Trash of the Count Family Book II 566 : Konsekuensi dari Pilihan


Bunga-bunga putih mulai bermekaran.

Dug. Dug. Dug.

Pohon pusat itu memiliki kehendak layaknya World Tree, meski kehendaknya masih sangat lemah. Bunga-bunga putih mulai bermekaran satu demi satu di dahan-dahannya.

Berdasarkan indra Cale...

[ Cale. Pohon-pohon lainnya juga sedang mekar! ]

Sesuai ucapan Indestructible Shield, delapan pohon yang ditanam di taman istana 1st Evil, serta tujuh pohon lainnya yang tersebar di wilayah Evil lainnya, semuanya mulai menumbuhkan bunga.

Bunga-bunga itu kecil dan putih, terlihat sederhana namun memancarkan keindahan yang entah bagaimana terasa sangat menyedihkan.

Dug. Dug. Dug.

Dan berlawanan dengan perintah sang ibu, Elwood, pohon itu sendiri tidak ingin memekarkan bunga-bunga tersebut.

Tepat saat Cale menyadari hal ini...

"Jangan menghalangi."

Cale mengalihkan pandangannya ke arah suara yang terdengar putus asa itu.

Raja 1st Evil sedang melotot ke arahnya.

"Begitu buahnya jatuh ke tanah, 8th Evils akan terlahir kembali!"

Lebih dari separuh tubuhnya telah menyatu dengan pohon.

Kulitnya mulai berubah tekstur menyerupai kulit kayu.

Menatap mata Cale, Raja 1st Evil berkata dengan tegas:

"Tidak ada gunanya menatapku seperti itu! Ini sudah tidak bisa dihentikan lagi."

Bunga mekar, bunga gugur, buah terbentuk, lalu jatuh ke tanah.

Semua itu adalah hukum alam.

Hukum itu tidak bisa dihentikan, sama seperti angin yang sudah mulai berhembus tidak bisa dibendung lagi.

"...Aku berbeda dengan Jack."

‘Aku telah membuat pilihan yang lebih bijak!’

Sang Raja benar-benar percaya bahwa pilihannya lebih benar daripada Evil Spirit Jack.

"Dunia ini hanyalah sebuah permainan."

Dan itu palsu.

Sebuah negeri yang rusak sampai ke tingkat yang tidak normal.

Baginya, ini hanyalah entitas yang diciptakan.

Setelah mengetahui fakta itu, sang Raja mulai mengamati dengan saksama orang-orang luar yang mengunjungi 1st Evil, yang merupakan pintu gerbang sekaligus titik awal dari 8th Evils.

‘Kamu berbeda dari yang lain.'

Hingga kemudian, secara kebetulan dia bertemu dengan Kaisar Dua.

Seorang pendatang yang sedang mencari landasan untuk masa depan.

Setelah mengenal Kaisar Dua, sang Raja segera melihat peluang.

"Kamu bilang ingin setia padaku?"

"Ya."

“Aku ingin bergabung dengan kekuatan kamu yang akan menguasai dunia ini. Aku punya kegunaan. Bukankah aku sudah menyadari dunia palsu ini dan memilih masa depan?”

"Hmm.."

Kaisar Dua sempat merenung sebelum berkata:

"Suatu hari nanti, kamu mungkin akan menjadi sarana (alat) demi tujuanku. Meski begitu, apakah kamu tetap ingin berada di bawahku?"

Alih-alih kata-kata manis, Kaisar Dua secara terang-terangan mengatakan akan menggunakannya sebagai alat, namun sang Raja dengan senang hati menyambut uluran tangan itu.

Karena...

"Sebagai gantinya, aku akan menjadikan kamu penguasa 8th Evils dan membuat kamu eksis selamanya di dunia yang akan kami ciptakan. Bagaimana?"

Imbalan manis itu telah dijanjikan.

Sang Raja kembali melotot ke arah Cale.

"Kamu malah memihak bajingan yang menciptakan dunia mengerikan ini!"

Raja tahu tentang Cale.

Dia mendapatkan informasi dari Five Colored Blood Family.

