Trash of the Count Family Book II 589 : Ketika Seseorang Bodoh
Cale melangkah masuk ke dalam kabut.
Keresek.
Rumput kering yang menyentuh kaki Cale hancur terinjak.
“Saat Incheon mulai dibangun kembali, semua nama distrik wilayah yang
lama dihapuskan, dan dibagi menjadi Distrik Timur, Barat, Selatan, dan Utara.”
Sebenarnya, sebagian besar wilayah di area metropolitan diintegrasikan
dan dibagi menjadi beberapa bagian demi kenyamanan administratif.
Beacrox, yang berjalan sambil mendengarkan kata-kata Cale, mendadak
berjongkok.
“Kering.”
Semua semak belukar yang rimbun telah layu dan mengering.
“Kabutnya sepekat ini, tapi kering?”
Pada dasarnya, kabut mengandung kelembapan.
Meskipun begitu, rumput di atas tanah telah mengering begitu lama hingga
hancur seperti bubuk hanya dengan sedikit sentuhan.
‘Kabut ini jelas tidak normal.’
Ini bukanlah fenomena alam, melainkan sesuatu yang memengaruhi kondisi
mental kelompok mereka.
Beacrox yang mengangkat kepalanya langsung bersitatap dengan Naga Kuno
dan Mary.
Nod.
Ketiganya mengangguk dan menerima situasi saat ini secara tersirat.
Tap.
Kemudian mereka melanjutkan langkah mengikuti di belakang Cale.
“Di antara wilayah tersebut, Distrik Utara mengalami kerusakan total
pada infrastruktur dan banyak fasilitas lainnya akibat serangan kawanan monster
tingkat tinggi di masa lalu.”
Di samping Cale, ada Choi Han yang mendampingi.
“Karena itulah tempat ini ditelantarkan.”
Distrik Utara Incheon.
Jika tangan pemerintah bisa menjangkaunya, sentuhan rekonstruksi pasti
akan sampai ke Distrik Utara.
‘Namun, sulit bagi tangan pemerintah untuk menjangkau Incheon yang
dikuasai oleh pasukan Yang Sun Ho.’
Oleh karena itu, Distrik Utara benar-benar ditelantarkan sepenuhnya.
“Hhaaa.”
Dewa Kematian, yang berjalan di barisan paling belakang, menarik napas
dalam-dalam.
“Untuk ukuran tempat yang ditelantarkan, tampaknya ada cukup banyak
orang yang tinggal di sini?”
Dia mengedikkan bahunya saat menerima pandangan dari Mary.
“Aku bisa mencium aroma kehidupan. Ini adalah tanah yang sekarat, tapi
ada banyak aroma kehidupan yang pekat.”
Cale menimpali perkataan itu.
“Meskipun tanah ini ditelantarkan, bagi mereka yang tidak memiliki
tempat tujuan, tempat ini menjadi tempat yang paling aman.”
“Hmm.”
Choi Han yang mendengarkannya mengeluarkan gumaman rendah.
Itu karena dia memahami arti dari perkataan Cale.
‘Pantas saja.’
Secara samar, dia bisa merasakan tanda-tanda keberadaan orang-orang dari
kejauhan.
Namun, mereka bukanlah orang-orang yang kuat.
Tak peduli seberapa tinggi Choi Han mengerahkan indra sensornya dan
berada dalam kondisi sensitif saat ini, seharusnya tidak mudah untuk mendeteksi
keberadaan ‘musuh’ yang jauh di balik kabut ini.
‘Mereka adalah orang biasa.’
Orang-orang yang tidak memiliki kemampuan apa pun, bahkan kemampuan
fisik mereka tidak menonjol dan terasa canggung.
Keberadaan orang-orang seperti itulah yang tertangkap oleh indra Choi
Han, yang meski sudah bergerak dengan sangat hati-hati, gerakan mereka tetap
terekam karena keterbatasan fisik mereka.
‘Orang-orang yang tidak memiliki tempat tujuan.’
Mereka yang dimaksud Cale pastilah orang-orang yang tidak bisa bertahan
di Distrik Timur, Barat, dan Selatan yang masih mempertahankan bentuk perkotaan
layak.
