Episode 283 The Night Is Not Scary
Faktanya, Lock sadar bahwa
dirinya setengah gila.
“Fufufu~.”
Karena dia terus tertawa. Seluruh
tubuh miliknya dipenuhi energi.
Dan dia tidak bisa mengendalikan
ini.
Ini jelas efek dari Item Suci,
Howl of the Sunset. Ini mungkin berkat kekuatan suci yang tersisa di dalamnya.
Dan kekuatan ini hanya bisa digunakan
secara sekali pakai.
Itu tidak diberikan kepadanya
selamanya.
Meski begitu, Lock tetap
tersenyum.
Karena di saat yang sama, dia
juga sadar.
‘Ini masa depanku.’
Ini menunjukkan masa depan di
mana Lock sendiri bisa tumbuh dan menjadi lebih kuat.
‘Ah.’
Jadi bagaimana dia bisa
menyembunyikan perasaan gembira ini?
Kekuatan biru yang mengelilingi
dia.
Itu bukan milik Dewa.
Ini adalah masa depan yang akan
Lock saat dia sudah dewasa.
Para Beastmen tidak bisa
menangani mana atau aura.
‘Lalu kekuatan biru apa yang
mengelilingiku ini?’
Choi Han.
Kekuatan biru itu mirip dengan
aura hitam kakak laki-laki dia.
Chwii Iik---
Suara terbakar terdengar di
telinga Lock.
Ryan.
Cahaya biru dari kekuatannya
seperti biru di tengah nyala api yang panas.
Sebaliknya, warna biru Lock
sedikit lebih transparan.
Langit dan pagi cerah saat fajar.
Warna kebiruan aneh yang tampak gelap namun cerah, mengingatkan dia pada warna
langit yang ada di antara keduanya.
Jika Ryan terlihat arogan.
Lock tampak keren (cool).
Dan saat kedua warna biru itu
saling menutupi.
Chwii Iik----
Chwii Iik----
Mereka saling membakar dan
memakan satu sama lain.
Uap putih mengepul di antara
keduanya.
Pada kenyataannya..
“Kamu dasar serigala rendahan!”
Naga Ryan sangat marah.
Karena Lock baik-baik saja.
Kekuatan biru Lock tidak bisa
dilampaui oleh Ryan.
“Itu milikku!”
Mata Ryan pecah dengan pembuluh
darah dan memerah.
“Kamu menertawakanku sekarang,
bukan dengan kekuatanmu, tapi dengan kekuatan Dewa?!”
Lock tertawa mendengarnya.
“Ha ha”
Dia hanya bisa tertawa.
Memang benar. Berkat kuasa Dewa,
dia memiliki kekuatan seperti ini.
Meski begitu, Lock ingin
mengatakan sesuatu.
“Ini masa depanku.”
Serigala Biru menunjukkan bagian
dari masa depan Lock ketika dia sudah dewasa.
Bahkan kekuatan ini bukanlah
batas Lock.
“Aku bisa melihat jalannya.”
Lock mengingat apa yang dikatakan
Choi Han.
Saat ditanya apa itu aura hitam,
Choi Han menjawab.
‘Itu sebuah jalan. Jalan yang
telah dia lalui. Atau mungkin itu bisa dibilang sebuah sejarah.’
Lock merasa akhirnya dia tahu apa
maksudnya.
Tidak. Bukankah ini sedikit
berbeda?
Lock bisa melihat jalan yang akan
dia lalui.
Oleh karena itu, tanpa disadari,
dia berkata santai ke arah naga yang marah itu.
“Aku tidak lemah.”
Lock menyadari kemungkinan dari
kekuatannya yang tak terbatas.
“Bajingan ini….”
“Kamu bajingan!”
Ryan mengayunkan tinjunya lagi.
Kwaaaang!
Quang!
Tinju beradu, lalu tinju beradu
lagi.
