Episode 265 What If You Were The Emperor?

Orang yang bereaksi terhadap pedang Cloppeh Sekka bukanlah Cale maupun Kaisar.

“Beraninya kepada Yang Mulia Kaisar…!”

Satu-satunya orang kepercayaan yang mengikuti Kaisar menunjukkan kemarahannya dengan meletakkan tangannya di gagang pedang di pinggangnya.

Clang!

Dia juga seorang Swordmaster.

Meskipun hanya ada sedikit Swordmaster di seluruh Apitoyu, tidak ada seorang pun setingkat Swordmaster yang melindungi Kaisar.

Itu adalah momen ketika aura muncul dari pedangnya.

Oong-

Dia merasakan udara berubah.

“!”

Aura putih muncul dari pria berambut putih itu.

Cahaya putih yang membuat dia merasa suci.

Aura suci, tanpa setitik pun debu, tidak bersinar terang, namun secara halus menampakkan warna putih bersih seperti Bima Sakti di langit malam.

Karena tidak terlalu menampakkan dirinya, sekilas terlihat sederhana, namun semakin dilihat, semakin misterius dan anggun jadinya, sebuah kekuatan yang seolah menampakkan martabatnya.

‘Holy Knight?’

Itu adalah aura yang membuat dia berpikir seperti itu sejenak.

Namun, orang kepercayaan Kaisar itu segera diliputi oleh perasaan yang tidak diketahui.

Aura putih yang mulia.

Tetapi semakin dia melihatnya, semakin dia merasa tidak nyaman dan semakin tidak nyaman.

Entah kenapa, rasa kewaspadaan naluriah muncul, seolah-olah dia sedang diseret ke tempat yang sangat dalam.

Pada saat iru.

Suara Kaisar Alt terdengar.

“…Mana Mati.”

Mata orang kepercayaan Kaisar itu melebar.

‘Mana mati?’

Energi hitam tidak terlihat di mana pun, tetapi orang kepercayaan Kaisar itu sepertinya tahu apa yang dimaksud dengan mana mati.

Sebuah kekuatan yang secara naluriah ingin dihindari oleh makhluk hidup.

Dia memandang pria berambut putih itu.

‘Aura miliknya mana mati? Bagaimana cara manusia hidup dengan mana mati?’

Ketika keraguan orang kepercayaan Kaisar semakin besar,  begitu juga dengan Kaisar.

“Bagaimana manusia hidup bisa menangani mana mati? Menurutku dia juga bukan penyihir hitam.”

Alt menambahkan.

“Lagipula warnanya juga putih.”

Ada warna putih bersih di matanya.

“Menurutku itu bukan hanya mana mati.”

Cale yang mendengarkan kata-kata itu juga melirik ke arah Aura Cloppeh Sekka.

‘Orang itu pasti mengambil arah yang berbeda dari Choi Han atau Heavenly Demon.’

Sama halnya dengan ilmu rahasia terakhir kali, dan sama halnya dengan Aura itu sekarang. Cloppeh Sekka sepertinya berjalan sesuai keinginannya.

‘Cale-nim.’

Cale mengingat percakapannya dengan Choi Han sebelum datang ke sini.

Seorang Choi Han, yang menyatakan keprihatinannya bahwa meskipun dalam hal sihir akan dipercayakan kepada Raon, harus ada seorang Swordmaster yang berada di sampingnya, sehingga membuat Cale mengatakan bahwa dia akan membawa satu atau dua orang lagi. Yang berakhir Cloppeh Sekka dan bergerak bersamanya.

Choi Han memikirkannya sejenak lalu berkata.

‘Aku pikir Cloppeh Sekka akan bagus.’

Jarang sekali dia mengatakan hal seperti ini, jadi Cale bertanya alasannya.

‘Satu hal yang pasti, dilihat dari 2 Swordmaster.’

Seorang Swordmaster yang merupakan seorang salah satu dari Holy Saint.

