Cale – 379 It Must Have Been Not Enough
“Ugh…
huh. -!”
So
Hee menutup matanya dengan kedua tangannya dan tidak percaya dengan situasi
ini.
Bang!
Bang! Bang!
Benang
putih yang kehilangan kekuatannya jatuh ke lantai dan langsung ternoda oleh
cahaya merah tua.
‘Bagaimana~!’
So
Hee tidak percaya.
“Ugh,
bagaimana kamu melakukan itu~~!”
‘Bagaimana kamu bisa memotong benang putihku dengan mudah?’
So
Hee tidak percaya ketika dia melihatnya.
Kim
Hae Yee.
Orang
itu menciptakan Kekuatan Unik tersendiri dalam wujudnya sendiri.
Benih
itu berkecambah.
Itu
juga tingkat keunikannya lebih tinggi dari So Hee.
‘Tetap saja!’
Meski
demikian, Kekuatan Unik Kim Hae Yee tidak mampu menghalangi kekuatan So Hee.
Yang
mungkin dilakukan kekuatan miliknya hanyalah mewarnai benang putih milik So Hee
dengan cahaya merah tua.
‘Itu normal!’
Tidak
peduli seberapa penting tingkat Kekuatan Unik Kim Hae Yee, dibutuhkan
banyak percobaan dan kesalahan sebelum benih bisa bertunas dan berakar dengan
baik.
‘Tapi bagaimana caranya…
Bagaimana mungkin orang yang bertarung dengan So Hee beberapa
saat yang lalu bahkan tidak bisa menggunakan skill uniknya dengan benar!
Tingkat kekuatan orang itu masihlah setingkat benih!
Yang artinya kekuatannya masih belum terbentuk dengan benar!’
Kekuatannya
mampu membanjiri kekuatan So Hee hanya dengan aura??
‘Apakah ini mungkin?’
Dalam
kebingungan So Hee, sebuah ide muncul di benaknya.
‘Mustahil!’
Satu
hal.
Hanya
ada satu penjelasan yang mungkin.
‘Fived Color-’
Saat
ini, hanya tiga orang dalam keluarga Fived Colored Bloos yang memiliki level
ini.
‘Dia berada di peringkat Fived Color?’
Namun,
pemberian peringkat Fived Colore tidak bisa diberikan begitu saja.
Setelah
kontrak dengan para Dewa, Kekuatan Unik hanya lahir pada sebagian Wanderer.
Dan
di antara mereka, Fived Colore adalah-
“Hoo.”
Senyuman
muncul di bibir So Hee.
So
Hee menurunkan tangannya yang menutupi matanya.
So
Hee tidak bisa melihat apa pun dengan mata tertutup.
So
Hee hanya bisa merasakan aliran yang mengalir.
So
Hee meletakkan kedua tangannya di lantai, mengangkat kepalanya dan membuka
mulutnya.
“Kamu-”
Orang
yang melukai dirinya sendiri.
“Kamu
bukan hanya terlahir biasa, kan?”
Konon
ada orang yang terlahir dengan takdir.
“Kamu
telah mengambil takdir sebagai seorang pahlawan.”
Seorang
pahlawan yang akan menyelamatkan dunia.
Dikatakan
bahwa hanya pada tingkat itulah barulah layak mendapat tingkat yang lebih
tinggi dari Transparent.
“Kamu
adalah salah satu dari orang-orang itu!”
Seperti
So Hee sendiri, So Hee memulai dari bawah dan mengakhiri hidupnya tanpa mampu
mengatasi kesenjangan tersebut, dan menjadi Single Lifers - orang-orang
beruntung yang pada dasarnya ditakdirkan untuk hidup sebagai pahlawan!
“Brengsek!”
So
Hee tidak bisa menahan amarahnya.
‘Bagaimana kamu bisa~!’
Bagaimana
dia sampai pada titik ini?
So
Hee melakukan semua yang dia bisa untuk masuk ke dalam peringkat Fived Color!
‘Bahkan di dalam peringkat Fived Color ini, di menjadi yang
terlemah, dan betapa aku dipandang rendah!’
Meski
begitu, So Hee tetap bertahan dan bertahan.
Untuk
suatu hari nanti memantapkan domainnya -
‘Untuk menciptakan Kerajaanku sendiri!’