Lutut Ryan mengenai perut Lock,
dan Lock memblokirnya dengan tangannya, memutar tubuhnya dan mengayunkan
kakinya lagi.
Quang!
Bang!
Lock dan Ryan saling bertabrakan
dengan kecepatan luar biasa dalam hitungan detik.
“Ini….. Kamu bajingan!”
Energi biru Ryan terpancar lebih
keras lagi.
Melawan energi Dewa di depannya.
Ya, misalkan warna biru itu
adalah energi Dewa.
Mana Ryan bisa saja terdorong
kembali oleh kekuatan itu.
Namun-
Tapi kenapa-
‘Aku ingin tahu apakah
kekuatan milikku berhasil melawannya!’
Naga pada dasarnya memiliki tubuh
terbesar.
Jadi, tentu saja, mereka juga
yang terkuat.
Meskipun paus mungkin sering
dibandingkan oleh para naga, namun paus tidak bisa dibandingkan mengenai
keunggulan fisik mereka dengan naga jika mereka berada di darat, bukan di laut.
Namun-
‘Aku sedang mengamuk sekarang!’
Meskipun mana miliknya belum
merajalela, kekuatan fisiknya saat ini tercurahkan semua seperti yang bisa dia
kumpulkan.
‘Ugh!’
Ditambah lagi itu membuatnya
terasa menyakitkan.
Ryan bahkan merasa bahwa tinju
yang diayunkan anak serigala itu lebih kuat dari miliknya.
“Berani- beraninya-”
‘Berani-beraninya kau, sampah Beastmen!
Orang yang seharusnya berada
di bawah kendaliku!
Kau hanya punya darah hewan.’
“Beraninya kau, kau mencoba
mengalahkanku!”
Kwaaaaaa---
Api biru Ryan meletus seperti
gunung berapi yang meledak.
Shhaaaa-
Dan itu mulai menyebar.
“Kalian semuanya, semuaa! Kalian
seharusnya menundukkan kepalamu padaku!”
‘Karena aku yang punya
kendali!’
Di mata Ryan, yang bisa
dilihatnya sekarang hanyalah Lock.
Dia tidak menyadari bahwa dalam
dirinya, bersama dengan Dragon Fear-nya, atribut ‘dominasi’ miliknya telah
berkembang hingga melebihi batasnya.
Orang itu.
Karena Ryan berharap serigala itu
gemetar ketakutan di bawah kendali dia.
Itulah yang dia inginkan.
Amukan Naga. Saking kuatnya
keinginan Ryan, ia bahkan melepas belenggu terakhirnya dengan niat membuang
nyawanya.
“Bunuh mereka semua!”
Dia memandang Lock dan berteriak.
“Bunuh mereka semua!”
Dia berseru kepada
binatang-binatang itu dan kepada seluruh anggota Beastmen yang mendengarnya.
Dengan mencurahkan seluruh
kekuatan atribut miliknya tersebut.
“Bunuh mereka semua!”
Paaaahhh---!
Gelombang besar berguncang dan
menyebar ke segala arah.
Oooongggg.
Tangan dan kaki Lock menjadi mati
rasa karena gelombang biru besar yang menyebar di sekeliling dia dan di sekitar
dia.
Dia merasakan keinginan Ryan
untuk mendominasi orang lain.
Namun, apa yang ada di dalamnya
sangat gelap dan lembap.
“Tenanglah.”
Lock mengatakan sesuatu yang
biasanya tidak dia katakan.
Ya, Ryan menjadi gila sekarang.
Meskipun tubuh dia mati rasa dan
dia merasakan kekuatan dominasi yang sangat besar menghampiri dia. Sepertinya
Lock tidak punya pilihan selain mengatakan sesuatu.
“...Apa?”
Ketika wajah Ryan, yang sedang
menatap Lock, terdistorsi hingga sepertinya tidak ada ruang untuk terdistorsi
lagi.
Lock berseru lagi.
“...Tuan Muda kita tidak seperti
ini.”