"Evils yang korup? Siapa yang mau hidup di dunia sampah seperti ini!"

Gelar Raja dari 1st Evil, tempat di mana suap dan ilegalitas merajalela di antara 8th Evils.

Dia tidak butuh permainan ini yang memberikan posisi itu padanya.

Seberapa bagus tempat di kekaisaran lain?

Tapi mereka malah menciptakan 8th Evils hanya untuk dijadikan hiburan bagi para User?

Apakah aku eksistensi yang boleh diperlakukan seperti itu?

Aku bukan alat hiburan!

Evil Spirit Jack, bajingan bodoh itu.

Berlagak pintar, tapi pada akhirnya dia memilih memihak orang-orang yang menciptakan kejahatan ini!

"Aku akan menjadi penguasa abadi 8th Evils di dunia yang baru! Kaisar Dua akan memberikan dunia yang telah berubah itu padaku!"

Maka dari itu, Cale Henituse.

"Aku akan segera menjadi 8th Evils itu sendiri! Jangan menghalangi masa depanku, jangan menghalangi dunia nyataku!"

Sang Raja semakin menekan tubuhnya ke arah pohon.

“Tubuh kamu harus menjadi tumbal. Namun, kamu akan menjadi pemilik pohon ini dan mengelola 8th Evils.”

Kaisar Dua tidak berbohong.

Dug. Dug. Dug.

Detak jantung pohon terasa semakin keras. Detak ini adalah sinyalnya.

“Kamu pada akhirnya akan memerintah.”

Katanya pohon ini bukan pohon biasa.

Begitu jiwanya menguasai pohon ini, dia akan menjadi pohon ini dan selanjutnya menjadi penguasa tunggal dari 8th Evils yang baru.

Sang Raja melakukan persis seperti yang diinstruksikan Kaisar Dua.

Dug. Dug. Dug.

Namun, detak jantung pohon yang tadinya terasa semakin dekat dan keras, kini tidak bertambah dekat lagi.

Gara-gara bajingan itu!

Pasti karena Cale Henituse, bajingan yang terus-menerus menghalangi dunia baru ini, detak jantung pohon itu sekarang tertahan.

"Jangan mendekat!"

Karena separuh tubuhnya sudah terikat di pohon, sang Raja hanya bisa berteriak ke arah Cale.

Pohon ini milikku!

Milikku yang akan naik ke posisi Raja sejati, penguasa dunia baru!!

Sang Raja menatap tajam ke arah Cale yang seolah berkomunikasi dengan pohon tersebut hanya dengan menyentuhnya, tanpa perlu mengorbankan tubuhnya sendiri.

Menanggapi teriakan dan tatapan tajam itu, Cale hanya berucap datar:

"Apa yang kamu bicarakan?"

Jujur saja, keputusasaan sang Raja bukanlah urusan Cale.

'Dilihat dari mana pun, sepertinya dia berniat menjadi pohon untuk menguasai 7th Evils.'

Sepertinya dia melakukan ini karena haus kekuasaan.

Apa peduliku?

Cale berkata dengan suara acuh tak acuh:

"Kamu... merasa cemas ya?"

"……!"

Pupil mata sang Raja bergetar.

Terlepas dari itu, Cale memberikan satu kalimat terakhir sebelum memalingkan wajah sepenuhnya.

"Hei. Kamu tidak akan bisa mengalahkan pohon ini."

"……!!"

Awalnya sang Raja tidak mengerti maksud Cale, tapi begitu dia menyadarinya, pupil matanya bergetar hebat.

Namun, Cale sudah fokus sepenuhnya pada pohon itu.

Dug. Dug. Dug.

Pohon yang berbeda dari World Tree, namun memiliki kehendak yang serupa.

Sesuai perkataan Indestructible Shield:

[ Sepertinya ini adalah pohon yang tumbuh dengan memakan Tujuh Emosi. ]

[ Aku bisa merasakan segala macam emosi manusia. ]

Pohon yang mungkin akan menciptakan tujuh 'Laut Keputusasaan' seperti yang pernah dibuat Kaisar Dua sebelumnya.