Orang yang paling banyak mengajari Hannah adalah Choi Han. Dalam pandangannya, Hannah pernah tersesat dan tertipu oleh ‘ARM’ serta melakukan banyak hal buruk akibat menjadi bagian darinya, namun sifat bawaannya sendiri adalah jujur ​​dan tidak ada yang tersembunyi. Ini sedikit menggelitik baginya.

Selain itu, sikapnya terhadap pembelajaran jujur ​​dan murni.

Oleh karena itu, Hannah cenderung menyerap apa yang dia pelajari dan tumbuh dengan cara yang lurus.

Mungkin ada satu hal yang paling banyak dipikirkan oleh Choi Han..

Sedemikian rupa sehingga jika Choi Han harus memilih seorang murid, dia akan memilih satu saja.

‘Cloppeh Sekka melihat segalanya dan mendengar segalanya, tapi dia hanya mengingat apa yang ingin dia ingat.’

Cloppeh Sekka dan Hannah mempelajari teknik Heavenly Demon dari Choi Han.

‘Orang itu lemah.’

Tidak ada perasaan sedih dalam penilaian Choi Han. Itu adalah evaluasi yang tenang dan objektif tanpa emosi apa pun.

‘Namun, dia jenius.’

Dia juga seorang Swordmaster yang diakui oleh Choi Han.

‘Dia juga seorang jenius yang fleksibel. Jadi Cloppeh Sekka akan sangat bagus jika menghadapi banyak variabel.’

Cale menyetujui hal itu dan menjaga Cloppeh Sekka di sisinya.

Dan karena dia ahli dalam satu hal, yaitu masalah keagamaan.

Tapi, saat Cale benar-benar membawanya, dia menyadarinya.

-Manusia, Cloppeh menjadi lebih kuat! Itu membuatnya terasa lebih mantap!

Seperti yang dikatakan Raon, Cloppeh Sekka selalu dan masih menjadi orang jahat.

-Dan Aura itu, bukan hanya mana mati!

Heavenly Demon yang mengetahui cara memanipulasi mana mati yang tersisa di seluruh pembuluh darah tubuhnya dan mengeluarkannya dari tubuh atau memanfaatkannya.

Cloppeh Sekka, seorang jenius yang mendengar rahasianya.

[Cale.]

FOD membuka mulutnya.

Kata orang yang bereaksi sangat sensitif terhadap mana mati.

[Aura orang terkutuk itu sangat pintar mengatasi mana mati. Bahkan mana mati pun tidak bisa mengatasi auranya. Dia menggunakan mana yang sudah sangat mati yang sangat sulit untuk dimurnikan sebagai alat.]

Arti kata-kata itu jelas.

Melihatnya saja membuat mereka merasa tidak nyaman. Namun, aura miliknya adalah Aura yang terlihat mulia dari luar. Tatapan Cale dan Cloppeh Sekka beradu.

“Bagaimana pendapat anda?”

Sworsmaster, yang mampu mengeluarkan auranya lagi, bertanya pada Cale sebagai tuannya.

Dan Cale menjawab dengan acuh tak acuh.

“Ini sangat mirip denganmu.”

Tentu saja, Cale menambahkan sesuatu.

Terus-terusan melihat aura yang tidak nyaman itu agak berlebihan bagi Cale

“Mengapa kamu tidak menyembunyikannya sedikit saja?”

‘Jangan terlalu pamer kalau kamu sudah gila!!’

Cale berbicara dengan perasaan jujur.

Saat itulah.

“Hehe. Akan aku lakukan.”

Senyuman cerah muncul di bibir Cloppeh Sekka. Di saat yang sama, tawa keluar dari mulutnya.

-Hei, manusia! Maafkan aku, ini pertama kalinya aku melihat orang gila itu- Maksudku, Clopeh Sekka itu, tersenyum begitu polos dan lugu!!

Raon bukan yang pertama.

Ini juga pertama kalinya bagi Cale melihatnya.