Itu sebabnya dia mengatakannya.
“Kamu tidak cukup sebagai naga.”
“Orang ini-!”
Ryan tidak bisa menahan amarahnya
dan berteriak, bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
“Bunuh!”
Hanya ini yang bisa dia katakan.
Dan dia sendiri bergegas ke Lock.
Saat itu, dia merasakan perasaan
aneh.
Tidak, dia tidak merasa
menyukainya.
Sensasi merinding yang
menyelimuti seluruh tubuh dia. Ryan berhenti pada sensasi tak dikenal itu, dan
dia melihatnya.
Gelombang biru yang menyebar ke
segala arah terhenti.
Sebaliknya, perasaan menyeramkan
datang ke Ryan.
Gelombang biru berkurang.
Dia menundukkan kepala dia.
Para bawahannya entah sudah
tertangkap atau melarikan diri dengan gemetar.
Dan binatang-binatang itu tidak
melihat ke arah Ryan.
Mereka sedang melihat anak
serigala di depan dia.
Para Beastmen juga berhenti
berlari.
Bahkan Beastmen binatang buas
seperti serigala, harimau, dan Singa pun datang kesini dengan wajah terpesona.
Arah pandangan mereka diarahkan
tepat kepada Lock.
“Ya Dewa~”
“Biru, Serigala Biru!”
Apa yang ada di wajah itu adalah
harapan, kegembiraan, kebahagiaan, dan harapan. Juga-
‘Memuja.’
Ya, itu adalah wajah memuja yang
tidak dia dapatkan.
Para Beastmen tidak pernah
menatap Ryan seperti itu.
Tentu saja, mereka diliputi rasa
takut, namun mereka tidak pernah menunjukkan rasa hormat yang begitu besar
hingga mereka bahkan lupa bahwa mereka sedang melarikan diri dan berlari.
Hewan-hewan itu tidak menangis.
Ryan mengira hewan yang tidak
menangis atau berkelahi tidak ada gunanya.
Melihat begitu banyak hewan yang
hanya diam menatapnya tanpa menangis membuat dia merinding.
Mengapa dia merinding?
Kenapa kenapa-
‘Kenapa aku merasa takut?’
Dia tidak mengerti.
“!”
Saat itu, energi yang sangat
besar menyerang dia.
Ryan tahu mengapa gelombang biru
berhenti.
Melewati bahu anak serigala.
Seorang pria berambut merah
menatap dia dan tersenyum.
“...Yah, ini bukanlah akhir
bukan?”
Energi besar yang digunakan orang
itu untuk pertama kalinya.
Bukankah hanya energi yang
mengingatkan dia pada Raja Naga yang dia pernah temui?
Cale hanya tersenyum.
Dikelilingi oleh Dominating Aura.
Tidak peduli seberapa sering dia
menggunakannya, itu adalah kekuatannya yang tidak akan mempengaruhi piringnya.
Ryan tidak bisa berkata-kata.
Upaya untuk menjadi Dewa tidak
membuahkan hasil.
Atributnya pun mampu diblokir.
Akhirnya, akhir dari Fase
Mengamuknya.
Satu-satunya jawaban adalah
membunuh anak serigala itu dan mati sendirian.
Tapi bisakah dia membunuh anak
serigala itu?
‘...Manusia itu memiliki
energi setingkat Dewa.’
Bisakah dia membunuh serigala
dengan menghindari orang seperti itu?
“Brengsek…”
Dia merasa dia tidak bisa
membunuhnya.
Dia merasa seperti dia akan mati
jika dia tidak bisa membunuh anak serigala itu.
Semua kemungkinan dihalangi.
Sama sekali tidak ada masa depan
lagi bagi dia.
dia bahkan tidak bisa membalas
dendam dengan benar.
Itu sia-sia.
Ternyata, hanya satu jalan yang
terlihat.
Hanya ada satu masa depan yang
diberikan kepadanya.