Orang-orang seperti itu terus terdesak dan terdorong hingga akhirnya
terpaksa menetap di Distrik Utara, tanah yang sekarat ini.
Fakta bahwa mereka tidak bisa menetap secara terang-terangan dan harus
menahan napas dalam persembunyian terasa jelas dari gerakan mereka yang
canggung dan lemah.
Tanpa sadar, Choi Han mengepalkan tinjunya erat-erat.
“……”
Tempat yang dipenuhi kabut ini.
Orang-orang yang menahan napas di tanah yang bahkan tidak bisa melihat
satu jengkal pun di depan mata demi bisa bertahan hidup entah bagaimana
caranya.
Hal itu mendadak mengingatkannya pada dirinya di masa lalu, yang harus
berjuang mati-matian untuk bertahan hidup di Forest of Darkness.
Perasaan pada masa itu mulai menyelimuti dirinya saat—
“Dan sebuah rawa terbentuk di tempat ini.”
Ah.
Choi Han segera memutus rantai pikiran yang hampir menjerumuskannya
terlalu dalam.
‘Saat ini aku sedang mengawal Cale-nim.’
Dia tidak boleh membiarkan fokus mentalnya lengah seperti ini.
Choi Han mengalihkan pandangannya ke arah yang sedang ditatap oleh Cale.
Kabut mulai menipis.
Dan sebuah area mulai menampakkan wujudnya.
“Warna hijaunya sangat pekat.”
“Benar. Ini adalah rawa yang baru terbentuk.”
Cale menghentikan langkahnya beberapa langkah di depan rawa tersebut.
“Tapi ini aneh. Bukankah kamu bilang tempat ini adalah ‘Daerah Pemilihan Rekontruksi Buk-gu 1’? Tempat ini tidak terlihat seperti area yang ditelantarkan.”
Mendengar pertanyaan dari Naga Kuno Eruhaben yang berdiri di sisi
kirinya, Cale membuka mulut.
“Pemerintah sangat ingin merebut kembali Pelabuhan Incheon dengan cara
apa pun. Karena itulah mereka memilih Distrik Utara yang ditelantarkan ini,
area yang setidaknya belum terjangkau oleh pasukan Yang Sun Ho, sebagai zona
rekonstruksi.”
Ah.
Eruhaben memahami garis besar situasinya.
“Namun, begitu pemerintah memilihnya sebagai wilayah rekonstruksi, rawa
ini langsung terbentuk?”
Misi Cale adalah ‘Penjelajahan Rawa Baru Buk-gu’.
“Kudengar jika pergi ke rawa ini, kita akan terhubung dengan Yang Sun Ho.
Jadi, rawa ini adalah perbuatan Yang Sun Ho, dan karena itulah jika kita
menggali rawa ini, kita akan bisa menjangkau Yang Sun Ho?”
“Semuanya benar.”
Meskipun mendengar jawaban Cale, sang Naga Kuno tetap memiringkan
kepalanya heran.
“Aneh sekali.”
Rawa hijau.
Itu bukanlah warna hijau yang biasa.
Rawa hijau yang memancarkan cahaya kuning aneh dan terlihat lengket.
Hanya dengan sekali lihat, tempat itu tampak sangat berbahaya.
“Siapa pun yang melihat ini pasti tahu bahwa ini adalah perbuatan Yang Sun
Ho, baik pemerintah maupun perasahaanmu pasti mengetahuinya.”
“Ya.”
“Dan berdasarkan apa yang kudengar sejauh ini, Yang Sun Ho adalah orang
yang sangat licik dan jahat.”
“Benar.”
“Orang seperti itu sengaja bertindak membuat rawa ini agar orang-orang
bisa menjangkaunya?”
Pandangan Cale beralih ke arah Eruhaben.
“Cale. Itu tidak masuk akal. Meskipun semua orang tahu bahwa dialah yang
membuat rawa ini, pria bernama Yang Sun Ho itu pasti sudah menyiapkan rencana
untuk bersikeras mengatakan bahwa bukan dia yang melakukannya.”
Pandangan Eruhaben juga bergerak ke arah Cale.