Betapa
kerasnya So Hee mencoba!
Menyingkirkan
semua rintangan dan serap semua nutrisi yang akan membantu dia dalam membangun
kekuatan!
Namun
saat So Hee sudah sampai sejauh ini!
‘Aku tidak percaya aku diperlakukan seperti ini oleh orang
setengah-setengah yang bahkan tidak memiliki Kekuatan Unik yang pantas!’
Itu
tidak adil, tidak adil, tidak adil bagi So Hee.
‘Siapa orang ini?’
Lalu
So Hee mendapat kesadarannya.
‘Ya. Siapa dia?’
Kenapa
So Hee tidak tahu tentang orang ini sebelumnya?
Mulut
So Hee terbuka.
“Siapa? Siapa kamu?”
Dengan
mata terluka, dia tidak bisa sepenuhnya mengungkapkan keunikan dia sepenuhnya.
Melarikan
diri juga sulit.
“Siapa
kamu?”
Jadi,
So Hee harus mencari tahu setidaknya satu hal.
Nantinya
pasti salah satu Wanderer akan datang menyelamatkan So Hee.
Sekalipun
So Hee berada di level terbawah, So Hee sudah tahu cukup banyak.
“Katakan
padaku sekarang-”
‘Katakan padaku sekarang! Siapa kamu?’
Grroooaaa
---
Tangisan
aneh mulai menyebar lagi ke sekeliling So Hee.
Seolah-olah
dia akan melarikan diri.
Dan
So Hee berteriak seolah mengakui harapan itu.
“Ungkapkan
identitasmu! Jika kamu tidak ingin meledak dan mati!”
Pada
saat itu.
“Apakah
ini sebuah ancaman ketika aku bahkan tidak punya niat untuk mati?”
Suara
acuh tak acuh terdengar.
“!!!”
Dan
So Hee merasakan seluruh tubuhnya menegang.
Bukan
hanya So Hee.
“Yang
Mulia, cepat—”
“Hmm.”
Raja
Tamahi memimpin rakyatnya dengan cepat menuju ke luar panggung dan kemudian
berhenti.
Hal
itu tidak dilakukan secara sukarela.
Seharusnya
seperti itu.
“!”
Tamahi
merasa tercekik sejenak.
Ssaaaa---
Sebuah
hembusan angin.
Stadion
menjadi cukup sunyi untuk mendengar suara angin yang berhembus.
Hanya
Raja, rombongan, dan beberapa prajurit yang tersisa di sana.
Mereka
semua memiliki Seni Bela Diri tingkat tinggi di Kerajaan Lan atau ahli di
bidang lain, dan akumulasi pengalaman mereka cukup besar.
Namun
demikian-
Tidak
ada yang bisa dengan mudah membuka mulutnya.
Langit
masih berwarna merah tua, namun benang putih dan naga hitam telah menghilang,
jadi stadion ini, yang sedikit lebih gelap dari biasanya, telah berubah.
Orang-orang
yang merasa lega dengan kedamaian yang akhirnya tiba merasa merinding di
sekujur tubuh.
“…
..!!!”
Pupil
Raja Tamahi bergetar.
Matanya
beralih ke satu orang.
Bukan
Heavenly Demon, Choi Han, atau bahkan Alberu yang berada di samping Raja Tamahi.
Apa
yang Raja Tamahi lihat adalah-
‘Topeng-’
Itu
Cale yang memakai topeng.
Raja
Tamahi menatap tangannya.
“…..”
Ujung
jari Raja Tamahi gemetar.
Merinding
muncul di punggung tangan Raja Tamahi.
Tidak
ada suara.
Itu
bahkan tidak terlihat.
Namun,
ada sesuatu yang membebani dirinya.
‘Ketakuran-’
Itulah
ketakutan yang sebenarnya.
Namun,
itu bukan sesuatu yang kejam.
Itu
tidak kentara.
Rasa
takut yang merayapi Raja Tamahi perlahan menggerogotinya seolah Raja Tamahi terjatuh
ke dalam rawa.
Dan
Raja Tamahi semakin merasakannya.
Ketakutan
apa ini—
‘Aku tidak tahu.’