‘Benar-benar kematian...??’
Dia begitu diliputi amarah
sehingga dia pikir tidak masalah jika dia mati dan mengamuk.
Tapi apakah dia akan benar-benar
mati?
“Aku?”
Apakah aku sehebat ini?
Pupil Ryan berkibar.
Lock tidak melewatkan
kesempatannya dan bergegas ke arahnya.
Ryan buru-buru mengangkat
tangannya.
“Uh!”
Ryan hampir tidak bisa
menahannya, tapi dia tidak bisa menahan erangan yang keluar dari mulut dia.
Mana birunya berkurang.
Lalu sebuah tinju melayang ke
arahnya lagi.
Bang! Kwaaaang!
Jika Ryan memblokirnya, Lock akan
terbang lagi menghampirinya, dan jika Ryan memblokirnya lagi, Lock akan
meluncur menghampirinya lagi.
“Shit!”
Saat Ryan nyaris mengayunkan
tinjunya lebih cepat.
Quang!
Lock menangkapnya.
Dan begitu saja, dia menarik
tinjunya.
Ryan mengulurkan tangan dia yang
lain dan meraih kerahnya.
Kwaaaang!
Lock terus melakukan headbutt.
(Headbutt = serangan yang ditargetkan dengan
kepala, biasanya melibatkan penggunaan bagian kuat dari tengkorak. Mirip
seperti Naruto kalau lagi kepepet bertarung akhirnya menyundul lawannya.)
Duk!
Tap.
Ryan, yang bahkan tidak
memikirkan pertarungan seperti itu, tersungkur.
Drip. Drip.
Dia mengalami mimisan.
Dan tubuh itu terdorong ke
belakang.
“Eh, Ugh.”
Ryan merasa pusing.
Tetap saja, Ryan berusaha
mengamankan pandangannya.
Lock yakin saat dia melihat wajah
Ryan.
‘Dia ketakutan.’
Dan kemudian Lock menyadari.
‘Kamu mencoba melarikan diri.’
Naga ini sedang berpikir untuk
melarikan diri.
Kecuali ketika ia masih muda,
Lock tidak pernah melarikan diri, meskipun ia berjongkok ketakutan.
‘Orang seperti ini mencoba
menjadi Dewa?’
Dan itu sambil memerintah Beastmen?
Itu lucu.
Itu sangat lucu.
Dan kemudian kemarahan muncul
pada diri Lock.
Berapa banyak orang yang mati
karena naga ini?
Lock mengepalkan tinjunya.
Pow!
Pow!
Lock memukul orang yang tidak
bisa sadar lagi dan lagi.
Ini adalah pertama kalinya Lock
memukul seseorang seperti ini.
Itu akibat dari amarah dia yang
melonjak.
-Ggrrooaaa---
-Kkaaaa!
Karena aku bisa mendengar
tangisan para Beastmen yang mati melalui abu abu-abu yang masih membubung.
Lock merasa dia akan menangis.
Begitu banyak orang yang harus
mati karena bajingan naga bodoh dan pengecut ini?
Apa yang salah dengan menjadi
Dewa?
Apakah menjadi Dewa sepenting
itu?
“Aaaakh!”
Lock tidak bisa menahan amarahnya
dan berteriak serta memukuli Ryan tanpa henti.
Dipukul dan diikat lagi.
Mana biru berkurang.
Dia tahu kenapa Ryan bersikap
seperti itu.
“Apakah kamu mencoba melarikan
diri?”
Pupil Ryan bergetar menanggapi
pertanyaan Lock.
“Apakah kamu takut?”
Lock berteriak.
“Cobalah mati. Cobalah untuk
mati! Mengamuklah!”
Lalu dia berbicara dengan suara
rendah.
Itu mirip dengan lolongan
serigala yang marah.
“Kamu tidak bisa melakukannya,
kan? Lihat. Kamu bahkan tidak punya keberanian untuk melakukan itu.”