“Bagaimana caramu menjangkau Yang Sun Ho?”
Dia tidak menjangkau Yang Sun Ho hanya melalui penyelidikan biasa.
Pasti ada sesuatu yang lain.
Eruhaben merasa setengah yakin dan menunggu jawaban Cale.
‘……!’
Namun kemudian dia tersentak.
‘Hmm.’
Wajah Cale yang terlihat saat ini entah mengapa terasa asing.
Biasanya, jika dia mengatakan hal seperti ini, Cale Henituse akan
tersenyum miring dan mengangguk puas dengan sikap yang sangat tidak sopan,
tapi...
‘...Ada apa dengan ekspresi wajah itu?’
Wajah yang tidak tersenyum, wajah yang tidak mengandung emosi apa pun.
Wajah Cale Henituse yang seperti itu—tidak, wajah Kim Rok Soo mengangguk.
“Benar. Aku tidak mencari tahu tentang Yang Sun Ho melalui penyelidikan.”
“...Lalu?”
Smirk.
Cale tersenyum.
Sekarang dia baru terlihat seperti Cale yang biasanya.
“Jika aku sedang menjelajahi rawa ini, kaki tangan Yang Sun Ho akan
datang dengan sendirinya secara alami.”
Cale memeriksa jam tangannya.
Tindakan yang sewajarnya akan dilakukan oleh Kim Rok Soo.
“Jika sesuai aslinya, kontak pertama dengan kaki tangan Yang Sun Ho akan
terjadi dua hari lagi.”
……!
Choi Han terkejut melihat jam tangan yang semula tidak ada tiba-tiba
muncul di pergelangan tangan Cale, tetapi Cale sendiri tidak menyadarinya.
Tap.
Sebaliknya, dia melangkah maju.
Keresek.
Rumput hancur di bawah sepatunya.
“Yang Sun Ho adalah manusia yang memiliki rasa ingin tahu yang besar.”
Menyalin (Copy).
Yang Sun Ho yang memiliki kemampuan tersebut memiliki rasa ingin tahu
yang sangat besar terhadap para pengguna kemampuan (ability users).
“Semakin keras kita menjelajahinya, dan semakin kita terlihat
menggiurkan di matanya, maka dia akan menghubungi kita dengan lebih cepat.”
Cale melihat ke sekelilingnya.
Kabutnya semakin menipis.
Apakah karena mereka berada di sekitar rawa?
Atau apakah karena arah ini sudah benar?
Sebelumnya, dalam kasus Beacrox dan Eruhaben, kabut akan menghilang atau
menipis jika arah yang mereka tuju sudah benar.
“Tentu saja, karena kita tidak punya waktu, kalian mungkin berpikir
mengapa kita tidak langsung pergi ke markasnya saja daripada melakukan hal
merepotkan seperti ini.”
Tremble.
Tetua pemandu jalan itu menganggukkan kepalanya sedikit sambil
mencengkeram tongkat jalannya.
Cale berkewajiban untuk menyelesaikan keraguan tersebut.
“Distrik Timur Incheon. Tempat itu memiliki struktur yang rumit seperti
jaring laba-laba, dan markas Yang Sun Ho berubah menjadi tempat yang baru
setiap harinya. Bahkan tempat itu dipasang kamuflase khusus sehingga sulit
untuk dilacak.”
Yang Sun Ho adalah bajingan yang bersembunyi dengan sangat teliti dan
sempurna.
Ditambah lagi, dia selalu membawa batalion pengguna kemampuan
bayangannya ke mana-mana.
“Tentu saja aku pernah bertemu dengannya di markas itu, tetapi aku sendiri
tidak tahu persis di mana lokasinya.”
Cale merekamnya, tapi...
“Karena, saat itu aku diculik.”
“!”
“……!”
“Heup!”
Bahkan Dewa Kematian ikut terkejut dan menatapnya, sementara Cale
berbicara dengan tenang.
“Aku bertindak gegabah lalu tertangkap. Tepat di tempat ini.”
Cale diculik di rawa ini.
Menyalin (Copy).
Yang Sun Ho yang memiliki kemampuan itu adalah manusia yang sangat
serakah.