Ketakutan
ini adalah ketakutan yang tidak Raja Tamahi ketahui.
Terkadang
terlalu banyak hal yang terlintas dalam pikiran, dan terkadang tidak ada yang terlintas
dalam pikiran.
‘Hanya-’
Itu
mengingatkan Raja Tamahi pada malam menakutkan yang Raja Tamahi alami saat
masih kecil.
‘Apa?’
Hal
ini membuat Raja Tamahi berpikir tentang ketakutan mendasar yang dimiliki
manusia.
Namun,
sedikit demi sedikit, hal itu sepertinya mendominasi dan mencekik Raja Tamahi.
‘Ini peringatan.’
Raja
Tamahi sadar.
Pria
bertopeng itu sedang memperingatkan mereka sekarang.
Dan-
‘Kita diberi peringatan dalam jumlah yang sedang—'
Berbeda
dengan kekuatan yang dia keluarkan kepada musuh.
Raja
Tamahi mengenalinya.
“Uh!”
Karena
erangan mendalam keluar dari mulut So Hee.
Berbeda
dengan jeritan yang So Hee buat saat matanya terluka.
Erangan
yang datang dari dalam tubuh So Hee dengan jelas menunjukkan situasi seperti
apa yang dia alami saat ini.
“Ugh,
hhuu!”
So
Hee menaruh kekuatan pada kedua tangannya di lantai.
Seluruh
tubuh So Hee gemetar.
Rasanya
jika So Hee rileks sedikit saja, tubuhnya akan roboh di bawah kendali rasa takut
yang menyempitkan seluruh tubuhnya.
‘Apa?
Energi apa ini?’
Ini
bahkan bukan benih Kekuatan Unik.
Jadi
ini kekuatan Aura? Mana?
‘Tidak!’
Tidak
seperti itu.
‘Lalu Kekuatan Unik apa ini?’
Bukan-
‘Kekuatan Kuno?’
Kekuatan
Kuno, istilah umum untuk Kekuatan Unik yang kini terlupakan.
Apakah
itu?
‘Tidak!
Bukan
itu juga.
Kekuatan
yang berkurang itu tidak akan bisa menindas So Hee sebanyak ini.
‘Lalu apa itu?’
Karena
cedera mata, So Hee tidak dapat melihat siapa yang menggunakan kekuatan ini.
Meski
begitu, So Hee ingat satu orang.
‘Topeng!’
Ini
kekuatan pria yang memakai topeng.
‘Siapa dia, sampai-sampai dia bisa menjatuhkan seorang Wanderer
dengan energi milik sendiri??’
Akan
sulit bahkan bagi sebagian besar Dewa untuk melakukan hal seperti itu.
“Uh!”
So
Hee, yang bertahan, menemukan jawabannya dalam pemikiran sesaat.
‘Seorang Dewa!
Ya, seorang Dewa!!’
Awalnya,
So Hee mengira Kim Hae Yee hanyalah AI, kolaborator Ahn Roman.
Namun
setelah melihat Kekuatan Uniknya, justru dia adalah Wanderer lain.
(tl/n
: So Hee mengira Heavenly Demon juga Wanderer spertinya)
Lebih
jauh lagi, So Hee pikir Kim Hae Yee adalah seorang Wanderer yang terikat pada Dewa.
‘Dan Dewa itu~’
Tentu
saja, So Hee berasumsi mereka (Heavenly Demon, Cale, Choi Han) adalah faksi
dari Dewa Keseimbangan dari Dunia Dewa yang terbelah dua oleh Dewa Kekacauan.
Dewa Keseimbangan adalah lawan Wanderer seperti So Hee, dan akhirnya So Hee
berasumsi semakin banyak alasan mereka untuk membunuhnya.
Karena
musuh sudah mencapai New World ini.
‘Tetapi aneh rasanya memikirkannya seperti itu.’
Dunia
Dewa telah terbelah menjadi dua, jadi bagaimana para Wanderer yang melekat pada
Dewa ini, yang melakukan semua pekerjaan untuk para Dewa, bisa mencapai sejauh
ini?
‘Dan kekuatan ini—’
Ketakutan.
Ini
juga merangsang rasa takut yang mendasar.
Maka
hanya ada satu jawaban.