'Dan Raja ini mau menguasai pohon itu?'

Mustahil.

Kalau begitu, tumbal seperti apa sang Raja ini sebenarnya?

Indestructible Shield berujar pelan:

[ Dia adalah eksistensi pertama dari dunia ini yang 'dikonsumsi' oleh dunia ini. ]

Ah. Kalau soal urusan "makan", Indestructible Shield memang yang paling cepat paham.

Tepat saat itu...

DUAARRRRRRRR!!

DUAARRRRRR!!

Suara ledakan terdengar bertubi-tubi dari arah belakang.

Mana hitam milik Raon.

Aura milik Choi Han.

Syuuuuut!

Cahaya panas terasa dari belakang.

Bahkan Half Blood Dragon, Eden Miru, juga ikut beraksi.

Dia bisa merasakan kekuatan rekan-rekannya.

"Kh!"

Tentu saja, erangan Evil Spirit Jack yang membentangkan bayangannya juga terdengar.

"Manusia!"

Suara Raon terdengar tepat di belakangnya.

Entah kapan Naga kecil itu sudah sampai ke sini.

Wuuussh—

Satu aliran angin meluncur melewati punggungnya. Disusul oleh...

DUAARRRRRR!

Guncangan angin dan mana terasa bergejolak bersama suara ledakan dahsyat.

"Manusia, jangan khawatir!"

Suara Raon masih terdengar baik-baik saja.

"Choi Han, Eden Miru, dan Jack semuanya beraksi dengan hebat!"

Ya. Mereka hebat.

Tidak perlu menoleh ke belakang.

Wung-wung-wung!

Saat itu, pohon bergetar hebat.

Di tengah kebisingan itu, anehnya sebuah suara terdengar sangat jelas.

"Berbuahlah."

Itu adalah suara Wanderer Elwood.

Mekarlah.

Lalu diikuti dengan perintah Berbuahlah.

Setelah bunga mekar dan gugur, buah akan terbentuk.

Perintah Elwood agar pohon itu mengikuti hukum alam.

Dug!

Cale yang tangannya masih menempel di pohon merasakan batang pohon itu bergetar sangat hebat.

[ Cale! Dia mencoba memberontak! ]

Pohon itu memberontak melawan perintah Elwood.

"Berbuahlah."

Namun begitu suara Elwood terdengar lagi, pohon itu bergetar sekali lagi.

Wung—!

Tapi, kali ini berbeda. Ini adalah bentuk kepatuhan.

Cale menyadarinya secara insting.

"Bagaimana caranya?"

Cale bertanya.

"Khahahaha! Benar, kamu juga tidak bisa melakukan apa-apa!"

Cale bahkan tidak mendengar tawa sang Raja.

Dia hanya menunggu jawaban.

[ Cale. ]

Indestructible Shield memberikan jawabannya.

[ Kamu harus menyentuhnya lebih dalam lagi. ]

Cale melepaskan tangannya dari pohon.

[ Gunakan perisai. ]

Cale mengikuti instruksi itu.

Wung—!

Setelah sekian lama, perisai perak muncul di kedua tangan Cale.

Bukan perisai raksasa yang dibentangkan lebar untuk menyelamatkan banyak orang, melainkan perisai berukuran kecil di tangannya.

[ Hantamkan. ]

[ Hantamkan perisai itu untuk menembus ke dalam pohon!! ]

Cale segera mengayunkan perisainya.

Jlep!

Begitu ujung perisai perak itu menyentuh pohon...

Wung— wung— wung— wung—!

Getaran yang bermula dari pohon pusat menjadi semakin ganas.

Dug! Dug!

Tepat saat detak jantung pohon merambat sampai ke tangan Cale yang memegang perisai hingga ujung jarinya gemetar...

Syuuuuut!

Sesuatu melonjak naik menembus tanah.

"Manusia!"

Teriak Raon yang terkejut.

Di tengah situasi itu, Cale bergumam datar:

"Tidak apa-apa."

Bersamaan dengan kata-kata itu...