Cara Cloppeh Sekka tersenyum dengan kegembiraan murni membutanya tampak kekanak-kanakan dan polos.

‘Ya ampun…’

Jadi Cale merinding.

Bagaimana bisa pria itu tahu cara membuat ekspresi seperti itu?

- Manusia, apa yang salah dengan dia??

‘Jadi itulah yang aku pikirkan!’

‘Menurutmu apa yang aku katakan?’

Bukankah dia seharusnya tersinggung jika aku menyuruhnya menyembunyikan auranya?

Cale menjadi semakin tidak nyaman dengan perasaan yang tidak diketahui.

Jadi dia perlahan menoleh.

Cloppeh menatap Cale dengan penuh perhatian, yang memalingkan muka darinya.

‘Seperti yang diharapkan, Cale-nim tahu segalanya.’

Setelah mempelajari cara mengeluarkan dan memanfaatkan mana mati yang berkeliaran seperti bom waktu, Cloppeh secara bertahap menghilangkan kekuatan ini tetapi tidak ingin menggunakannya dengan sia-sia.

Oleh karena itu, dia berpikir tentang bagaimana menggabungkan kekuatan ini dengan aura miliknya.

Swordmaster Hannah lebih memilih untuk menggunakan keduanya sebagaimana adanya daripada mencampurnya, tapi Cloppeh ingin menyimpan Mana mati dalam kendalinya.

Dan kemudian masalah terjadi...

Pada titik tertentu, jati dirinya itu sendiri mulai muncul pada Aura miliknya.

Jati dirinya.

Sosok dirinya yang gelap dan penuh nafsu terungkap.

Dia mencoba menyembunyikannya entah bagaimana.

‘Jadi ketika kebanyakan orang melihat Aura ini, mereka mengira itu karena mana mati...’

Tapi mana mati hanyalah mana yang berasal dari mahkluk yang sudah mati.

Mereka tidak gelap atau serakah.

Sama seperti dia yang mungkin secara naluriah enggan menggunakan kekuatan Necromancer Mary, hal itu tidak mengganggu mereka.

‘Cale-nim langsung mengenali sifat asliku.’

Dan.

‘Beliau menyuruhku menyembunyikannya.’

Bagaimanapun, dia mengenalku dengan sangat baik.

Cloppeh Sekka berencana untuk menampilkan aura miliknya apa adanya dan menyembunyikan sifat aslinya di balik penampilan yang dia inginkan.

Secara rahasia.

‘Tapi aku tidak punya niat untuk menyingkirkan jati diriku di dalam Aura.’

Karena Cloppeh tahu ini adalah jalan yang benar.

‘Choi Han’

Sworsmaster. Seorang pria yang telah menjadi sesuatu yang melampaui batas itu.

Pria itu menempatkan dirinya di atas pedang.

Penyihir Rosalyn sepertinya berkeliaran tanpa mengetahui hal ini, tapi Cloppeh samar-samar memahaminya.

‘Jadi, aku menyembunyikan diriku dari Aura.’

(Tl/n : jadi maksudnya sifat aslinya yang gelap dan penuh nafsu, muncul dalam auranya mas Cloppeh, lalu dia itu pingin sifat asli dia yang serakah dan penuh nafsu bersembunyi di dalam aura dia, kalau choi han kan dia PD aja nunjukin aura dia yang penuh keputusasaan, tapi Cloppeh enggak mau itu.)

Alih-alih menghilangkan jati dirinya, ia malah menyembunyikannya.

Begitulah cara hidup dia, Cloppeh Sekka.

Ini-

‘Cale, mengakuiku.’

‘Ah.’

Sangat jelas mengapa dia disebut penyelamat oleh orang-orang di sini.

Cloppeh membuat janji.

‘Baiklah, aku akan menjadi bayangan orang ini.’

Sembunyi dan sembunyi lagi, Cloppeh akan menjadi bayangan putih yang tersembunyi di balik cahaya Cale.