Terutama ketamakannya terhadap kemampuan orang lain berada di luar
imajinasi.
Keinginan kepemilikannya terhadap kemampuan yang disukainya sangat besar
hingga hampir mendekati tingkat kecanduan.
“Nah, mari kita bertindak gegabah.”
Kim Rok Soo dengan wajah acuh tak acuh berbicara sambil menatap anggota
timnya—bukan, rekan-rekannya.
“Ada banyak tatapan mata yang tersebar di sekeliling kita. Di antara
mereka, pasti ada orang-orang yang akan melaporkan keberadaan kita kepada Yang Sun
Ho.”
……!
Mata Choi Han membelalak.
Tatapan di sekitar, di antara mereka ada kaki tangan Yang Sun Ho?
“...Apakah ada anak buah Yang Sun Ho di sekitar sini?”
“Tidak.”
Cale menggelengkan kepalanya.
“Namun, informasi seperti ini bisa menjadi sesuatu yang mengisi perut
mereka untuk makan sehari.”
“!”
Choi Han menutup mulutnya rapat-rapat tanpa bisa mengatakan apa-apa.
Cale melanjutkan bicaranya dengan tenang.
“Merekalah yang akan memberi tahu Yang Sun Ho tentang kemampuan kita.”
Melalui kaki tangan Yang Sun Ho, pada akhirnya mereka akan bisa
menjangkau Yang Sun Ho.
“Menghadapi umpan yang lezat ini, Yang Sun Ho pasti akan melancarkan
triknya.”
Jika sesuai aslinya, setelah kontak pertama dengan kaki tangannya,
dibutuhkan waktu sekitar satu minggu lagi, tetapi...
“Karena kita tidak punya waktu, kita harus mengamuk dengan lebih banyak
dan lebih parah.”
Sampai bajingan tamak itu benar-benar tidak bisa menahannya lagi.
“Ah. Tapi, ada satu syarat.”
Dia memberikan isyarat tangan kepada satu orang.
“Mary.”
“Ya, Tuan Muda.”
“Utamanya kita berdua yang akan menggunakan kekuatan.”
‘Bajingan itu kemungkinan besar akan mendambakan kemampuanku atau
kemampuan Mary.’
Karena dia sudah sering menyalin kemampuan tipe menyerang selama ini,
sekarang dia menginginkan sesuatu yang lain.
“Sisanya, mari kita gunakan kekuatan sekitar sepersepuluh dari biasanya
saja.”
Cale melanjutkan kalimatnya dengan wajah acuh tak acuh.
“Agar mereka melihat kita dengan sangat remeh, dan memutuskan untuk
menculik kita semua.”
Plak.
Cale bertepuk tangan ringan.
“Kalau begitu, mari kita mulai penjelajahannya.”
Dia melihat ke sekeliling.
“Benar saja, kabutnya sudah bersih.”
Sepertinya arah ini memang benar.
Kejadian di mana Cale akhirnya bertemu dengan Yang Sun Ho.
Mungkin jika bertemu dengan Yang Sun Ho, sesuatu yang harus diselesaikan
oleh Cale akan muncul?
“Tapi mengapa harus saat ini?”
Beacrox, Eruhaben.
Meskipun Cale tidak tahu secara mendetail apa yang diatasi oleh mereka
masing-masing, dia merasa mengetahuinya secara garis besar setelah
menyaksikannya dari samping.
‘Kalau begitu, apa yang harus kuatasi?’
Alam bawah sadar.
Apa yang harus diatasi oleh Cale di tempat ini demi melangkah menuju
tujuannya?
Cale masih belum bisa menangkap petunjuknya.
Namun, dia tidak berhenti dan terus memperbaiki catatan masa lalu.
Dia hanya bisa menduga bahwa arah tersebut adalah arah yang benar.
‘Aku tidak boleh lengah.’
Cale memantapkan hatinya dengan teguh.
“Nah, mari kita bagi personel dan bagi area rawa untuk diperiksa. Mari
kita mulai penjelajahan sekitar secara sungguh-sungguh.”
Rekan-rekannya bergerak mengikuti perkataannya.
“…..”
Choi Han berada di sisi Cale.