Mata Ryan melebar.
Anak serigala itu sedang
menatapnya.
Tatapan Lock meremehkannya.
Seperti ketika Ryan melihat ke
bawah pada makhluk hidup lain.
Namun, Ryan masih berpikir.
‘Aku harus lari.’
Satu-satunya cara untuk bertahan
hidup adalah dengan melarikan diri.
Jadi dia mencoba mengendalikan
mana miliknya lagi.
Bum, bum!
Tapi itu tidak mudah.
Dia tidak bisa menghentikan
jantung naga yang sedang Mengamuk.
Meski begitu, Ryan tetap mencoba.
Dia berpikir dalam hati bahwa
bakatnya tidak ada duanya di antara para naga di dunia ini.
Badump.
Tapi saat itulah jantungnya mulai
berdetak kencang.
“!”
Ryan menyadari tidak ada yang
bisa dia lakukan.
Tangan Lock gemetar saat dia
memeganginya.
Karena tubuh Ryan gemetar. Lock
merasakan energi besar berputar-putar di dalam tubuhnya.
Awalnya, dia tidak akan bisa
mengetahuinya, tapi sekarang, Lock dengan kekuatan masa depannya sudah cukup
kuat untuk merasakan energi ini.
-Lock, menghindar! Orang itu
adalah bom waktu sekarang!
Kata-kata Raon terdengar.
-Semua mana Dragon Heart menjadi
liar, tapi bukan itu saja!
Saat itu, Epley, Naga Bintang 2
yang sedang melawan Eruhaben, dengan cepat mundur dan tertawa.
“Haha! Sumber Dunia tidak akan
bisa dihentikan setelah belenggunya dilepas. Ryan akan mati sekarang.”
Ryan makan terlalu banyak Sumber
Dunia.
Dan Sumber Dunianya terbebas dari
belenggunya berkat jantung naga yang Mengamuk, dan tidak mengikuti kemauan
Ryan.
Badump. Bum, bum!
“Kamu adalah bom waktu. Aku kira
semuanya akan hancur sekarang?”
Epley berkata sambil tertawa.
“Jantung naga meledak dengan
Sumber Dunia! Aku tidak boleh melewatkan pemandangan ini!”
Dia tampak bahagia. Seolah-olah
dia baru saja melihat subjek tes baru.
“Kamu…. Kamu….”
Ryan melampiaskan kemarahannya
pada Epley, tapi-
“Uh!”
Dia tidak dapat berbicara lagi.
Chwii Iik---
Mana biru melonjak lagi.
Seluruh tubuhnya terasa panas.
Rasanya seperti dia sendiri telah
menjadi api.
Dia merasa sakit.
Amukan naga
Tidak sesuai dengan namanya, Ryan
memutar tubuhnya.
“Keuukh!!!”
Panas!
Bum!
Dia merasa tubuh dia akan
meledak.
Dia belum pernah mendengar naga
mengamuk seperti ini.
Dia pikir setidaknya dia hanya
akan merusak lingkungan sekitar dan mati dengan penuh gaya!
Dia mencoba mengamuk, tetapi dia
tidak pernah menyangka akan mengamuk dalam keadaan yang menyakitkan dan
menyedihkan seperti itu.
‘Bom waktu….’
Kematian dia tidak sebanyak itu?
Setidaknya bukankah kematian yang
begitu besar dan mengerikan akan terjadi di seluruh benua ini?
Meskipun pemikiran seperti itu
memenuhi pikiran Ryan, dia akhirnya mengatakannya dengan lantang.
“Selamatkan aku, selamatkan
aku…..”
Dia tidak ingin mati.
Itu menakutkan.
Itu menyakitkan.
Dia tidak bisa mati seperti ini.
Karena itu tidak menyenangkan.
Chwiiyi-
Ryan mengulurkan tangannya.
“Lock, lepaskan!”