Syuuuuut!

Akar-akar putih melonjak naik dan membungkus tubuh Cale.

Seperti sangkar kayu yang mengurung Elwood, akar-akar itu menyelimuti Cale.

Perisai, pohon pusat, hingga akar putih—tepat saat ketiga eksistensi itu membungkus Cale, dia mengulurkan salah satu tangannya.

Sret.

Sebuah akar pohon mencengkeram tangannya.

"Hmm."

Lalu akar itu menusuk ujung jarinya.

Drip.

Setetes darah jatuh dan menyentuh akar pohon tersebut.

Dug!

Dug.

Cale merasakan detak jantungnya dan detak jantung pohon itu menyatu dalam sinkronisasi sempurna.

Dan...

"Ah."

Seketika, pandangan Cale memutih seluruhnya.

Ini adalah ruang milik seseorang.

Dug. Dug.

Di antara detakan itu...

–Tempat itu adalah neraka.

Suara seorang pria tua terdengar.

Namun, cara bicaranya terasa anehnya muda. Itu adalah suara sang pohon.

Ternyata pohon ini jauh lebih tua daripada kelihatannya.

–Lebih tepatnya, tempat-tempat itu adalah neraka.

Cale mendadak merasa mual.

Ruang yang tadinya putih perlahan mulai diwarnai oleh berbagai warna, hingga akhirnya berubah menjadi merah pekat.

Seolah-olah sedang direndam oleh darah.

"Ugh!"

Telinganya mulai terasa sakit.

Meskipun tidak ada suara yang terdengar, anehnya dia seolah bisa mendengar jeritan, teriakan, tawa, dan tangis seseorang.

–Aku telah mengalami ketujuh neraka itu. Aku terkubur di dalam semua lubang itu.

Pohon ini benar-benar telah mengalami ketujuh neraka milik kandidat Dewa Absolut.

–Saat aku masih menjadi benih.

Bahkan sebelum dia sempat mekar.

–Tempat itu benar-benar mengerikan dan menakutkan. Ya, itu adalah neraka itu sendiri.

Namun.

–Aku tidak bisa melarikan diri dari sana. Karena ibu mengurungku di sana.

Neraka yang penuh dengan satu jenis emosi.

Dia telah melewati ketujuh tempat itu.

Benih yang tumbuh dengan memakan keputusasaan, kebingungan, darah, dan tangis manusia yang hancur sebagai nutrisinya.

–Dan akhirnya aku bisa datang ke sini dan dilahirkan.

Suara orang tua itu mulai berubah.

–Di sini indah.

Kehendak yang sangat tipis.

Namun kehendak itu, meski kecil, bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.

–Benar-benar indah.

Karena ada keyakinan yang teguh di dalamnya.

–Dibandingkan dengan neraka-neraka itu, tempat ini sangatlah indah. Meskipun setiap tempat berbeda, itulah yang membuatnya indah. Makhluk-makhluk yang hidup di tanah ini menangis, tertawa, marah, dan bersedih, mereka memiliki berbagai macam wajah.

Pohon pusat memang tumbuh terkurung di istana, namun pohon-pohon yang tumbuh dari akar yang menyebar...

–Mereka bilang aku hebat. Mereka bilang aku cantik.

Orang-orang memuji pohon-pohon yang mekar di taman istana itu hebat dan cantik.

Pohon itu merasa takjub.

Setelah hanya melihat jiwa manusia yang hancur, dia baru tahu bahwa manusia yang hidup itu bisa mengenali keindahan dan mengatakan hal seperti itu padanya.

Padahal dia tahu apa yang dia konsumsi untuk bisa tumbuh.

–Semua wilayah 8th Evils itu indah.

Dan pohon-pohon yang tumbuh dari akar yang menyebar lebih jauh lagi melihat bahwa setiap bagian dari 8th Evils itu berbeda.

Itulah mengapa semuanya indah.

–Aku suka tempat ini.

Pohon pusat menyukai tempat ini.

–Aku harap tempat ini nyata.

–Neraka itu tidak boleh ada.