“Aku pergi bersama kamu.”
“Ya.”
Mary and Beacrox bergerak bersama.
Dan Dewa Kematian serta Eruhaben juga bertindak secara terpisah.
Tentu saja, tidak ada yang keluar dari sekitar area rawa.
Berkat kabut yang menipis, jarak pandang menjadi jauh lebih baik, dan
mereka mengunci satu sama lain di dalam jarak pandang masing-masing.
Meskipun tidak begitu jelas, Cale merasa puas melihat rekan-rekannya
yang menjelajahi rawa besar di sela-sela kabut tipis. Namun...
“Aku merasa khawatir.”
Mendengar perkataan Mary, Beacrox menganggukkan kepalanya.
“Dia tidak tersenyum di saat-saat di mana dia seharusnya melepaskan
senyuman seperti penipu yang sering dikatakan oleh Raon-nim.”
Nod.
“Dan dia terlihat penuh energi.”
Nod.
“Namun ekspresi wajahnya terlihat sedih dan marah.”
Nod.
“Ini aneh.”
“Mari kita awasi.”
Beacrox dan Mary berbisik-bisik dan menyelesaikan panduan tindakan
mereka berdua.
Clack. Clack.
Tentu saja, mereka menjalankan pekerjaan yang diperintahkan Cale dengan
setia.
Sreng!
Beacrox mencabut pedang besarnya (greatsword) dan menancapkannya
ke tanah.
Dia berdiri seperti seorang pengawal yang melindungi di sisi Mary,
Clack. Clack.
Dan Mary mengeluarkan 10 monster kerangka (skeleton monsters)
lalu mulai menyelidiki rawa.
“Sayang sekali aku tidak bisa menyelidiki rawa ini pada saat itu. Aku
hanya mengetahui bahwa rawa ini memiliki racun yang berbahaya, tetapi tidak
tahu jenis racun apa itu.”
Sambil mengingat kata-kata Cale, Mary menggerakkan benang hitamnya.
Clack. Clack.
Para kerangka bergerak dengan cepat mengikuti perintahnya.
“…..!”
“!!”
Dan pemandangan ini dipantau oleh orang-orang yang sedang memperhatikan
dari kejauhan sambil menahan napas.
“……”
“……”
Beberapa di antara mereka saling bertukar pandang lalu diam-diam mundur
lebih jauh menuju ke balik reruntuhan bangunan yang hancur di Distrik Utara.
“Kudengar akhir-akhir ini pihak Direktur Utama sedang mengumpulkan
informasi tentang pengguna kemampuan, kan?”
Direktur Utama yang dimaksud adalah Yang Sun Ho.
“Ya. Kudengar anak-anak dari organisasi di bawahnya sedang mengumpulkan
informasi dengan sangat mengerikan?”
“Benar, kan? Kudengar mereka memberikan uang sebagai imbalan, dan jika
itu adalah informasi yang bagus, mereka akan diterima masuk ke dalam
organisasi.”
“Hei. Ayo kita lakukan.”
Kedua orang itu melirik ke arah rawa yang sekarang sudah tidak terlihat.
“Kudengar, semakin khusus kemampuannya dan bukan tipe penyerang, mereka
akan menghargainya dengan lebih tinggi, kan?”
“Ya. Kemampuan mengendalikan tulang itu, dan~”
Dia menghentikan bicaranya sejenak, melewati para pengguna kemampuan
yang mengeluarkan senjata masing-masing seolah memiliki kemampuan menyerang,
lalu mengingat orang yang dilindungi layaknya pengendali tulang.
“Aku tidak tahu apa kemampuan satu orang lagi. Tapi mari kita ingat
wajah dan penampilannya terlebih dahulu.”
“Harus itu. Sekali lihat pun mereka tampak seperti orang-orang dari
perusahaan yang ada di Seoul itu. Jika mereka orang dari perusahaan itu,
bukankah bajingan organisasi di bawah Direktur Utama pasti memiliki
informasinya?”
“Benar. Ayo cepat pergi.”
Kedua orang itu bergegas menggerakkan tubuh mereka ke dalam kabut yang
menipis.
Bukan hanya mereka berdua saja.