Seekor serigala yang memegang
Ryan sampai akhir meskipun rekan-rekan dia berteriak.
Dia meraih tangan Lock.
Ryan berkata kepada serigala yang
memegang kerah bajunya.
“Yah, aku salah. Tolong aku.”
Dia tidak ingin mati.
Pang pang! Ongg!
Mana berfluktuasi di sekitarnya,
menciptakan ledakan kecil secara tidak teratur.
Udara menjadi terdistorsi.
Chwiiyi-
Asap mengepul.
Tubuh Ryan memerah.
Siapapun dapat melihat bahwa Ryan
sepertinya akan siap untuk meledak.
“Ohh, Ugh..”
Menjadi semakin sulit baginya
untuk berbicara dengan benar. Itu sebabnya dia mati-matian mengulurkan kedua
tangan dia dan meraih Lock.
“Aku salah karena telah
melakukannya….”
Ya, semua orang bisa saja
melakukan beberapa kesalahan, bukan?
Dan apakah kesalahan dia sangat
besar?
Ryan benar-benar tampak seperti
dia akan segera mati.
Itu sebabnya dia menatap Lock
dengan putus asa, dan wajah Lock berubah.
“...Ya. Aku tidak bisa
membiarkanmu mati seperti ini.”
“Lock!”
Raon berteriak.
“Puhup. Puhahaha! Kamu baik
sekali?”
“Diam, kamu bajingan tak berdaya!”
“Ha ha ha!”
Epley dengan mudah memblokir
serangan Eruhaben.
Di bidang penglihatannya, Lock
sedang mendekati Cale.
Dia tersenyum dan menggerakkan
jarinya.
Itu adalah momen ketika jari-jari
saling beradu.
“Kkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!”
Tiba-tiba Ryan kejang.
Epley tersenyum, lalu berhenti.
Dua pasang mata mengawasinya.
Naga tua dan lelaki berambut
merah.
“Naga itu akan mati.”
Eruhaben berkata dengan tenang.
“Dia akan segera meledak.”
Saat Cale berbicara.
Epley berkata sambil tersenyum
lebih lebar.
“Sekarang, cepat lari! Jangan
buang waktumu untuk menangkapku tanpa alasan!”
Lalu dia menunjuk ke penyihir
hitam.
Penyihir hitam, yang melarikan
diri dari Choi Han, melihat isyarat tangan dan berbalik ke arahnya.
“Hehe.”
Sekarang yang harus dia lakukan
hanyalah mengambil chimera ini dan menghilang saat mereka berjuang melindungi
tempat ini dengan menggunakan perisai.
Itu adalah pemandangan yang
sangat menyenangkan.
Saat itulah senyum lembut muncul
di bibir Epley.
‘Ah, tetap saja, naga muda itu
terlihat agak tidak biasa.’
Seekor naga hitam dengan bau yang
aneh.
Dia sungguh ingin membedah naga
itu.
Lalu bukankah Chimera baru akan
muncul?
Saat ketika Epley mendapatkan
kembali nafsu ilmuwannya.
Crack.
Akhirnya bom mulai meledak.
Tubuh Ryan retak.
“Lock!”
Raon memanggil Lock sekali lagi,
dan Lock menggigit bibirnya dan akhirnya menatap Cale.
“Lempar…”
Cale memandang Epley dan
melontarkan dua kata itu.
“Ha ha ha!”
Epley tertawa.
Satu-satunya hal yang terpikir
oleh dia adalah melemparkan Ryan ke sana?
Apakah menurut dia dampak ledakan
tersebut tidak akan terpengaruh?
Efeknya tidak akan semengerikan
itu, bukan?
“Ugh, Khh-”
Crack.
Ryan, yang tubuhnya terbelah,
menggelengkan kepalanya dan menatap Lock, menyuruhnya untuk tidak melakukan
itu.
Lock melemparkannya ke udara
tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Entah kenapa, Ryan diliputi
amarah, kebencian, dan air mata atas penghinaan yang terkandung dalam dirinya.