Senyuman cerah di wajah Cloppeh tidak hilang.

Dia menoleh.

“Aku kan menyuruhmu untuk menyingkirkan pedang itu.”

“Ha!”

Kaisar Alt tertawa seolah dia terkejut.

Seorang Swordmaster berambut putih yang mengobrol santai dengan tuannya sambil mengarahkan pedangnya ke dirinya. Perilakunya sangat tidak sopan.

“Beraninya!”

Pada akhirnya, Alt menyalakan aura di pedangnya.

Oongg~

Aura yang muncul dari Swordmaster terhebat di benua Apitoyu bagaikan gunung berapi.

Aura merah menyala yang sepertinya bisa meledak kapan saja.

Tampaknya itu menunjukkan sifat asli Alt.

Ugh-

Huuu--

Woooow--

Itu adalah momen ketika total tiga Aura Swordmaster berkembang tanpa mundur sedikit pun, mendapatkan momentum yang semakin banyak.

“Astaga.”

Cale mengulurkan tangannya.

“Apakah kamu baik-baik saja?”

Raja Dannis berada di antara ketiga Swordmaster.

Wajahnya memutih karena dia tertekan oleh energi yang luar biasa.

Sentuhan lembut di bahunya.

“Oh~”

Dannis berseru.

Semua aura yang selama ini mengganggu dia menghilang.

“Tidak apa-apa sekarang.”

Dannis yang hendak mengatakan tidak apa-apa, berhenti.

Bum!

“Ugh!”

Orang kepercayaan Kaisar itu berlutut dan mengeluarkan erangan yang seperti jeritan.

Clang!

Pedang itu lepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.

“Uh!”

Dan meskipun Kaisar tidak melepaskan pedangnya, dia nyaris tidak bisa berdiri sambil memegang lututnya dengan satu tangan.

Pembuluh darah di wajahnya menonjol, dan seluruh tubuhnya gemetar.

Sepertinya dia hampir tidak bisa bertahan, seolah-olah dia tidak akan berlutut seperti orang kepercayaan Kaisar.

“!!!”

Mata Raja Danis melebar saat melihat pemandangan itu.

Pada waktu itu.

“Letakkan pedangmu.”

“Ya, Cale-nim.”

Mendengar kata-kata Cale, Swordmaster berambut putih itu dengan patuh menurunkan pedangnya dan menuai Aura. Dia tampak tenang, tidak seperti dua Swordmaster lainnya.

Mulut Dannis menjadi kering.

‘Yang Mulia. Komandan Cale Henituse akan dengan mudah menaklukkan naga itu.’

Dannis yang sudah mendengar banyak cerita dari Menteri Luar Negeri Bailey, secara halus berbicara tentang Cale saat kedua kali bertemu dengannya.

“Yang Mulia, bolehkah aku yang maju ke depan?”

Dan Danis hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Cale dengan sopan.

“Ya. Baiklah.”

Danis mundur selangkah.

‘Auranya begitu besar bahkan Sisko pun menyerah. Manusia memiliki energi seperti itu, dia sudah hampir seperti dewa.’

Kata-kata Menteri Luar Negeri terngiang-ngiang di telinga Dannis.

Tap. Tap.

Cale melewati Danis dan berhenti di depan Alt, yang nyaris tidak mampu berdiri.

Alt masih bertahan entah bagaimana.

“Uh!”

Drip.

Namun akhirnya darah mengalir dari sudut mulutnya.

“Ups.”

Cale berkata seolah dia merasa kasihan.

“Kamu bisa menerimanya begtu saja, jadi kenapa kamu memaksakan diri untuk menanggungnya?”

Dia meletakkan tangannya di bahu Alt. Tapi Alt tidak bisa menolak.

‘….Ini shearusnya sudah pada level naga.’

Tidak, tepatnya, dia berada di level 10 Dewa Naga.

Energi orang ini-

‘Seberapa kuatkah manusia untuk bisa memiliki energi seperti ini?