Yang Sun Ho, raja yang menguasai Incheon.
Ada sangat banyak orang yang ingin masuk ke bawah naungannya, atau
mereka yang menginginkan imbalan demi menyambung hidup sehari-hari.
Banyak orang yang menjauh dari rawa menuju ke arah anggota organisasi
yang mereka kenal masing-masing.
“……”
Cale mengetahui hal ini namun berpura-pura tidak tahu.
‘Pada akhirnya, Yang Sun Ho tidak akan bisa mengabaikan umpan-umpan yang
lezat ini.’
Menyalin (Copy).
Kekuatan itu adalah kekuatan yang sangat kuat, tetapi di saat yang sama
berbahaya bagi penggunanya.
Semakin sering dia menyalin, dia tidak akan bisa berhenti.
Itu hampir seperti kecanduan.
Tidak.
Itu jelas adalah kecanduan.
Jika dia tidak bisa menyalin kemampuan pada waktunya, dia adalah
bajingan yang tidak akan bisa menahannya dan melakukan tindakan gila.
“Cale-nim. Namun, bagaimana cara kamu menangkapnya saat itu?”
Kim Rok Soo membuka satu kancing kemejanya dan mencatat tentang rawa
sambil berbicara dengan nada datar menanggapi pertanyaan Choi Han.
“Entahlah.”
Dia tidak bisa menceritakan hal itu.
Instant.
Bahwa dia menggunakan kemampuan itu sebanyak tiga kali berturut-turut.
Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan hal itu?
Kim Rok Soo benar-benar hampir mati pada saat itu.
‘Kali ini berbeda dengan saat itu.’
Karena saat ini ada rekan-rekan di sisinya.
Ya.
Choi Han,
Mary, Beacrox, Eruhaben-nim, dan bajingan Dewa Kematian itu.
Dia mengingat rekan-rekan itu satu per satu.
Karena dia tidak boleh melupakannya.
Deg.
“Hmm?”
“Ya? Ada apa, kamu kenapa?”
“Ah, tidak apa-apa.”
Deg.
Jantungnya mendadak terasa berdegup kencang.
‘Ada apa ini?’
Cale merasakan firasat gelisah yang tidak diketahui.
Dia tidak bisa mengetahui alasannya.
“Choi Han.”
“Ya?”
“...Tidak, bukan apa-apa.”
Dia melihat ke sekeliling.
Semua rekan-rekannya terlihat.
Hatinya menjadi merasa tenang.
‘Ya. Tidak ada yang kulupakan.
Aku tidak akan pernah dikendalikan oleh alam bawah sadar ini.
Aku tidak boleh kehilangan rekan-rekanku.’
Bahkan dalam situasi terburuk pun, kesempatan hanya ada 4 kali.
Cale harus bergegas, dan dia tidak boleh melakukan kesalahan.
Deg.
Deg. Deg.
Detak jantung ini pastilah tidak lebih dari sekadar tekanan yang
diberikan oleh rasa tanggung jawab.
Cale memercayai hal itu.
Sret.
Cale mengepalkan tinjunya erat-erat.
Meskipun saat ini dia menggunakan tangan milik Kim Rok Soo, dia tidak
akan melupakan kenyataan.
Deg. Deg.
Sambil merasakan detak jantungnya, Cale menunggu saat di mana musuh akan
memakan umpan.
Deg. Deg.
Karena itulah dia tidak tahu.
Bahwa luka-luka lama milik Kim Rok Soo sedang memulih.
Seolah-olah, sedang mengalami regenerasi.
Deg. Deg.
Dan seolah-olah meminta untuk disadari.
Syaaaaaaaa—
Angin bertiup di atas rawa kabut yang menipis.
Angin itu mengusir kabut pergi.
Melewati dan menyelimuti tubuh Cale.
Syaaaaaa—
Dan kabut yang terusir bergetar halus sebelum akhirnya berubah menjadi
tetesan air kecil dan jatuh ke atas tanah.
Tap.
Tanah yang dipijak oleh kaki Cale.
“……”
Di hadapannya, bahkan sebuah kerikil kecil ataupun reruntuhan bangunan
pun sama sekali tidak ada.