‘Teror Kekacauan!’
Kemampuan
yang hanya diperuntukkan bagi murid dan Saint Dewa Kekacauan yang paling Dewa
Kekacauan sayangi.
Itu
masuk akal.
‘Dewa Kekacauan selalu mewaspadai kita.’
Meskipun
Dewa Kekacauan tampak ramah, mustahil untuk mengetahui batasan di dalam
pikirannya.
Saint
Dewa Kekacauan.
Seberapa
besar hambatan yang akan dihadapi para Wanderer yang ingin memperoleh status Dewa?
‘Dan apa yang kudengar dari mata-mata itu adalah sepertinya Dewa
Kekacauan sedang melakukan sesuatu pada Dunia Iblis saat ini?’
Akankah
Dewa Kekacauan seperti itu melakukan hal lain di New World??
Sebaliknya,
bukankah dia hanya akan berpura-pura bahwa Dunia Dewa berada dalam kekacauan
dan tidak punya waktu untuk khawatir, lalu menyerang para Wanderer?
‘Karena rencana itu tidak akan lama!’
Waktu
untuk kemunculan Dewa Absolut, dan persiapannya, sangat singkat.
Jadi,
jika Dewa Kekacauan ingin mengambil kendali seluruh dewan, sekaranglah
satu-satunya waktu untuk bergerak.
“Pfft!”
Tawa
keluar dari mulut So Hee.
Itu
tidak masuk akal.
“Kamu-“
So
Hee melihat ke arah mana energi itu berasal.
Sudut
mulut So Hee terangkat.
“Apakah
kamu ekor Dewa Kekacauan?”
Tapi
senyum So Hee tidak bisa bertahan lama.
“Kheok!”
Tekanan
di perut So Hee yang menjadi lebih besar dari sebelumnya menekannya.
Perasaan
didominasi.
Ada
sedikit rasa takut di sana.
“Ekor...”
Saat
itu, suara tenang terdengar.
Suara
itu lebih dekat dari yang So Hee kira.
Cale
berlutut dan melakukan kontak mata dengan So Hee.
Cale
tersenyum dan berkata padanya yang tidak bisa melihat Cale.
“Kenapa
aku jadi ekor? Aku tidak punya niat melakukan hal seperti itu.”
Tentu
saja, Cale tidak berniat mengambil peran sebagai Dewa Kekacauan.
Namun,
alangkah baiknya jika musuh salah paham.
Tatapan
Cale beralih dari So Hee ke Raja Tamahi, yang berhenti saat dia hendak mendekati
Cale.
Alberu
berdiri di sampingnya.
Alberu,
yang melakukan kontak mata, menyeringai dan berbicara kepada Tamahi.
“Yang
Mulia.”
“Ah.”
Tamahi
tahu apa yang harus dia lakukan.
New
World.
Sebuah
permainan untuk Raising My Precious Absolute God.
Dalam
game dengan kebebasan tinggi ini, ada alasan mengapa gamer menaati aturan. Jika
tidak ada alasan tersebut, pengguna jahat akan melakukan segala jenis kejahatan
di dalam game.
“Pendosa
So Hee.”
Perintah
Raja Tamahi.
“Bwa
dia ke ruang bawah tanah istana.”
Pendosa.
Saat
mereka yang dinyatakan sebagai penjahat oleh suatu negara, dan saat mereka akan
dipenjara.
Meskipun
pengguna game logout dan login kembali, mereka tetap berada di penjara.
Khususnya, untuk melarikan diri dari penjara bawah tanah istana, seseorang
harus memiliki kekuatan untuk menghadapi istana.
‘Ini berlaku sama untuk semi-NPC atau NPC.’
Aturan
ini sama untuk Semi-NPC yang bisa logout seperti pengguna game.
‘Wanderer ini mungkin adalah Semi-NPC.’
Karena
dia tidak akan bisa lepas dari permainan jika dia seorang NPC.
Dan
Semi-NPC memiliki sesuatu yang berbeda dari pengguna game.
‘Jika kamu mati di sini, kamu tidak dapat hidup kembali.’
Bahkan
jika pengguna game mati di dalam game, mereka dapat dihidupkan kembali beberapa
kali.
Tentu
ada penalti, tapi peluang tetap diberikan.
