, itu hanya kecurigaan.’

Keraguan tidak akan mengacaukan segalanya..

‘Karena pengawal itu bisa saja orang biasa.’

Meskipun Ryeon tetap curiga, dia memutuskan untuk melanjutkan sesuai rencana untuk saat ini.

“Ayo pergi.”

Ooonggg—

Penyihir Kerajaan Lan berdiri di atas lingkaran sihir teleportasi dan memberi isyarat.

Pelayan dan pengawal sudah berdiri di samping lingkaran sihir.

“Baiklah. Ayo berangkat.”

Ryeon mengikutinya dan naik ke lingkaran sihir.

Dia mengingat kontak yang dia terima setelah melapor ke Fived Colored Blood.

Sekte Dewa Kekacauan.

Sebagai kekuatan yang merupakan sekutu terbesar sekaligus musuh potensial Wanderer.

Berurusan dengan Sekte itu memerlukan izin dari atas.

‘Lagipula, belakangan ini aku banyak bertanya-tanya tentang perilaku baru dari Dewa Kekacauan akhir-akhir ini. Itu berjalan dengan baik.’

Hanya ada tiga orang dalam keluarga Fived Colroed Blood yang bisa memberi Ryeon izin.

Tiga orang dengan kepribadian unik dengan warna berbeda.

‘Kamu dan Cho memiliki kekuatan tingkat Transparent, tetapi ketika kalian berdua bersama, kalian bisa menjadi kekuatan tingkat Fived Colored. Jika kalian berdua pergi ke Tempat Suci Dewa Kekacauan, kalian akan mampu menanggapi banyak hal dengan baik.’

Yang pertama dan yang terakhir.

Keduanya adalah saudara kembar persaudaraan, dan meskipun mereka memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang, ketika mereka bertarung bersama, kekuatan mereka dikatakan berada pada level tertinggi.

‘Ryeo-ah. Kamu adalah anak yang serius, jadi cegah Cho dalam hal terburu-buru mengambil keputusan. Dan karena kau percaya pada penilaianmu, kau bebas bertindak.’

Atasannya memberinya izin untuk pergi ke Tempat Suci.

Atasannya pun menyerahkan keputusan atas semua tindakannya kepadanya.

‘Baiklah, mari kita serius.’

Ketika Ryeon telah membuat semua keputusannya, dia merasakan lingkaran sihir itu aktif bersama dengan cahaya terang.

Terlebih lagi, dia dapat mendengar adiknya, Cho, menyampaikan kata-kata terakhirnya kepada sang Raja.

“Hai, Raja.”

Wanderer Cho. Dia tidak pernah memperlakukan Raja seburuk itu, tetapi dia tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya kali ini.

Cho memperingatkan.

“Aku berencana untuk mengawasimu di masa mendatang.”

Wajah Raja menjadi gelap.

Wajahnya terlihat bahkan dalam cahaya sihir yang terang.

“Jangan pernah lupa bahwa hidup kamu, dan hidup negeri ini, bisa berakhir kapan saja.”

Tak ada kemarahan atau kejengkelan dalam suara Wanderer itu.

Yang ada hanyalah fakta sederhana.

“Kamu hanya membuat kesalahan satu kali.”

Itu saja kesimpulannya.

Shooo!

Si Kembar Wanderer, pengawalnya, dan pembantunya menghilang dalam sekejap cahaya.

“….”

Raja Tamahi teringat akan tatapan orang-orang yang berdiri di belakang kedua Wanderer itu. Mata itu gatal ingin memukul bagian belakang kepala sang Wanderer.

Shhaaa.

Sang raja tersenyum tipis.

“Akan ada hal menarik.”

Dengan kata-kata itu, tatapannya beralih ke barat daya tempat sarang iblis berada.

***

Hellhole.

Itu adalah nama tempat yang mengelompokkan beberapa ladang yang berisi berbagai macam medan kasar, seperti hutan belantara dan gurun.

‘Gurun, hutan belantara, bawah tanah, labirin. Ada segalanya.’

Alberu memberi tahu Cale tentang Hellhole.

‘Setiap daerah memiliki pemimpin dan ada banyak kekuatan.’

Hal yang unik tentang Hellhole adalah, menurut aturan permainan, teleportasi tidak mungkin dilakukan di dalam Hellhole.

Karena medannya yang kasar, pergerakan di sana sangat tidak nyaman.