Seolah-olah seseorang telah membersihkannya terlebih dahulu.
Namun, hal ini tidak terlihat karena semak belukar yang rimbun dan
mengering.
Cale sama sekali tidak menyadari hal ini.
Hanya Naga Kuno Eruhaben seorang.
Dia memejamkan matanya untuk merasakan embusan angin tersebut.
‘Ini adalah angin yang familier.’
Ini adalah angin yang rasanya pernah dia rasakan di suatu tempat.
Angin tidak memiliki aroma maupun bentuk apa pun, namun kekuatan yang
diselimuti oleh angin itu terasa kasar namun terasa lembut.
“……”
Eruhaben menatap ke arah Cale.
Seorang pria dengan wajah yang terlihat lebih sehat namun tampak lelah
sedang memasukkan cairan rawa ke dalam botol kaca.
“...Apakah dia bajingan ketua tim perusahaan yang katanya masuk melalui
pelabuhan kali ini?”
“Benar. Direktur Utama!”
“Kim Rok Soo, ya.”
Yang Sun Ho memeriksa informasi pribadi Kim Rok Soo yang berada di
tangannya.
Hal lain tidaklah penting.
Hanya satu, kemampuan.
“Oh.”
Hehehe.
Yang Sun Ho membasahi bibirnya.
“Kelihatannya lezat.”
‘Rekam’, ya.
Dan kemampuan-kemampuan yang diklasifikasikan sebagai rahasia.
Jika sampai pihak perusahaan mengaturnya sebagai rahasia, itu berarti
itu adalah kemampuan yang sangat unik—
“Bawa dia kemari.”
Dia memberikan perintah sebagai raja dari Incheon.
“Tulang, Rekam. Bawa keduanya.”
Tangannya gemetar hebat.
Tubuhnya tidak bisa menahan kegembiraan saat memikirkan bahwa kemampuan
yang akan disalinnya telah muncul.
Bola matanya yang memerah menatap ke arah foto Kim Rok Soo dan dokumen
informasi tentang rekan-rekannya yang belum bisa dipastikan sepenuhnya.
“Ehem. Ehem.”
Hari pertama penjelajahan.
Tepat di saat dia berpikir apakah mereka harus menyelesaikannya sampai
di sini untuk hari ini.
Sorot mata Cale yang melihat orang yang mendekat tampak bersinar terang.
“Siapa kamu?”
Saat Choi Han melangkah maju dan berbicara, orang yang mendekat sambil
berdeham itu membuka mulutnya.
“I-Itu, aku adalah pegawai negeri yang bertanggung jawab atas Wilayah 1
Rekonstruksi Buk-gu di sini.”
Orang ini memang benar seorang pegawai negeri.
Tentu saja, dia juga merupakan anak buah Yang Sun Ho.
Deg.
Cale merasakan tubuhnya menegang dan membuka mulutnya.
“Ada urusan apa?”
Hanya saja, dia sempat berpikir bahwa rasa tegang ini terasa persis
seperti panggilan seseorang, namun Cale segera melupakannya.
Karena saat ini dia harus bergegas,
Dan juga, ada banyak hal yang harus dia lindungi.
****
Kaisar Dua membuka matanya yang terpejam.
“Apakah persiapan untuk turun (Descent) sudah selesai?”
“Ya. Tuanku.”
Dia segera menentukan waktunya.
“Kita tidak bisa pergi begitu saja dengan meninggalkan kecemasan di
belakang kita. Mari kita bunuh Cale Henituse, lalu turun (Descent).”
“Kami akan mengikuti kehendak kamu!”
Kaisar Dua memutuskan untuk membunuh Cale.
****
Syaaaaaaaa—
Angin menyelimuti tubuh Cale.
Dan Cale membuat janji temu dengan pegawai negeri yang bertanggung jawab
tersebut.
“Kalau begitu, sampai jumpa besok.”
“Baik.”
Untuk menerima data dokumen dari penanggung jawab mengenai rawa
tersebut.
Cale berbicara kepada rekan-rekannya.
“Jika berjalan lancar, sepertinya besok kita akan diculik.”
.
.

Komentar
Posting Komentar