–Jika tempat ini menjadi seperti itu, itu tidak boleh terjadi.

Baik Wanderer Elwood maupun pohon pusat mengatakan bahwa dunia ini indah.

Namun, keduanya jelas berbeda.

–Aku ingin terus hidup seperti ini di sini.

–Tidak, meski aku harus menghilang, aku ingin tempat ini tetap indah seperti sekarang.

Suara pria tua itu kini terdengar seperti anak kecil yang naif.

Pohon yang telah terkubur di dasar berbagai neraka sebagai benih selama waktu yang sangat lama, dan baru saja mekar serta tumbuh sebentar, ingin melindungi dunia ini.

–Aslinya, aku tidak bisa menentang perkataan ibu.]

Namun karena dia adalah benih yang diciptakan oleh Elwood, Elwood telah mengukir kata-kata belenggu pada benih itu.

Di setiap sudut tubuhnya yang tumbuh dari benih itu, belenggu tersebut tetap ada.

Dia tidak bisa memisahkan tubuhnya dari belenggu itu.

–Hukum alam sudah dimulai.

–Begitu berbuah dan buah itu jatuh kembali ke tanah serta terserap, dunia ini bisa berubah menjadi neraka.

Karena dia mengandung Tujuh Emosi.

Neraka dari setiap emosi akan terkumpul di setiap pohon, dan begitu buah pohon itu terserap ke tanah 8th Evils, benih neraka akan mekar.

–Masalah ini juga tidak akan selesai meski aku menghilang.

Karena ledakan akan terjadi, dan tak terhitung banyaknya orang yang akan terluka.

Sebagai pohon yang ditanam di pusat transportasi, pohon pusat telah melihat bagaimana orang-orang hidup di pasar dan kota-kota di sana.

Dia tidak bisa membiarkan itu hancur.

Bahkan saat ini...

Orang-orang di wilayah tersebut sedang melarikan diri dengan panik.

Melihatnya dengan tatapan takut. Itu membuatnya sangat sedih, namun...

–Tetap saja, ada sebuah cara.

Namun sekarang, ada sebuah jalan.

–Jika itu kamu, kamu pasti bisa melakukannya.

Begitu melihat pohon yang tersimpan di dalam diri Cale, dia melihat kemungkinan itu.

Cale merasakan emosi yang dialami pohon itu sejak masih menjadi benih dan mulai bicara:

"Bagaimana caranya?"

Pohon itu segera menjawab.

–Ada dua tahap.

–Karena tidak ada waktu, aku akan langsung mengatakannya.]

–Makan, lalu muntahkan.]

Tahap 1: Makan.

Tahap 2: Muntahkan.

Tepat saat Cale bingung dengan maksudnya, pohon itu bertanya dengan suara pria tua:

–Kamu memakan semuanya, kan?

Itu bukan pertanyaan untuk Cale.

Sebagai gantinya, Indestructible Shield menjawab:

[ Ya. ]

Pohon itu segera bereaksi dan menumpahkan kata-katanya.

–Makanlah semua nutrisi yang telah aku kumpulkan untuk menghasilkan buah.

–Tapi nutrisi yang aku makan adalah energi tanah dari Neraka Tujuh Emosi.

–Seberapa kuat pun kekuatan pohon yang kamu miliki, menampung kekuatan tanah neraka ini—energi Tujuh Emosi—sepenuhnya di dalam tubuh manusia adalah mustahil kecuali bagi Wanderer atribut tanah, Jinmud—

Pohon itu berhenti bicara.

–Eh?

Dia tersentak.

Pada saat itu...

[ Aku juga ada di sini. ]

Super Rock, sang kekuatan tanah yang menakutkan, perlahan memberitahukan keberadaannya.

[ Aku juga cukup kuat. ]

Dia adalah kekuatan atribut tanah yang cukup kuat.

Dia melanjutkan pelan:

[ Ehem. Apakah aku juga akan menjadi sedikit lebih kuat sekarang? ]

[ Tujuh Emosi? Bukankah kita harus mencari tahu energi macam apa itu? ]

[ Untuk menghadapi kandidat Dewa Absolut nanti, bukankah kita harus mencicipi sedikit seperti apa kekuatannya sekarang? ]

Oh. Benar juga.