‘Jika 8th Evils masih sulit didekati karena level pengguna terlalu rendah dan tempatnya menakutkan, maka Hellhole tidak banyak dikunjungi pengguna karena alasan lain.’

‘Yang pertama karena sulit bergerak...’

‘Yang kedua tidak ada gunanya.’

Di atas segalanya, itu adalah area di mana misi tidak mudah.

‘Di sinilah orang-orang yang dijauhi oleh New World berkumpul.’

Kaum yang dikucilkan.

Mereka adalah orang-orang yang harus meninggalkan kampung halamannya dan bersembunyi di suatu tempat karena berbagai alasan.

Atau seorang penjahat.

Segala macam orang berkumpul di sana, jadi terjadi banyak insiden dan kecelakaan, dan ada beberapa tempat yang seperti daerah dengan tingkat kejahatan tinggi.

Oleh karena itu, kecuali kamu cukup veteran, Hellhole bukanlah tempat yang dapat kamu dekati.

‘Dan Hellhole cukup bermusuhan terhadap orang luar dan terkadang menyerang mereka.’

Ia mengatakan, daerah itu sangat berangin.

Shhoooo!

Dengan cahaya terang, Cale tiba di perbatasan wilayah Hellhole.

Dari keempat pintu masuk, pintu manakah yang dipilih para Wanderer?

“Ha, aku tidak suka tempat ini karena terlalu banyak serangga dan rumput.”

Itu adalah hutan.

Kawat berduri kasar dan dangkal.

Itulah batasnya.

Di luar batas yang dapat dengan mudah dilintasi siapa pun, hutan belantara menyebar luas.

“Aku tidak bisa menahannya. Jalan ini adalah yang tercepat.”

Seperti kata Wanderer, jalan tercepat menuju Tempat Suci adalah melalui hutan.

Cale membenamkan wajahnya di punggung Eruhaben dan menutupi senyumnya.

‘Aku menduga mereka sudah sampai.’

Pihak Alberu pasti telah memasuki Hellhole.

“Kira-kira di situlah tempatnya, jadi mari kita ke sana.”

Ryeon memimpin lalu menoleh ke belakang.

“Berdiri di tengah.”

“Ya.”

Atas arahannya, Eruhaben berdiri di antara Cho dan Ryeon.

“Lebih baik kamu mengikuti dengan tenang dan tidak melakukan hal yang tidak masuk akal.”

“Ya.”

Eruhaben menjawab dengan patuh.

“Ryeon! Kenapa kamu malah melakukan hal seperti ini?”

Meskipun yang pertama menunjukkan keraguannya, Ryeon menatap Eruhaben dengan mata curiga, lalu menoleh dan berjalan pergi.

“Ryeon! Kita harus cepat!”

“Aku tahu.”

Dia bertanya pada Eruhaben.

“Aku pikir para pengawal Istana dapat melakukan pertarungan ringan, jadi kita akan mempercepatnya. Bisakah kamu mengimbanginya?”

“Aku akan melakukan yang terbaik.”

“Bagus.”

Ryeon itu menendang tanah dengan ringan dan bergerak maju.

Kecepatannya menjadi semakin cepat.

Swoooshh—

Meskipun hutan, tidak sulit untuk bergerak karena ada jalan setapak di dekat pintu masuk.

Tentu saja, ada dahan, dedaunan, tanaman merambat, rumput, serangga, dan segala macam hal yang menghalangi jalannya.

Crack.

Segalanya membeku.

Bang.

Itu rusak saat masih beku.

Bahkan di tengah semua ini, Ryeon menoleh ke belakang.

“… .”

Pengawal mengikutinya sambil terengah-engah.

Tampaknya dia masih mengikutinya hanya dengan kekuatan fisiknya tanpa menggunakan tenaga internal apa pun.

“Ryeon! Orang ini baik-baik saja, jadi jangan khawatir dan cepatlah pergi! Kalau tidak, aku akan menyeret kedua orang ini juga!”

Ryeon mengangguk menanggapi permintaan Cho, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.

Tentu saja, dia akhirnya mengalihkan pandangannya ke pengawal.

Itu adalah tatapan dingin yang mengandung makna peringatan.

“….”

Eruhaben hanya menundukkan kepalanya dan berlari kencang.

“….”

Tatapan Ryeon menghilang.

Tetapi Ryeon merasakan tatapan Cho di belakangnya.

-Cale. Hari mulai gelap.

Eruhaben melihat sekeliling.

Hellhole.