Sebuah suara ramah datang ke Alt, yang tidak dapat melanjutkan berbicara.

“Pasrah sajalah. Seperti saat kau merangkak di bawah naga.”

Cale berencana untuk tampil sedikit lebih kuat saat bertemu Kaisar dan Paus.

Apitoyu.

Tidak ada alasan untuk bersikap lembut terhadap mereka yang berkontribusi terhadap kehancuran dunia seperti ini.

Tidak ada waktu,

“...Heuk!”

Percikan bersinar di mata Kaisar setelah mendengar kata-kata Cale.

Oongg---

Aura bangkit dari pedangnya.

Aura merah yang berkedip-kedip seolah mengekspresikan kemarahan yang mendidih.

“Hoo.”

Cale sempat mengungkapkan kekagumannya.

“Menurutku kamu tidak terlalu menyukai naga?”

“!!”

Kaisar berhenti.

Di bagian luar, dia adalah pengagum berat naga.

“Kamu tidak ingin naga menguasai dunia manusia, kan?”

Cale mendengar kata-kata Paus melalui Cloppeh.

Apa yang dikatakan Paus dan Uskup Horns kepadanya tentang pertemuan dengan Kaisar.

‘Kaisar mungkin tampak seperti pengikut naga yang setia dari luar, tetapi dia serakah. Dia benci diperintah oleh naga. Suatu hari nanti, dia pasti ingin memiliki semuanya untuk diri dia sendiri. Untuk saat ini, pertama-tama dia akan mempertimbangkan untuk menghilangkan kekuatan militer dari keturunan naga.’

Cale berkata dengan tenang.

“Sepuluh Dewa Naga. Kami sudah menangkap dua di antaranya. Oh, ngomong-ngomong, ini bukan kekuatan Kerajaan Har, atau kekuatan gereja. Itu hanya kekuatan kami.”

“!”

“Dan sebentar lagi salah satu dari tiga bintang juga akan jatuh.”

Pupil Kaisar bergetar.

“Kami tidak berada di bawah Paus. Sepertinya sih kami belum berada di pihak yang sama dengan Paus.”

Ini memang benar. Uskup Horns memihak Cale, tetapi tidak termasuk Paus dan uskup lainnya.

Ini hanya akan diketahui ketika mereka bertemu Paus segera setelah Kaisar dan berbicara dengannya. Kaisar Alt membuka mulutnya.

“Apa-”

Dia tidak bisa mengikuti alur pembicaraan.

Sulit mempercayai apa yang dikatakan pria di depan dia, dan-

Siapa yang dimaksud dengan ‘kami’?

Siapa ‘kami’ yang dia maksud?

Lalu dia mendengar sebuah suara.

“Apakah kamu ingin ditinggal?”

Pupil Kaisar bergetar lebih dari sebelumnya.

“Ingat masa kekacauan itu? Apakah ada jaminan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi?”

“Dunia menginginkannya. Dia berkata padaku.”

Cale berbicara dengan jujur.

“Dunia ini akan dibangun ulang lagi.  Manusia akan kembali ke masa ketika mereka berurusan dengan Manna dan berurusan dengan aura.”

“……!”

“Sebulan, itu tidak lama.”

Tentu saja, sementara itu, mereka harus menyusup ke Sarang Raja Naga dan menghadapi Raja Naga.

Bagaimanapun, mereka harus melakukannya dalam waktu satu bulan. Hari dimana dunia akan dibangun ulang tidak lama lagi.

Cale maju sedikit.

Kaisar membuka mulutnya dan tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.

Cale mengulurkan kedua tangannya padanya.

“Aku punya dua tangan.”

Mata Kaisar berguncang.

Dia nyaris tidak membuka mulutnya.

‘Apakah kamu berencana untuk menangkap gereja dan aku?’

Dia menebak.

Ada semacam hubungan antara gereja dan Kerajaan Har.

‘Tapi bagaimana jika ini bukan Kerajaan Har, tapi hubungan antara penguasa di depanmu dan Paus?’