Cale merasa kagum.

Di saat pohon pusat sedang kebingungan...

Indestructible Shield berkata dengan nada serius dan perlahan:

[ Aku menolak gangguan pencernaan. ]

Dia sangat tegas.

Karena pernah mengalami gangguan pencernaan akibat kekuatan Paus dari Dewa Keputusasaan sebelumnya, Indestructible Shield tidak ingin mengalaminya lagi.

Betapa menderitanya Cale saat itu.

Saat itu, pohon pusat tersadar dan perlahan menyela:

-I….itu, kalian tinggal memuntahkannya saja, kan?

[ Ah. ]

Oh..

Cale dan Indestructible Shield merasa kagum.

Apa yang tidak bisa dimakan, tinggal dimuntahkan saja.

Pohon pusat jelas-jelas bilang "Makan dan Muntahkan".

Tarik ke dalam perisai, simpan di dalam perisai, lalu muntahkan lewat perisai!

Pohon pusat memberikan metode yang sangat jelas.

Hanya saja, karena ini adalah nutrisi yang mengandung energi yang sangat kuat, kamu tidak boleh memuntahkannya di sembarang tempat.

Dia juga memberikan peringatan.

Karena energi tersebut mengandung nutrisi dari bawah tanah tujuh neraka, itu sangat berbahaya.

Saat itu, Sky Eating Water berujar datar:

[ Energi itu, bagaimana kalau kita tembakkan saja ke arah bajingan Wanderer di sana? ]

–.....Jika terkena, mereka pasti akan terluka parah atau mati, kan?

Dug!

Saat itu, detakan terdengar lagi.

–Ah, suara ibu terdengar lagi!

Ruang putih mulai menghilang.

Pandangan Cale perlahan kembali ke realitas.

"Berbuahlah!"

Teriakan Elwood terdengar, dan tepat saat pohon bergetar lebih hebat, Cale melihat beberapa kelopak bunga mulai berguguran.

Bunga-bunga yang akan layu.

Alih-alih akar putih, Cale mencengkeram perisai dengan kedua tangannya dan berteriak:

"Ayo. Mari kita makan!"

Dan mari kita muntahkan!

Dug!

Dug.

Tepat saat detak jantung Cale dan pohon itu menyatu...

"Hm!"

Dia merasakan sesuatu yang meluap dari balik perisai.

Dan dia mendengar suara serius yang sudah tidak lagi santai.

[ Fuuuh. Energi tanah neraka yang diciptakan oleh kandidat Dewa Absolut, ya. ]

Indestructible Shield.

Dia yang telah memakan segalanya, mulai dari mana mati hingga kekuatan keputusasaan, berkata dengan sangat bertekad:

[ Aku akan memakannya dengan serius. ]

Berarti selama ini kamu makannya belum serius?

Cale merasa merinding di tengkuknya.

[ Apa kita salah menyentuh sesuatu? ]

Tepat saat Super Rock bergumam dengan canggung...

Wung— wung— wung—

Tanah kembali berguncang.

Kali ini berbeda dari sebelumnya.

Kelopak bunga yang tadinya berguguran mendadak berhenti.

Nutrisi yang dikandung oleh benih Neraka Tujuh Emosi yang ditanam di seluruh penjuru tanah 8th Evils yang luas itu semuanya mengalir menuju Cale.

"Ti-tidak—!"

Tepat saat Elwood, yang menyadari ketidaknormalan itu paling awal, berteriak seperti jeritan...

'Apa ini tidak apa-apa?'

Pupil mata Cale bergetar.

Kedua tangannya yang memegang perisai gemetar hebat.

Rasanya, ada sebuah kekuatan yang luar biasa dahsyat sedang meluap masuk ke dalam dirinya.

.

.

Support aku selalu disini : Support

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Episode Trash of the Count Family

Daftar Novel Terjemahan

Daftar Novel Children of the Holy Emperor