Alasan mengapa hutan itu kasar adalah karena semakin jauh kamu masuk, semakin sempit jalannya, segala macam medan alam menghalangi jalan kamu, dan ada pula serangga, tanaman beracun, binatang buas, dan monster yang menyiksa kamu.

Hutan yang dipenuhi pohon-pohon raksasa yang tingginya beberapa kali lipat lebih tinggi dari manusia.

Tempat itu menjadi lebih gelap semakin jauh mereka masuk.

Tidak segelap malam hari, tetapi masih banyak tempat yang tidak terjangkau sinar matahari, jadi masih siang bolong.

-Kubis. Jika waktunya tepat, berikan sinyal.

Ketika Cale di punggungnya memberi sinyal kepada Eruhaben.

-Hei, bolehkah aku menyerang orang itu?

Eruhaben akan menyerbu Wanderer Cho.

Kemudian Cale akan menggunakan Dominating Aura saat itu juga.

-Kurasa aku hanya perlu menghancurkan satu lengannya menjadi debu.

Segala sesuatunya akan terjadi dalam sekejap.

Ketika Wanderer Cho dan Ryeon menurunkan kewaspadaan mereka, sebelum mereka sempat menyadarinya dengan benar.

‘Jadi, kita harus menurunkan kewaspadaan mereka.’

Tepatnya, ini bukan soal menurunkan kewaspadaan, melainkan soal mengalihkan perhatian.

Cale melirik tanda di pohon.

Itu pertanda yang dijanjikan.

Bam.

Momen ketika Cale mengirim sinyal pertama ke Erhaben.

Krrrrr—!

Raungan binatang buas menyebar melalui kegelapan hutan.

Clank. Crackle!

Makhluk yang berjalan keluar dari kegelapan dan menghancurkan pohon.

“Kuuuuuu.”

Makhluk besar yang menggugah selera itu bukanlah seekor binatang buas.

Wanderer Ryeon melantunkan syair lembut.

“......Itu Suku Beastmen.”

Itu adalah suku Beastmen.

Salah satu kekuatan yang telah berdiri di Hellhole.

Suku Beastmen aslinya bukanlah ras terbuang di New World, namun orang-orang ini berbeda.

Suku Beastmen yang menetap di Hellhole merupakan mereka yang datang atas kemauan mereka sendiri, dengan kata lain mereka tidak akan mengikuti akal sehat New World dan akan hidup sesuai dengan naluri mereka sendiri.

Krrrrr—

Manusia harimau.

Mata Ryeon cekung ketika dia melihat rintangan besar itu.

“Hehehe~”

Dan manusia harimau itu menjilati bibirnya seolah-olah dia telah melihat mangsa.

Dduk.

Pada saat itu, seekor burung gagak yang tengah bertengger di dahan pohon terbang tinggi ke angkasa lalu menghilang.

Cale menatap lurus ke depan, memperhatikan tanda yang menghilang.

Krrr—!

Kepala suku harimau kita yang agung, Gashan.

Dia berpura-pura seganas mungkin, menjadi mengamuk untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Hellhole.

Ada empat rekan Cale di sana.

Alberu, Rosalyn, Heavenly Demon, dan Gashan.

“Mangsanya sudah datang! Hahahaha!”

Sang kepala suku Gashan berpikir sambil menampilkan akting di depan dua orang Wanderer tersebut.

‘Eruhaben-nim menjadi kelinci saat pertarungan, kan?'

Setelah bertahun-tahun hidup, Gashan juga merupakan orang yang ahli dalam melarikan diri.

Pada saat itu.

“Apa-apaan ini! Binatang kecil ini!”

Cho melewati Cale dan melaju ke depan.

Dia sangat terganggu.

Ssst.

Sudut mulut Cale terangkat.

“Cho, aku akan menyelesaikannya. Diam di situ."

Saat Ryeon mengatakan itu.

Tuk tuk.

Cale mengirim sinyal ke Eruhaben.

Melepaskan kewaspadaan.

Itu hanya sesaat.

Momen singkat ketika seseorang yang dipandang rendah oleh para Wanderer muncul.

Itu sudah cukup.

Debu platinum muncul melewati mata Cale.

.

.

TL/N : Jalan tercepat menuju Primodial Night (PN) adalah melalui hutan Hellhole. Aku masih belum begitu mengerti Hellhole masih menjadi wilayah New World, tapi apakah PN itu berada di New World atau di Dunia Iblis.

.

.

Support translator disini : Support

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Daftar Novel Children of the Holy Emperor