Namun,
Semi-NPC tersebut akan mati begitu saja.
“So
Hee.”
Cale
memanggilnya dengan penuh kasih sayang.
“!!!”
So
Hee tersentak.
Apa
pun yang terjadi, Cale berbicara dengan lembut, memancarkan lebih banyak
auranya yang mendominasi.
“Jangan
berpikir kamu bisa melarikan diri.”
Cale
berbisik di telinganya.
“Jika
kamu ingin tetap berada dalam game selamanya, kamu bisa mencoba melarikan diri.”
Tetap
dalam permainan selamanya.
Itu
adalah suara kematian.
“Brengsek!”
So
Hee menggeliat seolah suara Cale membuatnya merinding.
Oonggg—ngggung—
Cahaya
putih meledak dalam sekejap.
Seolah-olah
itu akan meledak.
“Yang
Mulia!”
Sementara
subjek yang terkejut dan perwira militer yang datang untuk menangkapnya
terkejut.
Tiba-tiba.
Sebuah
tanda pedang dangkal terukir secara horizontal di tengkuk So Hee.
“!!!”
Cale
terkejut, tapi dia menelan ludah dengan keras dan menoleh.
Dia
bisa melihat pedang Choi Han itu.
Setetes
darah menetes dari ujung pedang Choi Han.
Itu
adalah darah So Hee.
“…..“
So
Hee tidak bisa berkata apa-apa.
Choi
Han menembus cahaya putih dan mengukir benang horizontal dangkal di tengkuknya.
Momentum
pembunuhan itu membungkam So Hee,
Cale
sedikit takut.
‘Sepertinya dia tidak bisa melihat apa pun saat ini!’
Yah,
itu bisa dimengerti.
Bukankah
merekalah yang membuat Choi Jung Gun seperti itu?
Choi
Han jelas merupakan pria yang baik dan lembut jika dilihat seperti ini.
-Hae
Il.
Tentu
saja, Cale juga punya alasan untuk menstimulasi So Hee.
-Beberapa
saat yang lalu, ketika cahaya putih melonjak, benang padat terbang ke kejauhan.
Di
bawah awan merah tua.
Ini
adalah wilayah Heavenly Demon.
Setelah
mendengar kata-kata Heavenly Demon, Cale diam-diam menatap So Hee, yang gemetar
di bawah tekanan aura yang mendominasi.
‘Satu per satu-’
Mari
memburu para Hunter Fived Colored Blood satu per satu.
Dan
Cale harus membuat para Dewa Kekacauan, Hunter, dan Iblis saling bertarung.
Semuanya
berjalan sesuai rencana dalam kerangka yang lebih besar.
Cale
melihat sekeliling stadion yang kacau dan berbicara kepada Raja.
“Yang
Mulia. Kamu harus menangkapnya dengan cepat.”
Cale
mengarahkan So Hee ke Raja Tamahi yang membeku.
Dan
Cale menambahkan satu hal lagi.
“Karena
kami membuat keributan, kami akan pergi bersamamu.”
Ke
Istana Kerajaan.
Di
sana, Cale harus bertemu dengan suami Raja, Hinpa.
Ini
juga merupakan rencana yang harus menjadi kenyataan.
‘Bagus.’
Sepertinya
segalanya akan berjalan lancar, tanpa harus memakan waktu lebih lama lagi.
Tetapi.
“Hmm.”
Cale
berpikir sambil menatap mata orang-orang Kerajaan Lan, termasuk, menatap Heavenly
Demon dan Choi Han.
‘Apakah ini akan baik-baik saja?’
Semua
orang ketakutan saat melihat Cale.
Cale
dengan lembut melipat sudut matanya dan berbicara dengan ramah.
“Mari
kita bicara bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman kecil ini.”
Sebagai
referensi, Cale masih memakai topengnya.
‘Astaga.’
Alberu
menggelengkan kepalanya sendirian.
Grumble-
Awan
merah tua berangsur-angsur menghilang, menampakkan langit biru.
Dan
sinar matahari perlahan-lahan merembes masuk ke dalam pedang yang berada di
sisi Alberu, Pedang Matahari.
Tidak
ada yang mengetahui hal ini.

Komentar
Posting Komentar