Shhoooaa---
Tubuh Ryan terlempar ke udara, ke
angkasa, menuju langit malam, membelah udara.
Ryan terus menitikkan air mata
saat menyadari sensasi tubuhnya yang hancur bahkan tidak merasakan angin.
Mati seperti ini?
Itu sangat tidak adil.
“Dewa, aku tidak ingin mati……!”
Ketika dia akhirnya mengeluarkan
tangisan yang hampir seperti jeritan.
Jadi begitu begitu-
Jantungnya terbuka.
Woooooo ---
Jantung yang terbungkus cahaya
lima warna biru dan aneh terungkap.
Makhluk yang terasa seperti
konsentrasi energi yang sangat besar.
Saat itulah Epley menyaksikan ini
dan membangkitkan selera ilmuwannya.
“Di mana?”
Eruhaben menyerangnya lagi.
“Ya Dewa. Apakah kamu mempunyai
pikiran untuk melakukan ini?”
Naga kuno itu tiba-tiba berkata
seadanya.
“Apa kamu lihat di sana?”
“...Ya?”
Cale sedang membuka peta.
Meskipun dia sudah mengetahuinya.
“Di sini, kan?”
Dia menunjuk ke laut.
Satu pulau kecil di tengahnya.
Naga Bintang 2 Epley.
Cale mendengar bahwa tidak
seperti ke-3 Naga Bintang lainnya, ia memiliki kekuatan terpisah dan menikmati
kesendirian.
“Aku hafal koordinatnya!”
Ada alasan kenapa Raon menyuruh
Lock melempar dengan cepat.
Cale dengan santai mengetuk pulau
itu dengan jarinya.
“Haruskah aku mengirimkannya ke
sini?”
Cale mengangguk pada pertanyaan
Raon.
“Ya. Kirim dia.”
Mata Epley membelalak.
‘Mustahil….’
Saat dia melihat sihir naga
hitam, dia bergerak dengan cepat tanpa menyadarinya.
Kwaaaang!
Tapi seekor naga kuno menghalangi
jalan Epley.
Suara Raon mencapai telinga
Eruhaben beberapa saat yang lalu.
-Kakek Goldie! Mengapa manusia
kita melarikan diri? Mengapa kita yang bertanggung jawab atas bom tersebut?
Manusia bilang bilang ayo kirimkan saja!
Naga Bintang 1, 2, dan 3.
Karena saking terkenalnya, lokasi
markas mereka pun sudah diketahui.
Berbeda dengan Raja Naga, yang
hanya sedikit informasi yang diketahui.
Woooooo ---
Mana hitam menarik garis
teleportasi.
Lingkaran sihir yang tergambar di
udara membungkus tubuh Ryan saat itu melonjak dengan tepat.
“Oh tidak”
Epley berteriak, tapi tidak ada
yang bisa dia lakukan.
Jika itu adalah Ryan sebelum
belenggu terakhir dilepas, dia akan menghindar atau membatalkan sihir Raon.
Namun, karena kehilangan kendali,
dia tidak mampu menahan mantra teleportasi.
Tak berdaya, sihir Raon menguasai
tubuhnya,
Paaaaat!
Ryan sudah pergi.
Dia berteleportasi.
Koordinatnya adalah Pulau Epley.
Cale memandang Epley.
Epley juga memandang Cale.
Cale berseru padanya saat dia
memandangnya.
“Bukankah kamu harus pulang?”
Pulau Epley, rumah dia.
Cale menambahkan dengan santai.
“Bang! Bukankah kamu ingin
melakukannya?”
Naga Bintang 2 Epley.
“Sial ----!”
Tangisan marah pertama keluar
dari mulut Epley.
Sampai saat ini, pulau yang hanya
untuknya telah menghilang.
Itu hancur karena ledakan besar.
Rumahnya hancur.
Komentar
Posting Komentar