Cale hanya tersenyum dan menatap kaisar.

Pikirannya mudah ditebak.

Paus dan kaisar. Dia pasti memandangi tangan Cale sambil memikirkan dua hal itu.

‘Salah.’

Cale tidak punya niat untuk bergandengan tangan dengan siapa pun.

Tangannya bahkan tidak kuat untuk menggenggam tangan rekan-rekannya.

Gereja dan keluarga kekaisaran. Mereka hanya memiliki hubungan transaksional.

‘Kamu salah’

Cale berkata sambil tersenyum.

“Sekarang, Yang Mulia, Kaisar.”

Energinya semakin kuat.

Changrang-!

Akhirnya, Kaisar melepaskan pedangnya.

“Keugh!”

Bam..

Dan saya harus berlutut.

‘Sepertinya kekuatan beberapa saat yang lalu tidak semuanya? Berapa batasnya?’

Sebuah suara ramah terdengar di telinganya.

“Apa yang ingin kamu lakukan?”

Aura yang dahsyat itu menghilang dalam sekejap, dan Cale Henituse sedang tersenyum kepada Kaisar yang mengangkat kepalanya.

Cale berpikir ketika dia melihat Kaisar Alt mendongak dari berlutut di auranya, sama seperti ketika dia bertemu naga Letao kemarin.

‘Ini berbeda.’

Letao memandangnya seolah sedang mengawasinya.

Tapi Kaisar berbeda.

“…Kamu. Apakah kamu manusia?”

Saat kata-kata itu keluar dari mulut Kaisar, Cale tertawa.

“Ya. Aku manusia.”

Mata Kaisar berguncang.

“Aku tidak percaya aura ini.”

Manusia yang bersama Paus, Kerajaan Har, dan mungkin lebih banyak lagi sekutunya,

“Jika itu kamu, kamu mungkin akan mampu menangkap Lord.”

Dia tersenyum cerah.

“Manusia akhirnya punya kesempatan.”

Dia tampak sangat bahagia dan tersenyum seperti seorang ahli matematika yang menemukan kebenaran.

Namun Cale mengenali emosi yang terkandung di dalamnya.

‘Cale, menurut Paus, kekuatan pendorong di balik Alt adalah kecemburuan. Bukan sekedar cemburu, sampai-sampai harus menginjak-injak orang lain.’

Perasaan yang tidak akan dia sadari jika dia tidak mengetahui hal ini.

Kaisar cemburu pada Cale.

‘Paus berkata bahwa Kaisar tersenyum cerah setiap kali melihatnya. Dikatakan bahwa semakin dia cemburu, semakin dia ingin membunuh seseorang, semakin dia tersenyum. Mereka bilang dia tersenyum paling cerah di depan orang-orang yang dia bunuh.’

‘Itulah mengapa mereka bilang dia adalah seseorang yang tidak bisa dipercaya.’

Cale tersenyum.

“Ya. Kesempatan telah tiba.”

Untuk kita.

Ada Top Whip emas di pelukan Cale.

Sebelum memasuki istana kekaisaran dan ruang konferensi ini, Cale meminta bantuan Elemental angin.

‘Ceritakan padaku segalanya tentang ke mana Kaisar mengirim pesan dan apa yang dia lakukan.’

Cale berencana melakukan hal yang sama ketika dia bertemu Paus.

‘Aku harus bisa mempercayai anak-anak ini.’

Mungkin Paus juga tidak percaya pada Cale.

Sama seperti Kaisar di depan kita saat ini.

-Manusia! Kaisar ini tersenyum seperti Adin, Putra Mahkota Mogoru! Ada yang tidak beres!

Satu-satunya orang yang dipercaya Cale adalah rekan-rekannya.

Terutama di Apitoyu, dimana kekacauan ini penuh dengan orang-orang yang mencoba untuk saling mengkhianati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Daftar Novel Children of the Holy Emperor